Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peran Negara untuk Mewujudkan Kesejahteraan dalam Kerangka Maqashidus Syariah Mulyana, Rijal Assidiq
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol 1 No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was conducted to explain the role of the State in realizing welfare within the framework of maqashidasysyariah. maqashidasysyariah is a view developed by al-Ghazali to explain and accommodate the purposes of the Sharia. Al Ghazali mentions that a welfare society is a society that can meet the needs of its dien, its nafs, its aql (its intellectual needs), nasl (descendant), and maal (wealth). In various literature studies, the authors found that only an Islamic State can realize such welfare and not in the form of another State. The welfare is mobilized into an institutional role as follows the non-material welfare of accommodating the needs of the community for its worship and the physical well-being of society as its basic physical needs are accommodated in political and economic activity.
Kajian Model Empiris Minat Berwirausaha Siswa SMK di Kabupaten Garut Mulyana, Rijal Assidiq
Agregat: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2 No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR HAMKA.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.954 KB) | DOI: 10.22236/agregat_vol2/is2pp354-365

Abstract

The research was conducted to get the explanation and prove the influence of subjective norm, perceived behavioral control, and attitude toward theentreprenurial intention. the subject of research is the students of SMKN 12 Garut with the number of respondents 128 people, the analysis technique used is with the structural equations modelling. The results showed that subjective norms did not have a positive effect on perceived behavioral control, as well as on entrepreneurial attitudes. Meanwhile, subjective norm, perceived behavioral control, and entrepreneurial attitude simultaneously have no positive effect on entrepreneurial intention. but partially found a positive influence perceived behavioral control, and entrepreneurial attitudes towards entrepreneurial intention.
Kajian Model Empiris Minat Berwirausaha Siswa SMK di Kabupaten Garut Rijal Assidiq Mulyana
Agregat: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR HAMKA.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.954 KB) | DOI: 10.22236/agregat_vol2/is2pp354-365

Abstract

The research was conducted to get the explanation and prove the influence of subjective norm, perceived behavioral control, and attitude toward theentreprenurial intention. the subject of research is the students of SMKN 12 Garut with the number of respondents 128 people, the analysis technique used is with the structural equations modelling. The results showed that subjective norms did not have a positive effect on perceived behavioral control, as well as on entrepreneurial attitudes. Meanwhile, subjective norm, perceived behavioral control, and entrepreneurial attitude simultaneously have no positive effect on entrepreneurial intention. but partially found a positive influence perceived behavioral control, and entrepreneurial attitudes towards entrepreneurial intention.
Peran Negara untuk Mewujudkan Kesejahteraan dalam Kerangka Maqashidus Syariah Rijal Assidiq Mulyana
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol. 1 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.648 KB)

Abstract

The research was conducted to explain the role of the State in realizing welfare within the framework of maqashidasysyariah. maqashidasysyariah is a view developed by al-Ghazali to explain and accommodate the purposes of the Shari'a. Al Ghazali mentions that a welfare society is a society that can meet the needs of its dien, its nafs, its aql (its intellectual needs), nasl (descendant), and maal (wealth). In various literature studies, the authors found that only an Islamic State can realize such welfare and not in the form of another State. The welfare is mobilized into an institutional role as follows the non-material welfare of accommodating the needs of the community for its worship and the physical well-being of society as its basic physical needs are accommodated in political and economic activity.
SIKAP DAN PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA DAN MALAYSIA Rijal Assidiq Mulyana
Jurnal Naratas Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Naratas
Publisher : STAI Al-Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jn.v1i1.16

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan persepsi konsumen dalam memilih perbankan syariah sebagai pilihan perbankan mereka. Dari penelitian yang dilakukan Sebayang, et.al (2005) di Indonesia diketahui bahwa motivasi responden menjadi nasabah Bank Islam secara dominan dipengaruhi oleh faktor religiusitas (berdasarkan syariat Islam), sedangkan alasan responden menjadi nasabah Bank Islam dipengaruhi secara dominan karena lokasi atau jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah dan kantor (aksesibilitas), sedangkan kelemahan Bank Islam menurut responden adalah fasilitas yang minim, sedangkan keunggulan Bank Islam adalah pelayanan yang memuaskan. Sedangkan penelitian Haque, et.al (2009) ditemukan bahwa faktor kualitas pelayanan bank Islam dan kinerjanya menjadi prediktor utama dalam mempengaruhi persepsi konsumen terhadap Bank Islam, namun prediktor lainnya pun memiliki hubungan positif dengan persepsi konsumen yaitu faktor religiusitas dan ketersediaan layanan Bank Islam. Penelitian dilakukan penulis menggunakan metode kualitatif karena hanya menggambarkan persepsi dan sikap konsumen terhadap Perbankan Islam di Indonesia dan Malaysia.Kata Kunci: Sikap; Persepsi; Perbankan Syariah; Bank Syariah Indonesia dan Malaysia.
Memahami Ekonomi Islam Sebagai Mazhab Bukan Ilmu Pengetahuan Rijal Assidiq Mulyana
Jurnal Naratas Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Naratas
Publisher : STAI Al-Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jn.v1i2.23

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengkaji dan memahami pemikiran Muhammad Baqir Ash-Shadr. Seorang pembaharu Islam yang menghadirkan Ekonomi Islam sebagai Mazhab/ doktrin dan bukan sains/ ilmu pengetahuan. Landasan keadilan yang universal menjadi kata kunci untuk memahami bahwa ekonomi Islam adalah Mazhab. Keadilan adalah ideologi dan mazhab ekonomi berisikan setiap aturan dasar dalam kehidupan ekonomi yang berhubungan dengan ideologi. Aturan-aturan dalam kehidupan ekonomi tersebut hadir bersamaan dengan kehadiran Islam dan menjadi bagian dari hukum Islam yang suci. Berbeda dengan ilmu pengetahuan yang kehadirannya “kekinian”. Karenanya keadilan adalah gagasan-gagasan doktrinal/mazhab yang bersumber dari sumber Ilahiah dan bukan sesuatu yang ilmiah dan nyata yang dapat diukur, diamati, dan diolah melalui kerangka kerja eksperimental.Kata kunci: Muhammad Baqir Ash-Shadr; Keadilan; Mazhab Ekonomi Islam
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK PADA SISWA TAMAN KANAK-KANAK/ RAUDLATUL ATHFAL Rijal Assidiq; Ida Widari
Jurnal Naratas Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Naratas
Publisher : STAI Al-Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jn.v1i2.32

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menunjukkan implementasi 9 kecerdasan majemuk dalam metode pembelajaran yang disampaikan pada siswa TK/RA. Kemudian penulis bagi kedalam 9 pertemuan dengan indikator siswa TK/RA mampu menghafal 25 nama Nabi dan Rasul. Kecerdasan majemuk (multiple intelligence) adalah sebuah teori yang dikembangkan oleh Howard Gardner. Filosofi yang dibangun dari teori kecerdasan majemuk bahwa setiap anak dilahirkan dengan potensi kecerdasannya masing-masing. Penelitian yang dilakukan termasuk kedalam penelitian deskriptif dimana proses penelaahan teori dilakukan kemudian ditafsirkan dalam bentuk implementasi metode pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk dapat diimplementasikan di ruang ruang kelas TK/RA dan dapat mengakomodasi beragamnya kecerdasan yang dimiliki siswa-siswa TK/RA. Hemat penulis penting bagi pendidik menguasai konsep kecerdasan majemuk dan metode pembelajaran. Pun mengenal masing-masing karateristik kecerdasan yang dimiliki oleh siswa-siswa TK/RA. Sehingga akhirnya pendidik dapat mendidik sesuai dengan potensi kecerdasan masing-masing siswa tanpa mengabaikan pakem pembelajaran di TK/RA yaitu belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar.
PERAN ORANGTUA TERHADAP PENDIDIKAN SEKSUALITAS ANAK USIA DINI Rijal Assidiq Mulyana; Syifa Siti Fatimah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v4i1.10894

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya pengetahuan orangtua terhadap pendidikan seksualitas pada anak usia dini. Orangtua menganggap tabu pendidikan seksualitas serta memiliki ketakutan jika pendidikan seksualitas diberikan pada anak sejak dini dapat memicu timbulnya aktivitas seksual pada anak serta berbagai penyimpangan seksual. Tujuan dari penelitian ini terbagi menjadi dua bagian pertama, agar terdeskripsikannya pendidikan seksualitas pada anak usia dini perspektif Yusuf Madani; kedua, agar terdeskripsikannya peran orangtua terhadap pendidikan seskualitas anak usia dini perspektif Yusuf Madani. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif yang bekerja pada tataran analitik dan bersifat perspect emic. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kepustakaan (library research) yang digunakan untuk menyusun konsep dengan analisis isi yang mengacu pada literatur terkait peran orangtua terhadap pendidikan seksualitas anak usia dini, sebagai sumber data primernya. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa pendidikan seksualitas penting untuk diberikan kepada anak sedini mungkin dan yang memiliki peran paling besar dalam memberikan pendidikan seksualitas pada anak usia dini adalah orangtua. Dengan perannya sebagai sebagai pendidik, pengawas, pelatih, pembina, serta fasilitator.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dalam Dakwah Nabi Rijal Assidiq Mulyana
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/alurban_vol6/is1pp1-13

Abstract

Sepanjang perjalanan Rasulullah menyampaikan misi Ilahiyah sebagai pemegang tugas suci-Nya, dakwah Nabi telah menjadi motor penyampai pesan-pesan Ilahiyah kepada umatnya. Diantara tema-tema dakwah Rasulullah tidak terkecuali memuat ekonomi didalamnya; Penelitian dilakukan guna mendeksripsikan dan menjelaskan pemberdayaan ekonomi yang termuat dalam dakwah Nabi; menggunakan pendekatan studi kepustakaan; Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan-pesan ekonomi dalam dakwah nabi dilakukan guna mewujudkan masyarakat yang berdaya, yaitu masyarakat yang secara lahiriah terbebas dari kebodohan (jahiliyyah), kesewenang-wenangan, penindasan ekonomi, juga sebagai upaya mendorong terciptanya kemandirian ekonomi, kesejahteraan masyarakat serta kebahagiaan di hari akhir kelak. Sehingga pemberdayaan ekonomi dalam konteks ajaran Islam tidak hanya bersifat kekinian (duniawi) namun masa depan (ukhrawi); Bentuk pemberdayaan ekonomi tersebut terekam dalam pesan-pesan dakwah nabi yaitu, 1. Akidah-Ekonomi meliputi Ekonomi Ilahiyah dan Ekonomi Rabbaniyah), 2. Hukum Ekonomi, yang memuat halal, haram, dan syubhat , dan 3. Akhlak-Ekonomi meliputi akhlak dalam bisnis, akhlak dalam aktivitas produksi, akhlak dalam konsumsi dan akhlak dalam pemasaran
Kritik Atas Pandangan Inovasi-Kewirausahaan J. A. Schumpeter Rijal Assidiq Mulyana
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 11 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v11n3.p243-253

Abstract

Schumpeter is one of the 20th century economists who laid brilliant ideas about entrepreneurship. He placed innovation as the soul of entrepreneurship. An individual is considered an entrepreneur when they have made innovation through new combinations that include several things, such as new products, new production methods, new markets, new sources of supply, and more effective organizational management. This study aims to conduct a critical review and commentary on Schumpeter's ideas. In practice, Schumpeter's ideas about innovation have limitations. The author sees these limitations in several aspects: 1. The innovation Schumpeter referred to may only occur in established industries or those with strong economic capital, meaning that innovation only occurs among large-scale business players, but in practice, entrepreneurs do not necessarily have large-scale business operations from the beginning. 2. Schumpeter emphasizes the functions of innovation too much but overlooks the potential risks that business players may face when carrying out innovative functions. 3. Business players who manage their business, business products, production methods with traditional and outdated mindsets and methods may emerge, and these types of business players cannot be recognized based on Schumpeter's theory.