Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram Dan Jamur Merang Pada Media Alternatif Tepung Biji Jewawut Dengan Konsentrasi Yang Berbeda Suparti, Suparti; Sholihah, Zaimatu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: Maret 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.13942

Abstract

Karbohidrat merupakan nutrisi yang paling dibutuhkan miselium jamur untuk tumbuh. Tepung biji jewawut memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti kentang untuk pembuatan bibit F0. Kentang mengandung  19,10 g karbohidrat, sedangkan tepung biji jewawut memiliki kandungan karbohidrat sebesar 68,32 g. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram dan jamur merang yang ditumbuhkan pada media tepung jewawut dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi media tepung biji jewawut dan jenis jamur. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rerata pertumbuhan miselium jamur terbaik pada J2T2 (Konsentrasi tepung biji jewawut 15%, indukan jamur merang) yaitu dengan diameter 3,1 cm dan miselium yang rapat. Sedangkan rerata pertumbuhan miselium jamur terendah pada J1T3 (Konsentrasi tepung biji jewawut 20%, indukan jamur tiram) dengan miselium yang tidak mengalami pertumbuhan.
Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Merang pada Media Alternatif Tepung Biji Jewawut dengan Konsentrasi yang Berbeda Sholihah, Zaimatu; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.307 KB)

Abstract

Biji jewawut selama ini hanya dimanfaatkan sebagai pakan burung dan alternatif bahan pangan yang kurang dikenal. Tepung biji jewawut dalam 100 g memiliki kandungan karbohidrat sebanyak 68,32%, air 12,86%, abu 2,67%, lemak 9,03%, protein 7,12% dan serat 10,86%, sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan miselium jamur merang untuk tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan miselium bibit F0 jamur merang pada media tepung biji jewawut dengan konsentrasi yang berbeda. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola 1 faktor yaitu konsentrasi media tepung biji jewawut 10%, 15% dan 20% dengan 2 kali pengulangan Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rerata pertumbuhan miselium jamur merang terbaik pada konsentrasi tepung biji jewawut 15% (K2) dengan diameter miselium 3,1 cm dan miselium yang rapat. Sedangkan rerata pertumbuhan miselium jamur yang kurang optimal pada konsentrasi tepung biji jewawut 20% (K3) dengan diameter miselium 1 cm dan miselium yang tidak rapat.