Asmi, Sarah Ayu Budi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Pelayanan Kesehatan di Wilayah dengan Angka Kematian Bayi (AKB) Tinggi Asmi, Sarah Ayu Budi; Dewi, Arlina
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (s) (2008): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1 (s).1645

Abstract

Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia has been decrease but it is still high compared with the other ASEAN’s countries, the third higher rank in ASEAN, after Laos and Burma. Indirect causes of IMR include health services, relative difficult to be solved so it is still influence health status disparity of rural and urban area. High IMR regions should be more concerned, such as Pejawaran District which has a high IMR in 5years recent are 46,8/1.000 birth life on 2007, that is higher than national’s IMR are 26,9/1.000 birth life. The objective of this study is to evaluate health services (antenatal andperinatal care) in a high IMR region, Pejawaran District. This study use observational method with survey approach. The population is Pejawaran District ’s community. The samples are housewives who live at this district minimum 5 years and given birth minimum 1 life baby born. Ninety seven samples are selected by Lameshow formula of sample size and were selected by unproportional simple random from 3 villages that are selected by purposive sampling. The result are analyzed by descriptive analysis Generally, maternal-neonatal health care in Pejawaran district are good. There is needed an effort to make health cost and health care location more affordable and accessible for all Pejawaran ’s communities.Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia telah menurun, tetapi masih tinggi dibandingkan anggota ASEAN lain yaitu peringkat ketiga setelah Laos dan Burma. Penyebab tidak langsung AKB termasuk pelayanan kesehatan relatif sulit ditanggulangi sehingga masih menimbulkan disparitas antarpedesaan-perkotaan. Daerah dengan AKB tinggi perlu lebih diperhatikan, seperti Kecamatan Pejawaran yang selalu tinggi dalam 5 tahun terakhir yaitu 46,8/1.000 kelahiran hidup pada tahun 2007, terlihat lebih tinggi dari AKB nasional yaitu 26,9/1.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan (perawatan antenatal dan perinatal) di wilayah dengan AKB tinggi, yaitu Kecamatan Pej awaran. Penelitian ini menggunakan metode observasional pendekatan survei. Populasi penelitian adalah masyarakat Kecamatan Pej awaran, dengan sampel ibu rumah tangga yang pernah melahirkan minimal satu bayi lahir hidup dan tinggal di kecamatan ini minimal selama 5 tahun. Sampel sebesar 97 ditentukan berdasarkan rumus besar sampel Lameshow dan diambil secara unproporsional simple random dari tiga desa yang ditentukan secara purposive sampling. Data diolah dengan analisis deskriptif. Secara umum didapatkan hasil, pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di Kecamatan Pejawaran cukup baik, biaya kesehatan dan lokasi tempat pelayanan kesehatan perlu diupayakan supaya lebih terj angkau dan tercapai bagi seluruh masyarakat Kecamatan Pej awaran.
Evaluasi Pelayanan Kesehatan, Perilaku Masyarakat, dan Lingkungan di Wilayah dengan Angka Kematian Bayi (AKB) Tinggi Dewi, Arlina; Sulistyawati, Endang; Asmi, Sarah Ayu Budi; Arini, Merita
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1.1585

Abstract

Recently, Pejawaran District has high IMR minimal 5 year and higher than national average. The aims of this research are to evaluate health care, community behavior, and environment in Pejawaran District. This research uses observational method with survey approach. The 97 sample are women who ever deliver the life baby and live in Pejawaran for 5 years. Maternal-neonatal health cares in Pejawaran are good, which are enough in available, acceptable-continuely, accessible, affordable, and good quality. Health behaviors are various and some components should be more concerned (proper washing hand, brushing teeth, “kadarzi”, birth attendance, health insurance and smoking). Illness behaviors are still low, especially mother knowledge. Sick role behaviors are various especially the community efforts to take medication. Achievement is good in the knowledge of health care places and the understanding of the rights of sick people although the understanding of the duties is low. Unfulfilled health housing component are ratio wide house with family members (22,7%), floor (51,5%), wall (49,5%), roof (3,1%), ventilation (66%), lighting (20,6%), and cages of animal (51,6%). Unfulfilled health basic sanitation are the drinking water source (100%), excreta disposals (87%), garbage bin (4,1%), andwaste water disposal (50,5%). The conclution are maternal-neonatal health care in Pejawaran District have fulled requirement; health related behaviors achievement are various, but mostly must be increased; and the majority environment archievement haven ’t fulled health requirements yet.Kecamatan Pejawaran memiliki AKB tinggi selama 5 tahun terakhir dan lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pelayanan kesehatan, perilaku masyarakat, dan lingkungan di Kecamatan Pejawaran. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan survei. Sampel sebanyak 97 yaitu ibu yang pernah melahirkan 1 bayi lahir hidup dan tinggal di Pejawaran minimal 5 tahun. Pelayanan kesehatan maternal-neonatal cukup tersedia, dapat diterima-berkelanjutan, mudah dicapai, dapat dijangkau, dan berkualitas. Perilaku sehat masyarakat bervariasi, komponen yang masih memerlukan perhatian adalah mencuci tangan dengan benar, menggosok gigi, kadarzi, penolong persalinan, asuransi kesehatan dan merokok. Perilaku sakit masih rendah khususnya pengetahuan ibu. Perilaku peran sakit beragam khususnya perilaku mencari kesembuhan. Pengetahuan adanya tempat pelayanan kesehatan dan kepemahaman terhadap hak orang sakit tercapai dengan baik walaupun kepemahaman terhadap kewajiban orang sakit masih rendah. Komponen rumah yang belum mencapat syarat kesehatan adalah kepadatan rumah (22,7%), lantai (51,5%), dinding (49,5%), langit-langit (3,1%), ventilasi (66%), pencahayaan (20,6%), dan kandang ternak (51,6%). Sanitasi dasar yang belum mencapat syarat kesehatan adalah sumber air bersih (100%), sarana pembuangan kotoran (87%), sarana pembuangan sampah (4,15%), dan sarana pembuangan limbah (50,5%). Kesimpulan yang diperoleh adalah pelayanan kesehatan maternal-neonatal Kecamatan Pejawaran sudah memenuhi syarat; cakupan perilaku masyarakat terkait kesehatan beragam, namun sebagian besar harus diperbaiki; dan cakupan komponen lingkungan sebagian besar belum memenuhi syarat kesehatan.
Evaluasi Pelayanan Kesehatan di Wilayah dengan Angka Kematian Bayi (AKB) Tinggi Asmi, Sarah Ayu Budi; Dewi, Arlina
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1(s) (2008): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1 (s).1645

Abstract

Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia has been decrease but it is still high compared with the other ASEAN’s countries, the third higher rank in ASEAN, after Laos and Burma. Indirect causes of IMR include health services, relative difficult to be solved so it is still influence health status disparity of rural and urban area. High IMR regions should be more concerned, such as Pejawaran District which has a high IMR in 5years recent are 46,8/1.000 birth life on 2007, that is higher than national’s IMR are 26,9/1.000 birth life. The objective of this study is to evaluate health services (antenatal andperinatal care) in a high IMR region, Pejawaran District. This study use observational method with survey approach. The population is Pejawaran District ’s community. The samples are housewives who live at this district minimum 5 years and given birth minimum 1 life baby born. Ninety seven samples are selected by Lameshow formula of sample size and were selected by unproportional simple random from 3 villages that are selected by purposive sampling. The result are analyzed by descriptive analysis Generally, maternal-neonatal health care in Pejawaran district are good. There is needed an effort to make health cost and health care location more affordable and accessible for all Pejawaran ’s communities.Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia telah menurun, tetapi masih tinggi dibandingkan anggota ASEAN lain yaitu peringkat ketiga setelah Laos dan Burma. Penyebab tidak langsung AKB termasuk pelayanan kesehatan relatif sulit ditanggulangi sehingga masih menimbulkan disparitas antarpedesaan-perkotaan. Daerah dengan AKB tinggi perlu lebih diperhatikan, seperti Kecamatan Pejawaran yang selalu tinggi dalam 5 tahun terakhir yaitu 46,8/1.000 kelahiran hidup pada tahun 2007, terlihat lebih tinggi dari AKB nasional yaitu 26,9/1.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan (perawatan antenatal dan perinatal) di wilayah dengan AKB tinggi, yaitu Kecamatan Pej awaran. Penelitian ini menggunakan metode observasional pendekatan survei. Populasi penelitian adalah masyarakat Kecamatan Pej awaran, dengan sampel ibu rumah tangga yang pernah melahirkan minimal satu bayi lahir hidup dan tinggal di kecamatan ini minimal selama 5 tahun. Sampel sebesar 97 ditentukan berdasarkan rumus besar sampel Lameshow dan diambil secara unproporsional simple random dari tiga desa yang ditentukan secara purposive sampling. Data diolah dengan analisis deskriptif. Secara umum didapatkan hasil, pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di Kecamatan Pejawaran cukup baik, biaya kesehatan dan lokasi tempat pelayanan kesehatan perlu diupayakan supaya lebih terj angkau dan tercapai bagi seluruh masyarakat Kecamatan Pej awaran.