Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Debit pada Pintu Pengambilan Bebas Saluran Irigasi dengan Mempertimbangkan Elevasi Ambang Pengambilan dan Konsentrasi Sedimen (Studi Kasus: Irigasi Pengambilan Bebas Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta) Rahmawati, Suci; Pujiraharjo, Alwafi; Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sistem irigasi pengambilan bebas yang ada di Indonesia adalah intake Kalibawang, sungai Progo, Yogyakarta. Salah satu permasalahan yang terjadi pada intake Kalibawang Adalah debit yang masuk ke intake tersebut berada di bawah kebutuhan minimum yaitu 7 m3/detik, fenomena ini terjadi akibat perubahan morfologi sungai di sekitar intake karena lokasinya yang berada pada tikungan luar sehingga dasar sungai di depan intake mengalami gerusan pada saat megaliri debit tinggi. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan elevasi ambang pengambilan optimal untuk meningkatkan debit aliran yang masuk ke intake dengan pertimbangan kondisi sedimen yang dapat masuk ke intake. Analisis dilakukan dengan pemodelan numerik Delft3D 4-Flow menggunakan debit andalan (Q80%) sungai Progo sebesar 23,09 m3/detik dan waktu simulasi selama 16 hari. Variasi pemodelan dilakukan dengan penurunan bertahap sebesar 10 cm pada elevasi ambang intake. Hasil simulasi menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara penurunan elevasi ambang terhadap peningkatan debit yang masuk dengan debit maksimum yang dapat dihasilkan adalah 10,1 m3/detik dan konsentrasi sedimen layang di intake sebesar 2,82655 kg/m3. Berdasarkan analisis komparatif disimpulkan bahwa solusi optimal penurunan elevasi ambang intake sebesar 30 cm, yaitu dari +157 m menjadi +156,7 m. Elevasi ambang rencana ini mampu menghasilkan debit sebesar 7,9 m3/detik yang telah memenuhi kebutuhan debit operasional intake. Temuan ini merekomendasikan penyesuaian elevasi ambang intake pada bangunan pengambilan bebas Kalibawang sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan ketersediaan air irigasi. Kata Kunci: Optimalisasi Debit, Elevasi Ambang Intake, Debit Andalan, Konsentrasi Sedimen, Irigasi Kalibawang, Delft3D
Studi Pengaruh PenambahanĀ GroundsillĀ terhadap Sedimentasi di depan Pengambilan Bebas dengan Pendekatan Numerik (Studi Kasus: Bangunan Pengambilan Bebas Kalibawang, Sungai Progo, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta) Bulo, Octavian; Pujiraharjo, Alwafi; Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan morfologi Sungai Progo pada alur yang melewati tikungan menyebabkan permasalahan pada Free Intake Kalibawang, dimana terjadi erosi akibat adanya gerakan helikoidal aliran ketika melewati tikungan luar sungai. Erosi yang terus menerus terjadi mengakibatkan penurunan elevasi dasar sungai (degradasi) di depan bangunan pengambilan. Pada musim kemarau, penurunan dasar sungai menyebabkan penurunan elevasi muka air sehingga elevasi muka air rencana tidak tercapai sehingga debit rencana sebesar 7 m3/det yang masuk pengambilan juga tidak mencukupi. Penelitian ini mempelajari pengaruh penambahan groundsill terhadap sedimentasi di depan bangunan pengambilan Kalibawang agar dasar sungai yang sebelumnya mengalami degradasi dapat mengalami agradasi. Penelitian ini menentukan elevasi puncak groundsill dengan menjadikan elevasi saluran pengambilan sebagai batas. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan numerik menggunakan perangkat lunak Delft3D untuk melakukan simulasi aliran, transport sedimen, dan perubahan morfologi sungai. Domain pada simulasi ini menyesuaikan batimetri Sungai Progo yang berada di sekitar bangunan pengambilan Kalibawang. Groundsill direncanakan dengan tinggi 1,5 m dengan elevasi puncak pada +157 m, diletakkan di hilir bangunan pengambilan. Waktu perubahan morfologi yang terjadi yaitu selama selama satu bulan sungai mengalirkan debit hidrograf banjir. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan bahwa sedimentasi yang terjadi di depan bangunan pengambilan terlalu besar. Setelah simulasi, dasar sungai di depan pengambilan mengalami sedimentasi dengan nilai maksimum sebesar 9,5 m. Dilakukan pengecekan konsentrasi sedimen yang masuk dan hasilnya 2,66 kg/m3 yang melebihi persyaratan maksimum sebesar 0,4 kg/m3. Sehingga penambahan groundsill pada pengambilan bebas Kalibawang tidak efektif. Kata Kunci: Pengambilan Bebas, Groundsill, Sedimentasi, Morfologi Sungai, Software Delft3D