Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Pilar

KH ABD MUIN YUSUNF: PERJUANGAN, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA DI SULAWESI SELATAN Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol 2, No 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebutan Anregurutta baru muncul kemudian populer di sekitar awal tahun 2007. Sebutan ini dinisbatkan pada seorang figur ulama yang diakui keilmuannya, dan telah banyak memberikan sumbangsih dakwah bagi perkembangan Islam di tanah Bugis Makassar. Oleh karena itulah, maka KH Abdul Muin Yusuf bagi generasi kini menyebutnya Anregurutta (mahaguru agama Islam) yang dihormati. Mengapa? Karena KH Abdul Muin Yusuf, selain ahli hukum perbandingan mazhab, beliau juga adalah seorang aktivis, baik di bidang politik dan dakwah. Beliau pernah menjadi anggota DPRD selama dua periode, menjadi ketua Majelis Ulama Sulawesi Selatan, penulis tafsir al-Quran dalam bahasa Lontara Bugis, pejuang kemerdekaan dan sempat bergabung dengan gerakan Darul Islam-Tentara Islam Indonesia (DI/TII) bersama Abdul Qahhar Mudzakkar. KH Abdul Muin Yusuf memang wajar dikenang dan ditulis sejarahnya sebagai pejuang dan pemikir, sehingga wajar jika dalam tulisan ini penulis tertarik mengangkatnya sebagaimana sebuah tema yang agak unik ini.Kata kunci: Anregurutta; Pesantren, Tafsir Al-Quran Lontara Bugis
Motivasi Belajar Anak Dalam Rumah Tangga Menurut Pendidikan Islam Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol. 3 No. 1 (2012): JURNAL PILAR PILAR, JUNI 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/wpmhcg03

Abstract

Motivasi belajar peserta didik, tidak perlu terpaku atau hanya cenderung pada satu teori motivasi saja. Karena pada dasarnya, teori-teori tersebut jika dihubungkan dengan manusia sebagai pribadi dalam kehidupan sehari-harinya, memiliki hubungan yang komplementer. Seringkali diketemukan di bidang pendidikan di mana guru mengalami kesulitan dalam merangsang gairah belajar peserta didiknya. Guru yang piawai dalam menerapkan metode pengarahan dan motivasi belajar di dalam kelas, akan cenderung lebih mudah untuk mengarahkan peserta didiknya untuk betah tinggal di dalam kelas dan mengikuti proses belajar mengajar, dibandingkan dengan guru yang kurang mampu menerapkan metode tersebut. Ditegaskan di sini bahwa pendidikan Islam itu suatu upaya membimbing mengarahkan dan membina peserta didik yang dilakukan secara sadar dan terencana agar terbina suatu kepribadian yang utama sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.Kata kunci: motivasi belajar; metode pengajaran; pendidikan Islam
Peradaban Islam di Nusantara: Kontinuitas, Perubahan, dan Warisan Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/h67tny69

Abstract

Artikel ini mengkaji perkembangan peradaban Islam di Nusantara dengan menekankan tiga aspek utama: kontinuitas, perubahan, dan warisan. Sejak masuknya Islam melalui jalur perdagangan, dakwah, dan jaringan ulama pada abad ke-13, proses Islamisasi tidak berlangsung secara revolusioner, melainkan melalui interaksi yang akomodatif dengan tradisi lokal, Hindu-Buddha, dan adat yang telah mapan. Kontinuitas peradaban Islam terlihat dalam bertahannya lembaga pendidikan Islam tradisional seperti pesantren di Jawa dan surau di Sumatera yang hingga kini masih memainkan peran penting dalam transmisi ilmu keislaman. Selain itu, praktik sosial keagamaan yang menekankan musyawarah, gotong royong, dan etika kolektif merupakan warisan berkelanjutan dari nilai-nilai Islam Nusantara. Perubahan dalam peradaban Islam tampak jelas pada era kolonialisme Eropa, ketika pendidikan Barat mulai menggeser sistem pendidikan tradisional. Namun, tantangan tersebut justru memunculkan gerakan pembaruan Islam dengan lahirnya organisasi seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang berusaha mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan modernitas. Pasca-kemerdekaan, Islam juga mengalami perubahan dalam peran politiknya, baik sebagai bagian dari gerakan kebangsaan maupun dalam merespons dinamika ideologi negara. Warisan peradaban Islam Nusantara dapat dijumpai dalam berbagai aspek, mulai dari arsitektur masjid, hukum adat yang bernafaskan syariat, karya sastra keagamaan, hingga nilai inklusivitas yang memperkuat identitas kebangsaan Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan historis-analitis berdasarkan sumber primer dan sekunder, kajian ini menunjukkan bahwa peradaban Islam Nusantara memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter bangsa Indonesia yang pluralis, religius, dan berkeadaban, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan masyarakat di era kontemporer.
PENGAJARAN BAHASA DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol. 1 No. 2 (2010): JURNAL PILAR, DESEMBER 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/s2ad8497

Abstract

Berbahasa adalah suatu kegatan yang dilakukan oleh manusia setiap saat sejak bangun dari tidur, bahkan kadang-kadang di waktu tidur atau mimpi. Sehingga berbahasa menjadi sesuatu yang normal dan alamiah. Bahasa-bahasa dunia ini memiliki ragam bentuk yang berbeda, bergantung pada perbedaan kelompok masyarakat pemakainya dalem berkomunikasi Banyaknya kelompok dalam masyarakat dunia menyebabkan munculnya berbagai jenis bahasa yang tersebar di pelosok dunia, termasuk di antaranya adalah Bahar Arab. Bahasa Arab selain memiliki arti agama, juga memiliki arti penting sebagai medium budaya dalam masyarakat muslim. Bahasa Arab dipakai oleh orang-orang yang hidup di Jazirah Arab, yang kemudian berpindah ke berbagai negara termasuk lndonesia. Kedudukan istimewa yang dimiliki oleh bahasa Arab di antara bahasa-bahasa lain di dunia karena ia berfungai sebagai bahasa al-Quran dan Hadis serta kitab-kitab agama Islam lainnya.Kata kunci: Bahasa Arab; Kebudayaan; Bahasa al-Quran
KH ABD MUIN YUSUNF: PERJUANGAN, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA DI SULAWESI SELATAN Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol. 2 No. 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jb1mgz43

Abstract

Sebutan Anregurutta baru muncul kemudian populer di sekitar awal tahun 2007. Sebutan ini dinisbatkan pada seorang figur ulama yang diakui keilmuannya, dan telah banyak memberikan sumbangsih dakwah bagi perkembangan Islam di tanah Bugis Makassar. Oleh karena itulah, maka KH Abdul Muin Yusuf bagi generasi kini menyebutnya Anregurutta (mahaguru agama Islam) yang dihormati. Mengapa? Karena KH Abdul Muin Yusuf, selain ahli hukum perbandingan mazhab, beliau juga adalah seorang aktivis, baik di bidang politik dan dakwah. Beliau pernah menjadi anggota DPRD selama dua periode, menjadi ketua Majelis Ulama Sulawesi Selatan, penulis tafsir al-Quran dalam bahasa Lontara Bugis, pejuang kemerdekaan dan sempat bergabung dengan gerakan Darul Islam-Tentara Islam Indonesia (DI/TII) bersama Abdul Qahhar Mudzakkar. KH Abdul Muin Yusuf memang wajar dikenang dan ditulis sejarahnya sebagai pejuang dan pemikir, sehingga wajar jika dalam tulisan ini penulis tertarik mengangkatnya sebagaimana sebuah tema yang agak unik ini.Kata kunci: Anregurutta; Pesantren, Tafsir Al-Quran Lontara Bugis
Interaksi Pembelajaran Efektif untuk Mencapai Prestasi Tertentu Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol. 3 No. 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/wqzg6c68

Abstract

Pendidikan dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan individu berbeda. Pendidikan tidak hanya mencakup pengembangan intelektual saja, akan tetapi lebih ditekankan pada proses pembinaan kepribadian anak didik secara menyeluruh sehingga anak menjadi dewasa. Karena itu pendidikan pada dasarnya merupakan usaha manusia (pendidik) untuk dengan penuh tanggungjawab membimbing anak menjadi dewasa. Usaha sadar tersebut dilakukan dalam bentuk pembelajaran, di mana ada pendidik yang melayani para siswanya melakukan kegiatan belajar dan pendidik menilai atau mengukur tingkat keberhasilan siswa tersebut. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan, interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu, merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar mempunyai arti yang luas tidak sekadar hubungan guru dan siswa. Tetapi berupa interaksi edukatif berupa penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar.Kata Kunci: interaksi edukatif, intelegensia, pembelajaran efektif