Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Strategi untuk Meningkatan Keuntungan Usahatani Cengkeh Berdasarkan Analisis Struktur Biaya di Minahasa, Sulawesi Utara Tulungen, Franky Reintje; Lengkong, Jemly; Karuntu, Rilya Patricia E.; Oping, Joy Marisca; Rumondor, Fadly Steven J.
FRONTIERS: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era industri 4.0 dan Masyarakat 5.0 kualitas sumber daya manusia dan kualitas lingkungan menjadi tujuan pembangunan. Memanfaatkan hasil analisis struktur biaya usahatani untuk menyusun program strategi untuk meningkatkan keuntungan petani cengkeh di Minahasa adalah tujuan penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kebijakan dengan dengan menggunakan metode Competitive Intelligence (CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya usahatani cengkeh di Minahasa didominasi oleh biaya variabel (VC) sebesar 90,33% dan biaya tetap (FC) hanya sebesar 9,77% dari total biaya (TC). VC yang memberikan sumbangan terbesar adalah biaya pemetikan dan pengeringan cengkeh (77,29%) sedangkan biaya pemeliharaan hanya 26,71%. Harga BEP cengkeh di Minahasa adalah Rp 79903 per kg. Berdasarkan struktur biaya, maka program stategis yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan keuntungan petani cengkeh adalah : (i) menyediakan talangan dana bagi petani cengkeh untuk biaya panen, (ii) meningkatkan produktivitas cengkeh per ha melalui perbaikan pemeliharaan cengkeh, (iii) mengurangi biaya pemeliharaan dengan menggunakan Drone, (iv) mengurangi biaya pengeringan dengan menggunakan teknologi DIC (détente instantanée contrôlée). (v) mengekstrak cengkeh dengan tehnologi DIC, (vi) membangun industri vanillin dan pembersih tangan (Hand Sanitizer), dan (vii) memperluas pemasaran cengkeh dengan menggunakan digital marketing. Saran kiranya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengolahan cengkeh dan pemasaran cengkeh.Kata kunci: program strategi, petani cengkeh, struktur biaya, harga BEP, keuntungan
INCREASING COMPETITIVE ADVANTAGE OF TOMATO FARMING BASED ON COST STRUCTURE WITH BUSINESS INTELLIGENCE APPROACH IN MINAHASA, INDONESIA Tulungen, Franky Reintje; Lempas, Jety Deisye; Lengkong, Jemly; Oping, Joy M; Lintong, Heibert
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9, Nomor 2, June 2025
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v9i2.37270

Abstract

Tomatoes are an important food for humans whose production and price must be maintained so that the commodity remains available to humans. The objectives of the study are (i) analyzing the cost structure of tomato farming in Minahasa district, Indonesia, (ii) analyzing strategies to increase the competitive advantage of tomato farmers based on the cost structure of tomato farming with a business intelligence (BI) approach in Minahasa district, Indonesia and (iii) provide recommendations for the concept of tomato farming technology based on improving the structure of tomato farming costs in Minahasa district, Indonesia. This research uses a quantitative approach with the BI method and was carried out in the tomato production center of Minahasa district, North Sulawesi. The results found that (i) the production cost structure of Apple Tomato farming, namely variable costs of Rp 53,600,054.44 / ha or 78.74 percent and fixed costs of Rp 14,475,057.00 / ha or 21.26 percent. Based on cost structure, the variable cost that can be reduced is human labor cost and the fixed cost that can be reduced is stake cost. The recommended innovations that can be applied are using tractors to replace human labor to make beds, and replacing bamboo stakes with plastic pipes. This innovation can increase the profit of tomato farming from Rp 99,122,272.83 per ha to Rp 108,456,162.83 or an increase of Rp 9333890.00 (9.42%) per ha and the BEP price from Rp 2,300 per kg to Rp 1,987.82 per kg or reduce by Rp 312.18 (13.57%) per kg.