Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kearifan Lokal Pemanenan Madu Hutan Masyarakat Desa Muara Ripung Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan Eko Pranandhita; Sidik Rahman Usop; Hendrik Segah
Journal of Environment and Management Vol. 1 No. 3 (2020): Journal of Environment and Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya dan (and) Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jem.v1i3.2565

Abstract

Forest honey is widely known as non-timber forest products (NTFPs) with high economic value and contains many beneficial substances for human body. Forest honey in several villages in South Barito district has been managed traditionally. This study aims to describe the processes of forest honey cultivation and the application of local wisdom values in a group of honeybee farmer in Muara Ripung Village, South Barito. A qualitative measurement through in-depth interview and field observations were applied in data collection and analysis. The results show that forest honey management helps to sustain forest area since forest is essential to support the availability of honey nest and bees feed. In addition, farmers also still use traditional harvesting tools and procedures as did by their predecessors.
Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Lokal Bawang Dayak sebagai Teh dalam Upaya Menurunkan Kadar Gula Darah Masyarakat Pereiz, Zimon; Ahmad Irawan; Hendrik Segah; Chuchita, Chuchita; Efriyana Oksal; Miranti Maya Sylvani; Aji Pamungkas; Herlita Esra Sari Sihotang; Yerinda Natalia Nenobais; Eni Uswatun Chasanah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1786

Abstract

Kesehatan masyarakat menjadi isu penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup, khususnya terkait penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Salah satu alternatif pencegahan dan penunjang pengobatan diabetes adalah pemanfaatan tanaman obat tradisional. Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia), yang merupakan tanaman lokal Kalimantan, diketahui memiliki kandungan bioaktif seperti flavonoid dan saponin yang berperan menurunkan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Habaring Hurung dalam memanfaatkan Bawang Dayak sebagai teh herbal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan teh celup Bawang Dayak yang higienis dan mudah dikonsumsi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, yakni dari 11,2% pada pre-test menjadi 97,2% pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 86%. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan pengolahan Bawang Dayak menjadi produk teh celup yang bernilai guna bagi kesehatan dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Dengan demikian, program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman lokal sebagai penunjang kesehatan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal sehingga berpotensi berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Culture-Based Justice: Legal Decisions on Forest and Land Fires by Indigenous People with Local Wisdom Approach in the Middle Sentence Juriyah Sadjid; Kumpiady Widen; Heriamariaty Heriamariaty; Hendrik Segah
Journal of The Community Development in Asia Vol 7, No 3 (2024): September 2024
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jcda.v7i3.3165

Abstract

The complex interaction between formal legal systems and indigenous local wisdom in managing forest and land fires in Central Kalimantan highlights the need for a nuanced regulatory approach. This study aims to explore how local wisdom is integrated into the formal legal framework governing forest and land fires by indigenous communities in the region. Conducted from September 2023 to April 2024, the research employed qualitative methods, including purposive sampling through interviews, observations, and field studies on local wisdom, focusing on community members and government agencies in Gunung Mas and Murung Raya regencies. The findings reveal that legal decisions concerning forest and land fires must incorporate the deep-rooted traditions and practices of indigenous communities, particularly those of the Dayak people. Their traditional agricultural practices and rituals, including pre-land use ceremonies, are integral to land management and fire prevention. This study concludes that aligning legal frameworks with local wisdom not only respects cultural heritage but also enhances the effectiveness of fire management policies. The implications suggest that policies should integrate traditional practices to create a more adaptive and sustainable legal system