Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Keluhan Iritasi Mata dengan Lama Kontak dan Kadar Klorin pada Air Kolam Renang Universitas Lampung Fahma Azizaturrahmah; Rani Himayani; Anggraeni Janar Wulan
Medula Vol 10 No 1 (2020): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v10i1.28

Abstract

Eye irritation is an inflammation of conjunctival layer caused by exposure of irritant substances such as chemicals. Chlorine in swimming pool water is one of the chemical substances that can cause eye irritation complaint at a certain level and time. This study aims to determine the relationship between eye irritation with contact time and swimming pool chlorine levels. The research design was quantitative with cross sectional method, with sampling technique of consecutive sampling. There were 96 participants. Chlorine levels were tested with chlorine meter then eye complaint and contact time were taken from the questionnaire filling. The analysis test was performed by using chi-square test. There was correlation between eye irritation with chlorine level with result of chi-square test p value = 0,002 and odds ratio equal to 4,577. There was correlation between eye complaint with chlorine contact time with chi-square test p value = 0,04 and odds ratio 2,857. Conclusion: Participants with chlorine exposure more than standard were at risk 4,577 times to have eye irritation than participants with chlorine exposure at standard. Participants with chlorine exposure more than 15 minutes were at risk 2,857 times to have eye irritation than participants with chlorine exposure less than 15 minutes.
Efek Tanin pada Kulit Buah Semangka (Citrulus lanatus) sebagai Antimalaria Hanna Mutiara; Fahma Azizaturrahmah
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit plasmodium yang hidup dan berkembang biak di dalam sel darah manusia yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp. Angka kejadian malaria yang tinggi menjadikan malaria sebagai salah satu masalah kesehatan di Indonesia maupun di dunia. Gejala malaria adalah demam, sakit kepala, malaise, anoreksia, dengan trias malaria berupa demam periodik, anemia, dan spleenomegali. Pengobatan terhadap malaria yang selama ini diberikan di Indonesia berupa artesunat, dehidroartemisinin, piperakuin, amodiakuin, kina dan klorokuin. Resistensi terhadap obat-obat antimalaria kini telah terjadi di berbagai daerah. Penelitian banyak dilakukan untuk menangani masalah resistensi terhadap antimalaria. Berbagai penelitian menunjukkan kandungan tumbuh-tumbuhan berperan dalam pengobatan malaria. Salah satu tumbuhan sebagai pengobatan malaria adalah semangka yang di dalamnya terkandung tanin. Tanin bekerja pada fase aseksual eritrositer, sehingga dapat menghambat plasmodium dalam menginfeksi eritrosit. Oleh karena itu, terjadi penurunan destruksi eritrosit dan penurunan invasi pada eritrosit baru, sehingga dapat menurunkan jumlah parasitemia.Kata Kunci: antimalaria, semangka, tanin