Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Restrukturisasi Media Dakwah: Dari Media Cetak Ke Media Sosial Santoso, Bobby Rachman; Nawafi, Ahmad Yuzki Faridian; Kifayah, Nurul
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Manajeman Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah Uin Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jmd.v1i2.7838

Abstract

Dakwah Islam menjadi suatu kegiatan komunikasi yang sudah ada sejak manusia pertama kali diturunkan ke bumi. Perkembangan media dakwah terus berlanjut. Media yang digunakan dalam kegiatan dakwah juga menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat. Media dakwah dimulai melalui ceramah langsung, melalui surat (tertulis), dan saat ini dakwah dapat dilakukan melalui media sosial tanpa harus bertatap muka langsung. Perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi para pendakwah (da’i) dalam menyampaikan pesan dakwah melalui berbagai media dakwah. Perkembangan teknologi tidak menggantikan media dakwah yang telah ada sebelumnya tetapi memberikan lebih banyak pilihan media dakwah yang dapat digunakan oleh para pendakwah saat ini sehingga aktivitas dakwah. Beragamnya media dakwah dapat mencapai berbagai lapisan masyarakat, mengingat masih ada kelompok yang belum mengakses teknologi. Oleh karena itu, para dai dapat memanfaatkan media tradisional dalam upaya berdakwah kepada kelompok masyarakat tersebut.
Pesan Toleransi Dalam Dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar Konten Youtube ‘LOGIN DI CLOSE THE DOOR’ Afidah, Siti Nur; Santoso, Bobby Rachman
ASWALALITA: Journal of Da'wah Management Vol 4 No 2 (2025): Vol 4 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Department of Da'wah Management, Faculty of Da'wah, IAINU Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Over time, the types of media used to spread Islamic teachings have become increasingly diverse. Today, social media, particularly YouTube, has become extremely popular among the general public. YouTube offers an effective alternative for accessing information. However, the ease of accessing information also presents challenges, such as the limited ability of some Indonesian society to filter positive content. This can lead to issues like intolerance. In fact, the application of tolerance in Indonesian society can create a harmonious and mutually respectful life. During Ramadan 2023, content produced by Habib Ja'far and Onad suddenly became popular, especially because the interfaith discussions they presented strongly emphasized the value of tolerance without demeaning others. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The data is divided into two types: primary, which consists of Habib Ja'far as the subject of his preaching, and secondary, which includes books, news, and literature related to tolerance preaching in Indonesia. The results of the study show that Habib Ja'far always emphasizes the value of tolerance in his preaching. His messages are delivered in a polite and respectful manner, with good communication skills, successfully attracting the attention of both Muslim and non-Muslim communities. These messages cover various da'wah topics, including knowledge about other religions and the importance of mutual respect and appreciation for differences. With a smart, loving, and relaxed approach, Habib Ja'far encourages his audience to strengthen interfaith relations and build an inclusive society.