Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Jumlah Leukosit Darah Dan Pemeriksaan Mikroskopis Feses Terhadap Penyebab Infeksi Pada Penderita Diare Akut Usia 2–5 Tahun Yang Dirawat Di Rsud Ahmad Yani Kota Metro M. Haikal; Tri Umiana Soleha; Rika Lisiswanti
Medula Vol 10 No 1 (2020): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v10i1.36

Abstract

Diarrhea is the discharge of stool with a watery form and with more frequencies than usual. Diarrhea is a leading cause of death in children in developing countries with an interpretation of 1.3 billion events and 3.2 million deaths of toddler each year. Diagnosis of diarrhea is required, including complete blood count examination, serum electrolyte, urea and creatinine levels, faecal examination, and Enzym-linked immunosorbent assay (ELISA) giardiasis and serological test of amebiasis, and x-ray images of the abdomen. Stool examination and examination of blood leukocyte counts are closely related to the etiology of diarrheal diseases. The design of this study is comparative analytic with cross sectional approach to 16 DM patients and 16 subjects with impaired glucose tolerance (IGT). The data taken is primary data in the form of blood test result. The variables of this study are DM patients and subjects with IGT and the platelet indices (MPV and PDW-CV) of the two groups. A total of 19 respondents with elevated blood leukocytes with microscopic examination of bacterial/parasitic faeces were 17 respondents or 47% and with non bacterial/parasitic infections there were 2 respondents or 6%. Of the 17 respondents who did not increase blood leukocyte level there were 4 respondents or 11% with bacterial/parasitic infection and 13 respondents or 36% with infectious causes other than bacteria/parasite. Chi-square test results obtained ρ value = 0.00 ≤ α = 0.05. There is correlation between blood leukocyte count of microscopic examination of faeces in patients with acute diarrhea age 2-5 years.
Risiko Low Back Pain (LBP) pada Pekerja dengan Paparan Whole Body Vibration (WBV) M. Haikal; Sofyan Musyabiq Wijaya
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain (LBP) adalah gejala rasa sakit pada punggung bagian bawah yang dapat menjalar hingga kedua kaki penderitanya. Faktor risiko LBP meliputi faktor risiko individu dan pekerjaan. Faktor risiko individu termasuk berkurangnyadaya tahan otot pada os vertebralis bagian lumbal dan perubahan biokimia pada jaringan tulang menyebabkan kekakuan. Faktor risiko pekerjaan yaitu berupa postur punggung yang membungkuk atau berputar yang sering dan berkelanjutan,postur statis, pengangkatan barang, gerakan punggung yang berputar cepat yang berlebihan, dan paparan getaran seluruh tubuh atau whole body vibration (WBV) yang dapat menyebabkan penggunaan otot yang berlebihan (overuse) dan akhirnyaakan mengaktivasi nosiseptor lewat rangsang mekanik. Whole body vibration merupakan getaran yang terjadi di seluruh tubuh akibat alat kerja yang dihantarkan oleh sistem pendukung seperti tempat duduk. Mekanisme WBV dapat menyebabkan LBP berkaitan dengan peningkatkan creep effect kolumna vertebralis lumbal, kelelahan dan kerusakan di vertebral end plates sehingga mengurangi aliran nutrisi ke daerah tersebut dan menyebabkan degenerasi tulang belakang, serta adanya peningkatan vasoactive intestinal peptide (VIP) yang mengakibatkan rasa nyeri. Pencegahan utama LBP akibat WBV adalah upaya menghindari sumber penyebab dari LBP. Upaya tersebut antara lain yaitu hindari paparan WBV terlalu lama dengan memilih mesin yang anti getar, penggunaan peredam, atau sepatu anti getaran; atur waktu kerja istirahat kurang lebih 10 menit istirahat setiap 1 jam kerja; melakukan pemanasan sebelum bekerja; terapi cepat sesuai gejala; dan menjaga badan agar tetap hangat.Kata Kunci: low back pain, penyakit akibat kerja, whole body vibration The Risk of Low Back Pain (LBP) in