Zain, Rais
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMROGRAMAN CAD UNTUK PEMODELAN BENTUK PERMUKAAN SAYAP BURUNG (CAD PROGRAMING FOR MODELING THE SHAPE OF BIRD WING SURFACES) Zain, Rais; Atmadi, Sulistyo; Pamungkas, Iqbal; Suryono, Fajar
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 12 No. 1 Juni (2014): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan terbang sayap burung sudah sejak lama dipelajari untuk pengembangan teknologi penerbangan dan masih terus dipelajari sampai saat ini. Jenis burung soaring seperti Albatros, secara alamiah sayapnya mempunyai bentuk yang sangat komplek. Sekalipun pada saat terbang melayang, bentuk sayapnya memiliki banyak parameter yang bervariasi secara halus dengan bentuk yang berkelok mulai dari pangkal sampai ke ujung sayapnya. Pada paper ini keindahan bentuk permukaan sayap burung dipelajari yang kemudian secara sistematik dikembangkan suatu teknik untuk merepresentasikan variasi parameter bentuk sayap seperti;bentuk potongan sayap, sudut swept, sudut dihedral, sudut twist, dan panjang chord. Pemrograman CAD diterapkan pada pembuatan model permukaan sayap dimana CATIA V5 dipilih karena kemampuannya yang andal dalam memodelkan bentuk permukaan dengan akurasi yang tinggi. Sejumlah fungsi dan obyek milik Catia diakses melalui sarana Component Object Models (COMs) dengan menggunakan Microsoft Visual Basic.Net. Studi ini menghasilkan suatu program komputer yang mampu merepresentasikan bentuk permukaan sayap burung secara otomatis dan dilengkapi dengan kemampuan pengaturan parameternya. Program komputer ini dapat dipakai sebagai alat bantu untuk desain sayap burung. Bahkan dapat digunakan sebagai referensi untuk keperluan analisa aerodinamika dan struktur sayap.Kata kunci: Permukaan Sayap Burung, Pemrograman CAD, Catia V5, Visual Basic
ESTIMASI BIAYA DAUR HIDUP DAN OPTIMISASI HARGA PESAWAT TERBANG Zain, Rais; Ahyarsi, Odi
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 9 No. 1 Juni (2011): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since the conceptual design phase, the estimate of airplane life cycle cost (LCC) is carried out to support a decision making process. The LCC consist of research, development, testing, and evaluation cost, where an airplane estimated price (AEP) is a part of this calculation. Furthermore, AEP is employed as a non linear objective funtion for developing a constrained optimization algorthm. Rosen’s gradient projection is applyed in the development of computer program named Cost Analysis implementing object oriented approach on Microsoft Visual C++ 6.0. In order to verify the application, some data of Ourania jet airplane were utilized for carrying out a case study. The result of Cost Analysis shows that the estimated LCC are similar to the reference. Also, the optimization problems can be solved by Rosen’s algorithm less than ten iterations.
KAJIAN RADIUS OPERASIONAL PESAWAT TEMPUR DI ATAS WILAYAH TERITORIAL REPUBLIK INDONESIA (STUDY ON RADIUS OF ACTIONS FOR FIGHTER JETS OVER THE ALL INCLUSIVE TERRITORY OF REPUBLIC OF INDONESIA) Zain, Rais; Suwarni, Ika
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 11 No. 2 Desember (2013): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai suatu negara kepulauan, wilayah Indonesia terdiri dari ribuan pulau yang tersebar disekitar garis khatulistiwa yang kedaulatannya berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konsekuensinya adalah tantangan untuk menjaga kedaulatan teritorial dari ancaman asing menjadi lebih kompleks. Untuk itu maka dikaji beberapa korelasi antara penggunaan jumlah landasan udara dan nilai minimum dari radius operasional (radius of action). Pada makalah ini dibuat lima skenario yang mengkombinasikan pangkalan udara yang dikelola oleh TNI-AU, TNI-AD, TNI-AL, dan yang diusulkan penulis. Skenario pertama hanya melibatkan pangkalan TNI-AU yang sudah mengoperasikan pesawat tempur. Skenario kedua adalah Skenario pertama ditambah dengan pangkalan yang sudah masuk kedalam rencana pengembangan TNI-AU. Skenario ketiga adalah Skenario kedua ditambah dengan pangkalan usulan penulis. Sedangkan Skenario keempat adalah Skenario ketiga dikurangi dengan pangkalan yang fungsinya tumpang tindih dalam hal radius operasional. Yang kelima adalah Skenario kedua ditambah dengan pangkalan udara yang dikelola oleh TNI-AD dan TNI-AL. Hasil dari Skenario pertama menunjukkan bahwa radius operasional yang terbesar adalah 2400 Km yang berarti tidak mampu dicapai oleh pesawat Sukhoi Su-30. Sedangkan untuk Skenario keempat dihasilkan radius operasional yang dibutuhkan sebesar 554 Km, dimana nilai ini sudah mampu dicapai oleh prestasi terbang pesawat tempur IF-X / KF-X.