Lisa Septia Dewi br. Ginting, Rosmilan Pulungan
Universitas Muslim Nusantara Al- Washliyah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Exploring Language Politeness in Mandailing Onang-Onang Oral Traditions: A Pathway to Enriching Islamic Education Rosmilan Pulungan; Hasanuddin WS; Novia Juita
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2025): Transformative Islamic Education in Pesantren and Madrasah
Publisher : Universitas Pesantren Kh abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v8i1.108

Abstract

Politeness in language is essential for fostering respectful communication and social harmony, particularly within cultural and religious contexts, yet its role in Islamic education remains underexplored. This study examines how the Mandailing Onang-Onang oral tradition encapsulates linguistic politeness strategies that reflect Islamic values and explores its potential contribution to Islamic education. Employing a qualitative ethnographic approach, the research utilizes participant observation, in-depth interviews with cultural practitioners, and analysis of recorded Onang-Onang performances framed through Brown and Levinson's politeness theory. The findings reveal that Onang-Onang employs key politeness strategies, such as indirectness, honorifics, and metaphorical expressions, which align with Islamic ethical principles of morality (akhlaq) and etiquette (adab). Furthermore, the study underscores the role of Onang-Onang in reinforcing communal ties and transmitting religious teachings. Integrating Onang-Onang into Islamic educational frameworks can enrich moral instruction, preserve cultural heritage, and strengthen learners' understanding of Islamic values, demonstrating its relevance in contemporary pedagogical settings.
Pengembangan Kompetensi Guru dalam Merancang Pembelajaran Bermakna melalui STEAM Berbasis Kearifan Lokal Elia Putri; Amanda Syahri Nasution; Auliana Nasution; Rosmilan Pulungan
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Amaliah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v10i1.6717

Abstract

Teacher competency development is a critical factor in improving the quality of learning in schools. However, many teachers still face challenges in designing learning experiences that integrate multiple disciplines in a contextual manner while effectively utilizing local wisdom as a learning resource. This community service program aimed to enhance the competencies of teachers at SMA Unggulan Ummurahmah Patumbak in designing meaningful learning through a local wisdom based STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) approach. The program was implemented through conceptual workshops, hands on learning design activities, collaborative discussions, and reflective sessions. The participants consisted of 20 teachers from various subject areas. Program evaluation was conducted using pretests and posttests, activity observations, and assessments of the learning tools developed by the participants. The results indicated improvements across all measured competency aspects, with the average score increasing from 53.8% in the pretest to 88.8% in the posttest.
Pengaruh Lingkungan Terhadap Jati Diri Siswa: Pengabdian Rosmilan Pulungan; M. Faisal Husna; Rahmadi Ali; Iqbal Febrian; Caity Tata Rahman; Nia Dytya Nifa; Litnia Br Barus; Refa Dwi Audina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4553

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana dan apa saja macam – macam pengaruh lingkungan terhadap jati diri siswa tepatnya di kelas XII-5 SMAN 21 Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, dimana untuk pelaksanaan tugas MKWK angkatan 2025 Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Berdasarkan hasil pengabdian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan pergaulan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan jati diri siswa. Lingkungan keluarga yang harmonis dan suportif memberikan dasar yang kuat bagi perkembangan emosional dan sosial siswa. Lingkungan sekolah, melalui interaksi dengan guru dan teman sebaya serta kegiatan ekstrakurikuler, berperan penting dalam mengembangkan minat, bakat, dan keterampilan sosial siswa. Sementara itu, lingkungan pergaulan, terutama teman sebaya dapat memengaruhi perilaku dan pandangan siswa terhadap diri sendiri. Ketiga lingkungan ini saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain dalam membentuk jati diri siswa. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, termasuk orang tua, guru, dan masyarakat, untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang positif dan suportif bagi siswa agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berkarakter, bertanggung jawab, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.