Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Oven Pemanggang Telur Asin pada UMKM Telur Asin Sekaran Gunungpati Semarang Subarkah, Danang; Maryono, Maryono; Kriswanto, Kriswanto; Apriyanto, Rahmat; Karsan, Karsan; Hasyim, Fuad
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.24596

Abstract

Kelompok usaha yang memproduksi telur asin dengan menggunakan metode perebusan. Hasil dari proses perebusan mengakibatkan telur asin yang dihasilkan, masih mengandung banyak kadar air dan daya tahan telur hanya 2 minggu. Peningkatan penghasilan dan penghematan operasional pembuatan telur asin dapat dilakukan dengan menerapkan alat untuk memasak sehingga kadar air berkurang dan hemat energi. Kualitas telur asin dapat tetap bernutrisi dan tahan lama melalui penerapan oven pemanggang. Metode pelaksanaan dari kegiatan berupa sosialisasi program pengabdian masyarakat, dan membuat oven pemanggang sesuai kebutuhan mitra dengan metode rancang bangun dan pabrikasi. Mitra dilatih untuk menggunakan alat pemanggang telur asin dan dievaluasi dengan metode uji coba dan pengamatan. Desain oven panggang dengan suhu 100oC dilengkapi dengan kontrol suhu, dan kapasitas memasak telur asin mencapai 450 butir Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat yakni mengatasi permasalahan produksi mitra melalui penerapan dan pelatihan oven pemanggang hemat energi kapasitas 450 butir dengan biaya produksi sebesar 0,3 kg gas elpiji atau senilai Rp1.800,00/proses. Penggunaan oven pemanggang dapat mengurangi kadar air dan dapat meningkatkan masa simpan telur asin dari sebelumnya 2 minggu menjadi 3 minggu.
PENGARUH PENGGUNAAN JOB SHEET BERBASIS DEMONSTRASI TERHADAP HASIL MENGASAH PAHAT BUBUT RATA KANAN DAN HASIL PEMBUBUTAN RATA Apriyanto, Rahmat; Yudiono, Heri
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan job sheet berbasis demonstrasi terhadap hasil mengasah pahat bubut rata kanan dan hasil pembubutan rata serta mengetahui hubungan antara hasil mengasah pahat bubut rata kanan dan hasil pembbutan rata. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimental desain dengan desain penelitian Pretest – Postest control grup design dengan subyek penelitian mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang yang menempuh mata kuliah praktik pemesinan bubut 1 berjumlah 40 mahasiswa kemudian pengambilan sampel menggunakan teknik sampling yang berupa Cluster Sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan tes hasil mengasah pahat dan tes hasil pembubutan kemudian data dianalisis menggunakan uji hipotesis yakni uji t berupa independen simple t-test dan pearson corelation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan job sheet berbasis demonstrasi memiliki pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan hasil belajar praktikum pemesinan bubut 1.  Hasil uji hipotesis posttest menunjukan nilai t hitung mengasah pahat bubut rata kanan sebesar 3,815 dan untuk pembubutan rata sebesar 2,217 sehingga lebih besar dari ttabel (1,686) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan job sheet berbasis demonstrasi memiliki pengaruh yang signifikan.  Peningkatan hasil praktik pada kelas eksperimen untuk kompetensi mengasah pahat bubut rata kanan meningkat sebesar 46,67% dan untuk kompetensi membubut rata sebesar 12,93%. Hasil mengasah pahat bubut rata kanan dan hasil pembubutan rata memiliki hubungan positif sebesar 0,282 atau dikategorikan memiliki hubungan yang rendah.
Penerapan Oven Pemanggang Telur Asin pada UMKM Telur Asin Sekaran Gunungpati Semarang Subarkah, Danang; Maryono, Maryono; Kriswanto, Kriswanto; Apriyanto, Rahmat; Karsan, Karsan; Hasyim, Fuad
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.24596

Abstract

Kelompok usaha yang memproduksi telur asin dengan menggunakan metode perebusan. Hasil dari proses perebusan mengakibatkan telur asin yang dihasilkan, masih mengandung banyak kadar air dan daya tahan telur hanya 2 minggu. Peningkatan penghasilan dan penghematan operasional pembuatan telur asin dapat dilakukan dengan menerapkan alat untuk memasak sehingga kadar air berkurang dan hemat energi. Kualitas telur asin dapat tetap bernutrisi dan tahan lama melalui penerapan oven pemanggang. Metode pelaksanaan dari kegiatan berupa sosialisasi program pengabdian masyarakat, dan membuat oven pemanggang sesuai kebutuhan mitra dengan metode rancang bangun dan pabrikasi. Mitra dilatih untuk menggunakan alat pemanggang telur asin dan dievaluasi dengan metode uji coba dan pengamatan. Desain oven panggang dengan suhu 100oC dilengkapi dengan kontrol suhu, dan kapasitas memasak telur asin mencapai 450 butir Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat yakni mengatasi permasalahan produksi mitra melalui penerapan dan pelatihan oven pemanggang hemat energi kapasitas 450 butir dengan biaya produksi sebesar 0,3 kg gas elpiji atau senilai Rp1.800,00/proses. Penggunaan oven pemanggang dapat mengurangi kadar air dan dapat meningkatkan masa simpan telur asin dari sebelumnya 2 minggu menjadi 3 minggu.
Menciptakan Model Pasar Tradisional Sehat Di Bengkulu Ditinjau dari Persepsi Pedagang Pembeli dan Pengelola Pasar Darwis; Dihamri; Roby, Agung; Apriyanto, Rahmat
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 3 (2022): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.483 KB) | DOI: 10.20527/jdk.v10i3.90

Abstract

Kondisi pasar tradisional di Bengkulu yang kurang baik menjadi alasan utama peneliti melakukan penelitianini, baik dari segi sanitasi masih terkendala seperti ketersediaan air yang tidak mencukupi dan sistempengelolaan sampah yang kurang baik. Selain itu, pasar yang tidak memperhatikan aspek kesehatan dapatmenjadi sumber perkembangan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi pasar,persepsi pemberdayaan, dan bagaimana menciptakan model pasar yang sehat bagi para pedagang untukmeningkatkan kebersihan pada pasar tradisional di kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif dan kuantitatif (mix method) dengan pendekatan deskriptif fenomenologi. Narasumber penelitiandipilih dengan teknik purposive sampling di pasar Barukoto dan pasar Panorama, yang terdiri dari pengelolapasar, pedagang, dan pembeli. Sampel penelitian ini terdiri dari 45 pedagang, 40 pembeli, dan 11 pengelola.Penelitian ini mendapatkan berbagai persepsi tentang kondisi higienis dan sanitasi pasar tradisional diBengkulu. Secara umum, masyarakat pasar (pedagang, pembeli, dan pengelola) di pasar Panorama merasa lebihdominan dalam hal kepuasan terhadap kondisi kebersihan dan sanitasi pasar. Dari 26 aspek persepsi penilaian,hampir setengahnya (47%) menilai cukup, dianggap baik, 37% merasa kurang dari 15%. Masyarakat PasarBarukoto memiliki persepsi yang kurang dalam pengelolaan sampah terhadap ketersediaan sarana pembuangansampah, akibatnya sampah menumpuk dan berserakan di lokasi-lokasi tertentu. Padahal persepsi sebagian besarmasyarakat pasar bahwa sistem pengelolaan sampah di Pasar Barukoto sudah baik dan memuaskan. 
PENGEMBANGAN KPOP PLUS BERBASIS DIGITAL UNTUK EFISIENSI DAN TRANSPARANSI LAYANAN ORTOTIK PROSTETIK DI RSUD SUMBERGLAGAH Sunarto, Gatot; Rahmadho, Praviko; Winardi, Bahana Rizka; Septianiputri, Dea; Apriyanto, Rahmat; Permatasari, Riska
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i8.12263

Abstract

Background: Access to orthotic–prosthetic services is often limited by administrative delays, patient unpreparedness, and inefficient workflows, particularly in developing countries. KPOP Plus (Integrated Orthotic–Prosthetic Service Channel) was developed at RSUD Sumberglagah to address these challenges by integrating two prior innovations: KPOP, a WhatsApp-based pre-visit consultation service, and SI-KEPO, a digital system for monitoring service progress. Methods: A quasi-experimental design with mixed-methods was employed in 2025, involving 250 purposively selected patients from a total of 880. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, paired t-tests, Wilcoxon tests, and Spearman correlations to assess administrative and medical readiness, staff efficiency, progress transparency, and patient satisfaction. Results: Implementation of KPOP and SI-KEPO significantly improved service outcomes: patient understanding of service processes increased from 3.21 to 4.61 (p<0.001), administrative readiness from 3.08 to 4.55 (p<0.001), overall satisfaction from 3.98 to 4.67 (p<0.001), and progress transparency from 28% to 86%. The integrated KPOP Plus platform is projected to reduce service delays by up to 90%, enhance workflow efficiency, and increase patient satisfaction to 97% in 2026. Achievements include nomination in the 2024 East Java Innovation Government Awards, administrative qualification in the 2025 KIPP–SINOVIK, and recognition as 2025 Top Innovation Kovablik Award. Conclusion: KPOP Plus provides a replicable, sustainable model for digital transformation in orthotic–prosthetic services, improving efficiency, transparency, and patient-centered care in public healthcare facilities.
INOVASI KONSULTASI ORTOTIK PROSTETIK BERBASIS WHATSAPP MENINGKATKAN AKSES DAN KESIAPAN PELAYANAN Sunarto, Gatot; Apriyanto, Rahmat; Septianiputri, Dea; Permatasari, Riska; Rahmadho, Praviko
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 6 No 1 (2026): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v6i1.7747

Abstract

Akses pelayanan ortotik prostetik (OP) di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan fasilitas layanan, jarak geografis, kesiapan medis pasien, serta kelengkapan administrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kondisi ini berdampak pada keterlambatan pelayanan, meningkatnya biaya transportasi pasien, serta rendahnya pemanfaatan layanan ortotik prostetik. RSUD Sumberglagah sebagai rumah sakit rujukan rehabilitasi medik mengembangkan inovasi KPOP (Konsultasi Pelayanan Ortotik Prostetik) berbasis aplikasi WhatsApp sebagai solusi konsultasi daring tanpa biaya sebelum pasien datang ke rumah sakit. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi inovasi KPOP serta dampaknya terhadap peningkatan akses dan kesiapan pelayanan ortotik prostetik. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan memanfaatkan data pelayanan sebelum dan sesudah inovasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan jumlah kunjungan pasien, penurunan signifikan ketidaksiapan kondisi stump dan kegagalan administrasi, serta peningkatan kepuasan pasien. Inovasi KPOP terbukti efektif dalam meningkatkan aksesibilitas, efisiensi pelayanan, dan kualitas layanan ortotik prostetik.