Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Error Correction Model (ECM) For Macroeconomic Factors And LQ45 Stock Price Index Yohanes Andri Putranto B; Bernadette Robiani; Mukhlis; Siti Rohima
Jurnal Ekonomi Vol. 29 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Ekonom dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/je.v29i2.2232

Abstract

This research aims to test the causal effects of the inflation rate empirically, the Rupiah exchange rate against the United States Dollar, and world crude oil prices on the LQ45 stock price index. In its testing, this research uses the Error Correction Model (ECM) and uses data every month from 2000 to 2022. The research results show that the inflation rate, exchange rate and world gold prices significantly affect the LQ45 stock price index. Furthermore, the inflation rate and exchange rate have a negative influence on the LQ45 index. Not optimal company growth due to high inflation and exchange rates will affect public market share demand, thereby reducing share prices. Then, world crude oil prices positively influenced the LQ45 index. These results support previous research findings that changes in world crude oil prices positively affect stock market prices in developing countries.
Pengaruh Tingkat Kemiskinan dan Putus Sekolah terhadap Partisipasi Angkatan Kerja di Provinsi Sumatera Selatan: Penelitian Nur Rahma Al Zaryah; Bernadette Robiani; Siti Rohima; Anna Yulianita; Yeni Anggraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3430

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Tingkat Kemiskinan dan Putus Sekolah terhadap Partisipasi Angkatan Kerja di Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan model terbaik yaitu Random Effect Model (REM), yang ditentukan berdasarkan hasil uji Chow dan Hausman. Data yang digunakan mencakup 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan selama periode 2020–2023, dengan variabel dependen partisipasi angkatan kerja serta dua variabel independen, yaitu tingkat kemiskinan dan angka putus sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap partisipasi angkatan kerja, sedangkan putus sekolah berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan tingkat kemiskinan akan menurunkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif, sedangkan pengaruh putus sekolah lebih terlihat secara tidak langsung melalui penurunan kualitas tenaga kerja. Temuan ini sejalan dengan teori labour supply dan human capital, yang menyatakan bahwa kesejahteraan ekonomi dan pendidikan merupakan faktor utama dalam mendorong produktivitas tenaga kerja. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan agar pemerintah memperkuat kebijakan pengentasan kemiskinan, memperluas akses pendidikan bagi penduduk usia sekolah, serta meningkatkan pelatihan vokasional bagi masyarakat miskin. Upaya tersebut selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 tentang Decent Work and Economic Growth, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Sumatera Selatan.
Pengaruh Ekspor, Luas Lahan, dan Hasil Produksi Karet Terhadap PDRB di Provinsi Sumatera Selatan Periode 2015-2024 Rahmi Ramadani; Putri Asri Sarafina; Siti Rohima; Anna Yulianita; Rela Sari
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.13572

Abstract

Sektor perkebunan karet memiliki peranan yang signifikan dalam perekonomian Provinsi Sumatera Selatan karena menjadi salah satu penyumbang utama terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Meski demikian, sektor ini menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga internasional, rendahnya tingkat produktivitas, serta dominasi lahan yang sudah tua, sehingga menurunkan nilai tambahnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh ekspor karet, luas lahan, dan tingkat produksi terhadap PDRB Provinsi Sumatera Selatan pada periode 2015–2024. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif melalui model regresi linier berganda (OLS) dengan memanfaatkan data sekunder dari BPS dan Dinas Perkebunan Sumatera Selatan. Uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan keandalan model. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekspor, luas lahan, dan produksi karet secara simultan berpengaruh signifikan terhadap PDRB dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,709. Namun secara parsial, ketiga variabel tersebut menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sektor melalui hilirisasi industri dan program peremajaan lahan agar kontribusi karet terhadap perekonomian daerah semakin optimal.
FAKTOR SOSIAL DAN KETENAGAKERJAAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL INDONESIA TAHUN 2015-2024 Doyoba Sie Pratama; Bernadette Robiani; Siti Rohima
E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana VOLUME.15.NO.01.TAHUN.2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EEB.2026.v15.i01.p02

Abstract

Pertumbuhan ekonomi menjadi indikator utama yang mencerminkan tingkat kesejahteraan serta keberhasilan pembangunan suatu negara. Dalam konteks Indonesia, perbedaan karakteristik sosial dan struktur ketenagakerjaan antar provinsi berpotensi memengaruhi arah dan kecepatan perkembangan ekonomi.  Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka, tenaga kerja formal, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi pada 34 provinsi di Indonesia selama kurun waktu 2015–2024. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mengolah data panel sekunder yang berasal dari BPS.  Regresi data panel digunakan dalam analisis, dan Uji Chow serta Hausman menunjukkan bahwa model terbaik yang sesuai adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil uji t menunjukkan bahwa penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka, dan tenaga kerja formal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil uji F juga menunjukkan bahwa pengaruh simultannya juga signifikan. Dengan Adjusted R-Squared sebesar 0,232, model tersebut menjelaskan sekitar 23,245 persen variasi pertumbuhan ekonomi.  Hal ini menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia yang semakin baik menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja ekonomi nasional. Economic growth is a primary indicator reflecting a nation’s level of welfare and development success. In the context of Indonesia, variations in social characteristics and labor structures across provinces may influence the direction and pace of economic development. This study examines the effects of the poor population, the open unemployment rate, formal labor, and the Human Development Index (HDI) on economic growth across 34 provinces in Indonesia during the period 2015–2024. A quantitative approach was employed using secondary panel data obtained from Statistics Indonesia (BPS). Panel data regression was applied, and the results of the Chow and Hausman tests indicate that the Fixed Effect Model (FEM) is the most appropriate specification. The t-test results show that the poor population, open unemployment rate, and formal labor have significant effects on economic growth, whereas the Human Development Index (HDI) does not exhibit a significant effect. The F-test results further confirm that the variables jointly have a significant effect on economic growth. With an Adjusted R-Squared value of 0.232, the model explains approximately 23.245 percent of the variation in economic growth. These findings emphasize that improving human capital quality remains a key factor in enhancing national economic performance.
Analisis Segmentasi Pasar pada Perusahaan Jasa Konsultan: Studi Kasus CV Patra Pandawa Palembang M. Reizky Satria Latuconsina; Siti Ardianti Puteri Utami; Ratih Hetty Wardhani; Didik Susetyo; Siti Rohima
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 3: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i3.13822

Abstract

Segmentasi pasar tenaga kerja pada perusahaan jasa konsultan memiliki peran penting dalam memahami dinamika produktivitas dan distribusi pendapatan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola segmentasi pasar pada CV Patra Pandawa di Palembang serta menilai hubungan faktor demografis—usia, jenis kelamin, pendidikan, dan status pendapatan formal maupun informal—dengan pendapatan per kapita tenaga kerja. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner, sementara pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data meliputi tabulasi silang untuk menggambarkan distribusi antarvariabel serta uji Chi-Square untuk menguji hubungan demografi dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel demografis tidak memiliki hubungan signifikan terhadap pendapatan per kapita, ditunjukkan oleh nilai signifikansi uji Chi-Square di atas 0,05. Namun, pola crosstab mengungkap kecenderungan bahwa tenaga kerja usia 26–35 tahun dan lulusan S1 memiliki distribusi pendapatan lebih baik dibanding kelompok lainnya. Penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan pendapatan lebih ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan pengalaman kerja. Temuan ini penting sebagai dasar perumusan strategi peningkatan kompetensi dan pemerataan peluang kerja dalam perusahaan.)
Pengaruh Sektor Industri Dalam Tranformasi Ekonomi Sumatera Selatan Periode 2015-2024 Muhammad, Muhammad; Muhammad Jossy Naufal; Siti Rohima; Rela Sari; Anna Yulianita
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 3: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i3.13825

Abstract

Sektor industri pengolahan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung transformasi ekonomi Sumatera Selatan, terutama dalam mempercepat pergeseran dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier yang lebih berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sektor industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan menggunakan metode analisis PDRB, Location Quotient (LQ), Static Location Quotient (SLQ), dan Shift Share pada periode 2015–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun sektor ini belum sepenuhnya dominan, sektor industri pengolahan memiliki prospek pertumbuhan yang cukup positif di masa depan, meskipun masih dihadapkan pada tantangan terkait fluktuasi pertumbuhan, infrastruktur yang terbatas, serta ketergantungan pada bahan baku. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan daya saing sektor industri pengolahan agar dapat lebih berkontribusi dalam mendukung transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif di Sumatera Selatan
Pengaruh Pertumbuhan UMKM dan Tingkat Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di 8 Provinsi Pulau Sumatera Indonesia Jati, Achmad Trisno; Sela Indra Lestari; Anna Yulianita; Siti Rohima; Rela Sari
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 3: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i3.13854

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh pertumbuhan UMKM dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di delapan provinsi Pulau Sumatera periode 2013–2024. Menggunakan data panel dan estimasi Fixed Effect Model, hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan UMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (koef. = 0,3595; p < 0,01), sedangkan tingkat pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan (koef. = −0,8103; p < 0,01). Model menjelaskan 86,8% variasi pertumbuhan ekonomi (Adjusted R² = 0,868). Temuan menegaskan peran UMKM sebagai pendorong pertumbuhan regional sekaligus menyoroti besarnya dampak pengangguran sebagai hambatan utama. Berdasarkan hasil tersebut direkomendasikan kebijakan terpadu berupa penguatan akses pembiayaan dan digitalisasi UMKM serta program pelatihan vokasi dan insentif penyerapan tenaga kerja untuk menurunkan pengangguran. Sinergi kebijakan pemberdayaan UMKM dan pengurangan pengangguran diperlukan untuk mewujudkan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di wilayah Sumatera.