Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Universitas Siliwangi tentang Pendidikan Bela Negara (PBN) yang Tepat untuk Pendidikan Tinggi Yunita - -
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v3i1.4673

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiwa tentang Pendidikan Bela Negara (PBN) yang tepat sesuai dengan perkembangan kebutuhan mahasiswa di Universitas Siliwangi (UNSIL). Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, kuantitatif dan kualitatif dengan pola “the dominant-less dominat design”. Bagian pertama menggunakan pendekatan kuantitatif, yakni melalui metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa peserta kegiatan Pendidikan Bela Negara UNSIL Tahun 2020 yaitu 2846 mahasiswa dan survey dilakukan kepada sampel yaitu 200 mahasiswa dari berbagai jurusan. Sementara, untuk pendekatan kualitatif, dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap 15 mahasiswa peserta PBN dari berbagai jurusan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Persepsi tentang desain bela negara yang dibutuhkan, sebagian besar mahasiswa (38%) memilih Super Camp sebagai bentuk kegiatan yang di butuhkan, dengan alasan lebih menyenangkan, lebih dekat dengan alam, terkesan serius tapi santai. Sebagian besar lainnya (36%) memilih model Wajib Militer sebagai bentuk pendidikan bela negara yang dibutuhkan. Sebagian mahasiswa (20%) memilih berbentuk penyampaian materi, yang menarik. Mahasiswa lainnya (6%) memeberikan option (d) yaitu lainnya, dengan mencantumkan: 1) pengenalan wilayah Indonesia, batas negara, bentuk ancaman yang harus ditaklukan, dll. 2) Camping & Survival, 3) pendidikan karakter, 4) materi & prakteknya, 5) kegiatan yang membentuk mental.
Penanaman Nilai-Nilai Demokrasi Melalui Pembelajaran IPS Sub Pokok Pluralitas (Studi Kasus di SMP Islam Terpadu Nuurusshidiiq Kota Cirebon) Fadillah Fadillah; Cecep Sumarna; Yunita Yunita
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v3i2.4876

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penanaman nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran IPS sub pokok pluralitas di kelas VIII SMP Islam Terpadu Nuurusshidiiq Kota Cirebon. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai demokrasi, cara penanaman nilai-nilai demokrasi, faktor pendorong dan penghambat nilai-nilai demokrasi, serta mengintegrasikan strategi nilai-nilai demokrasi dalam sistem pendidikan, terutama pada aspek pembelajaran di kelas VIII SMP Islam Terpadu Nuurusshidiiq Kota Cirebon. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode study kasus. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai demokrasi telah ditanamkan dengan baik dalam pembelajaran IPS. Nilai-nilai demokrasi yang dikembangkan dengan baik diantaranya nilai toleransi, nilai kebebasan berkelompok, nilai kebebasan berpendapat, kerjasama dengan sesama, percaya diri. Cara penanaman nilai-nilai demokrasi dengan menggunakan metode diskusi, tanya jawab, ceramah, di luar kelas dan demonstrasi. Faktor pendorong penanaman nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran IPS adalah pendidik, sarana prasarana, dan budaya di sekolah. Faktor penghambat dalam penanaman nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran IPS adalah alokasi waktu dan kurangnya motivasi dalam diri siswa.  ABSTRACTThis study aims to describe the cultivation of democratic values through social studies learning, the sub-subject of plurality in class VIII of SMP Islam Terpadu Nuurusshidiiq, Cirebon City. In addition, this study aims to determine democratic values, how to instill democratic values, driving and inhibiting factors for democratic values, and integrate the strategy of democratic values in the education system, especially in the aspects of learning in class VIII of SMP Islam Terpadu Nuurusshidiiq Cirebon City. This study's data collection uses a qualitative and case study approach. This study used observation, interviews, and documentation. The results showed that democratic values had been well instilled in social studies learning. Well-developed democratic values include the value of tolerance, the value of freedom of the group, the value of freedom of opinion, cooperation with others, and self-confidence. How to instill democratic values by using the methods of discussion, question and answer, lectures, outside the classroom, and demonstrations. The driving factors for cultivating democratic values through social studies learning are educators, infrastructure, and school culture. The inhibiting factor in cultivating democratic values through social studies learning is the allocation of time and the lack of motivation in students.
The National Defense Education as Students’ Character Education Yunita Yunita; Nastiti Mufidah
International Journal of Education and Humanities Vol. 2 No. 4 (2022): International Journal of Education and Humanities (IJEH)
Publisher : Ilmu Inovasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.565 KB) | DOI: 10.58557/ijeh.v2i4.124

Abstract

Global society is entering a new stage of development called the Fourth Industrial Revolution (Industry 4.0). The rapid and massive development of digital technology has pushed the world into a new industrial order. The new industrial order presents opportunities as well as challenges for young generation. Character education, a value education involving knowledge (cognitive aspect), feeling, and action, is projected to be able to prepare young generation to face Industry 4.0. The purpose of this study was to describe the implementation of National Defense Education as a medium for developing student character at Siliwangi University (UNSIL) specially defending the state value. This is qualitative research using a case study design. The research subjects in this study were the parties involved in the National Defense Education held by Siliwangi University. The research results suggest that the National Defense Education was a tentative semi-military education. This activity is generally aimed at character building, especially to build students’ awareness of the nation, discipline, kinship, and independence.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL DAN PEMBUATAN TOKO ONLINE (ONLINE SHOP) UNTUK PROMOSI PRODUK USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM)DI DESA TUK KABUPATEN CIREBON Yunita Yunita; Yanti Kusnawati
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v3i2.5243

Abstract

Kecakapan dalam literasi digital merupakan kebutuhan pokok di era revolusi industry 4.0. Warga negara yang memiliki kecakapan literasi digital tidak hanya mampu mengoperasikan produk-produk digital, tetapi juga mampu memahami hak dan kewajiban dalam pemanfsaatan kemajuan teknologi informasi dan teknologi. Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pelatihan literasi kepada para pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pembuatan Online Shop dengan tujuan agar para pegiat usaha ini dapat mempromosikan produk UMKM di Marketplace atau media social, dan dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang literasi digital. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di desa Tuk kecamatan Kedawung kabupaten Cirebon, yang merupakan salah satu sentra UMKM Emping Melinjo terbesar di Cirebon. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pelatihan atau open education dengan didampingi oleh ahli/pakar. Pelatihan terdiri dari dua tahapan kegiatan, yaitu; pertama, pelatihan secara offline dengan materi literasi digital dan prospek digital marketing untuk UMKM. Kedua,Sharing session melalui Whatsapp group berkaitan dengan step by step pembuatan online shop di marketplace Lazada, Shopee dan Whatsapp Busines. Hasil kegiatan yang terasa secara langsung oleh para peserta adalah telah berdirinya online shop milik para pegiat UMKM di Lazada, Shopee dan media social lainnya.  
PENGARUH METODE READING GUIDE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 GEMPOL KABUPATEN CIREBON Nur Hasanah; Asep Mulyana; Yunita Yunita
Tunjuk Ajar: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jta.v6i1.54-60

Abstract

The purpose of this study is to determine the influence of the reading guide method on learning motivation in social studies subjects, to determine the influence of the reading guide method on student learning outcomes in social studies subjects, and to determine the influence of the reading guide method on learning motivation and student learning outcomes in social studies subjects at SMP Negeri 1 Gempol, Cirebon Regency.This research is a quantitative research. The design of this study Quasi experimented using the nonequivalent posttest-onty control group design. The study population was 15 students from class IX H and 15 students from class IX I, totaling 30 students selected through random sampling. The instruments used in this study were in the form of tests, questionnaires, observations of learning activities and documentation. The results of this study show that, there is an influence of the reading guide method on learning motivation in social studies subjects with a Sig value of 0.003, there is an influence of the reading guide method on student learning outcomes in social studies subjects with a sig value of 0.012, and there is an influence of the reading guide method on learning motivation and student learning outcomes in social studies subjects with a p value (sig) of 0.451. this means that student learning motivation and learning outcomes are influenced by the reading guide method.
Relevance of the Central Curriculum Topics in Social Education Study Program to the Demands of the Digital Era Nuryana Nuryana; Yunita Yunita; Euis Puspitasari
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v5i1.8709

Abstract

The 4.0 industrial revolution demands changes in all fields, including education. Every educational institution is required to produce graduates with good digital competencies and be able to observe digital phenomena in their surroundings, help combat cyberbullying, fight hoaxes, and create educational content. This research aims to prove the relevance between the core curriculum topics and the competency demands required in the workplace. This research uses a quantitative approach with a survey method. The survey was conducted on users and alumni of Tadris IPS (Social Studies Education) spread across the regions of Cirebon, Indramayu, Majalengka, and Kuningan. The research results show that: 1) The Tadris IPS Curriculum, which is based on the KKNI (National Higher Education Curriculum Framework) curriculum, is still relevant to be implemented, but it still has weaknesses in accommodating 21st-century skills. 2) The graduate competencies needed in the digital era are graduates who have good digital literacy and are able to collaborate with students regarding the use of digital media and master the security and ethics of using digital media. 3) The relevance of the Tadris IPS curriculum to the demands of the workplace is considered to have high relevance. This is evidenced by the survey results which show an average of 65% of courses in the Tadris IPS department are "very relevant" to the competency demands of the workplace.
MATERI PENDIDIKAN BELA NEGARA (PBN) DI UNIVERSITAS SILIWANGI Yunita - -
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v9i2.6972

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konten materi PBN sebagai wahana pengembangan nasionalisme mahasiswa di Universitas Siliwangi (UNSIL). Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah pelaksana PBN UNSIL dan Peserta PBN UNSIL 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model PBN UNSIL 2016 berbeda dengan model pelatihan bela negara Lemhannas, PBN UNSIL lebih bersifat semi militer. Konten materi PBN UNSIL meliputi materi klasikal yaitu Landasan dan Konsep Bela Negara dan Identitas dan Ketahanan Nasional. Materi Lapangan dalam bentuk peragaan yaitu PBB-AB, Tata Upacara Bendera dan Penghormatan dalam TUM/TUS, Kebugaran Jasmani, Outbound (Ilmu Medan)/Widya Wisata (Long March). Materi PBN UNSIL secara umum bertujuan untuk pembentukan karakter, terutama kesadaran berbangsa dan bernegara, kedisiplinan, kekeluargaan dan gotong royong, serta kemandirian. Kata Kunci: Pendidikan Bela negara, Nilai Nasionalisme, Universitas Siliwangi  ABSTRACT The purpose of this study was to determine the content of PBN material   for developing student nationalism at the University of Siliwangi (UNSIL). Methodologically, this research uses a qualitative approach with a case study method. The research subjects in this study were the implementers of PBN UNSIL and participants of PBN UNSIL 2016. The results of this study indicate that the 2016 UNSIL PBN model is different from the Lemhannas state defense training model, UNSIL PBN is more semi-military in nature. The content of PBN UNSIL material includes classical material, namely the Foundation and Concept of State Defense and National Identity and Defense. Field materials in the form of demonstrations, namely PBB-AB, Flag Ceremony and Honor in TUM / TUS, Physical Fitness, Outbound (Medan Science) / Widya Wisata (Long March). In general, the UNSIL PBN material aims to build character, especially national and state awareness, discipline, kinship and mutual cooperation, and independence. Keywords: State Defense Education, Siliwangi University, Nationalism
Analisis soal esai materi bioteknologi berdasarkan literasi biologi pada buku teks dan buku sekolah elektronik biologi SMA Shofwatun Nada; Nurhofifah Dian; Yunita Yunita
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.98

Abstract

Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan buku teks cetak berfungsi sebagai instrumen utama dalam proses pembelajaran biologi, termasuk sebagai acuan penyusunan alat evaluasi berupa soal esai. Materi bioteknologi menjadi fokus krusial dalam kurikulum karena keterkaitannya yang erat dengan perkembangan sains serta teknologi global. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis muatan aspek literasi biologi pada soal esai materi bioteknologi dalam enam buku teks kelas XII SMA. Sampel penelitian terdiri atas tiga buku teks komersial (A, B, C) dan tiga BSE (D, E, F) terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa soal esai pada keenam buku tersebut merepresentasikan lima aspek literasi biologi, meliputi K1, K3, K4, K5, dan K6. Buku BSE E dan Buku Teks A mencatatkan persentase tertinggi (83,33%) dengan sebaran jumlah soal paling dominan, mengindikasikan kualitas instrumen evaluasi yang lebih komprehensif. Sebaliknya, Buku Teks B, C, serta BSE D dan F memiliki persentase yang sama (50%) dengan kuantitas soal yang terbatas, sehingga dikategorikan cukup baik. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan variasi serta kedalaman muatan aspek literasi biologi pada instrumen esai guna menstimulasi kompetensi abad ke-21 peserta didik secara optimal.
The Role of Social Capital in Preserving The Traditional Cuisine of Empal Gentong in Cirebon Yunita; Ibnu Umar Fahdri; Dwiki Ilham; Ade Nur; Fani Septriani
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v6i1.10984

Abstract

Preserving traditional culinary heritage is essential to maintaining local cultural identity amid modernization. This study analyzes the role of social capital in preserving Empal Gentong, a traditional Cirebonese dish with strong historical and cultural significance. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The results show that social capital—trust, social networks, and social norms—contributes significantly to preserving the authenticity of recipes, cooking techniques, and cultural values. Local culinary communities and intergenerational involvement play a key role in transmitting these values. Furthermore, collaboration between local governments, tourism stakeholders, and Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) is strengthened through social capital, enhancing promotion and preservation efforts. The study concludes that cultural culinary preservation relies on economic factors and strong social ties within the community. Strengthening social capital is therefore vital to sustaining local food heritage.
Program Digitalisasi Pembelajaran IPS bagi Guru-Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nuryana Nuryana; Yunita Yunita; Rijal Assidiq Mulyana
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v6i1.16532

Abstract

Digitalisasi menyentuh banyak aspek tidak terkecuali pendidikan, di lain pihak guru-guru IPS di Madrasah Tsanawiyah di lingkungan yayasan pendidikan Islam ataupun dibawah pondok pesantren kurang memiliki dukungan dan akses pembelajaran digital dibanding guru-guru SMP. Sementara kebutuhan atas pembelajaran digital mendesak untuk diimplementasikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan participatory action research dimana penelitian dipadu padankan dengan pengabdian yang dilakukan oleh tim. Tujuan dilaksanakannya pengabdian adalah melakukan identifikasi terkait potensi dan kebutuhan guru-guru IPS di MTs dan melakukan pendampingan dan pelatihan pada guru-guru IPS. Pengabdian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu penelaahan kembali dokumen penelitian yang pernah dilakukan oleh tim sebagai bahan awal pelaksanaan kegiatan pengabdian selanjutnya diskusi tim untuk melakukan pemetaan MTs yang akan dikunjungi di wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon, tahapan berikutnya pelaksanaan kunjungan, hiring dan wawancara untuk mengetahui respon serta masalah yang muncul terkait dengan pelaksanaan   digitalisasi   pembelajaran   sekaligus   melakukan   perencanaan   pemecahaan masalah dalam bentuk melaksanakan pelatihan dan workshop digitalisasi pembelajaran dan pendampingan pembuatan bahan ajar digital berbasis power point dan video yang diunggah kedalam youtube serta pendampingan penerapan digitalisasi pembelajaran. Dari hasil pengabdian didapatkan perubahan signifikan dimana derajat kemampuan guru-guru dalam memanfaatkan, mengaplikasikan, serta memproduksi video dan power point dengan menggunakan canva serta mengunggahnya ke dalam akun youtube ada pada derajat keberhasilan sebesar 90% atau ada pada kategori sangat baik.