Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Effect Of Ethanol Extract Of Nutmeg Leaves (Myristica Fragrans) On Hispathotic Features Of Diabetic Rats (Ratus Norvegicus) Latuamury, Rokia; Batmomolin, Pia; Niwele, Amelia
Omni Health Journal Vol. 1 No. 3 (2024): October
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/ohj.v1i3.49

Abstract

Background: Nutmeg leaves (Myristica fragrans) are used by the community to treat some diseases such as pain. Chemicals contained in nutmeg leaves such as saponins, polyphenols, flavanoids, and essential oils. To prove the activity of ethanol extract of nutmeg leaves (myristica fragrans) against the aorta of diabetic rats (rattus norvegicus). Objective: To prove the activity of nutmeg leaf ethanol extract (myristica fragrans) against the aorta of diabetic rats (rattus norvegicus), and prove the activity of nutmeg leaf ethanol extract (myristica fragrans) on hispathological features of foam cells and aortic diameter of diabetic rats (rattus norvegicus). Methods: This research is a type of research that is laboratory experiments (laboratory experiments) in vivo using experimental animals of white rats (rattus norvegicus) male wistar strains. Results: Nutmeg leaves use 96% ethanol solvent. Maceration results of 300 g were obtained, concentrated with a rotary evaporator device obtained a thick extract of 42.673 g with a soaking % of 14.23%. Histological images were obtained of thinner and wider diameter lumen and foam cells in the tunica intima and aortic media of mice. Conclusion: From the results of research on the effect of ethanol extract of nutmeg leaves (myristica fragrans) on the hispathotic picture of aortic rats (rattus norvegicus) diabetes. To prove the activity of ethanol extract of nutmeg leaves (myristica fragrans) on hispathological features of foam cells and aortic diameter of diabetic rats (rattus norvegicus).
Penyuluhan Obat Tradisional Biota Laut Di Desa Larike Niwele, Amelia; Panita Umar, Cut Bidara
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3675

Abstract

Obat tradisional merupakan bahan atau ramuan yang berupa tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Masyarakat menyatakan bahwa mereka mengetahui tentang obat tradisional, namun ketika ditanya lebih spesifik mengenai pengembangan obat tradisional sebagai obat herbal, mayoritas masyarakat 88,2% hanya mengenal jamu sedangkan yang mengetahui jenis obat herbal terstandar 29,4% dan yang mengenal Fitofarmaka 3% Pemanfaatan biota laut telah lama dipercaya masyarakat sebagai makanan yang dijadikan obat tradisional kesehatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit sehingga dapat dikembangkan sebagai dalam dunia kesehatan yang dijadikan obat-obatan. Keberagaman biota laut dapat menjadi sumber potensial untuk dimanfaatkan bahan baku obat terutama kandungan senyawa bioaktifnya. Biota laut merupakan kandidat baru senyawa antibakteri sebab kondisi ekosistem laut yang kompleks membuatnya menghasilkan metabolit sekunder dengan bioaktifitas yang lebih tinggi dibandingkan biota darat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai obat tradisional dan meningkatkan kepedulian serta mengetahui cara pemilihan obat tradisional yang tepat agar aspek keamanan, khasiat, dan mutu obat tetap terjamin sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan di masyarakat. Metode penelitian ini yaitu meliputi tahapan ceramah, pemberian materi, tanya jawab serta diakhiri dengan pembagian leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan awal peserta yang rendah terlihat dari pre test yang dilakukan dan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan edukasi.
PENYULUHAN TENTANG PENTINGNYA PERANAN KALIUM, KALSIUM DAN MAGNESIUM BAGI TUBUH DI DESA ROHOMONI Niwele, Amelia; Lihi, Maryam
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32462

Abstract

Kalium, kalsium dan magnesium diketahui dapat menurunkan tekanan darah. Mineral – mineral tersebut menghambat terjadinya konstriksi pembuluh darah yang menyebabkan penurunan resistensi perifer sehingga terjadi penurunan tekanan darah. Tujuan kegiatan pengabdian ini di lakukan kepada masyarakat Rohomoni untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat tersebut tentang penting kadar kalium,kalsium dan magnesium bagi tubuh dan mineral-mineral ini bisa didapatkan dari bahan-bahan alam yang ada di daerah mereka salah satunya Daun sukun. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Rohomoni kecematan pulau haruku kabupaten maluku tengah. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahapan ceramah, demonstrasi dan praktik, tanya jawab serta diakhiri dengan pembagian leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan awal peserta yang rendah terlihat dari pre test yang dilakukan dan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan edukasi.
Ekstrak Etanol Cacing Laut (Perinereis Albuhitensis) untuk Penghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Ripamole, Sri Astuti; La Bassy, Lukman; Niwele, Amelia; Djrami, Jayanti; Lihi, Maryam
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 1, No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh1102

Abstract

Latar belakang: Cacing laut (Perinereis albuhitensis) memiliki potensi sebagai sumber bahan obat antibakteri dan antifungi alami karena mengandung metabolit sekunder seperti saponin, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan tanin yang diketahui memiliki aktivitas antimikroba. Pemanfaatan biota laut sebagai sumber senyawa antibakteri menjadi alternatif dalam menghadapi meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik sintetis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daya hambat antibakteri ekstrak cacing laut (Perinereis albuhitensis) yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode difusi agar untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak cacing laut dengan variasi konsentrasi 1,5%, 10%, 20%, dan 30%. Amoksisilin digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan aquadest steril digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% cacing laut (Perinereis albuhitensis) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, sedangkan pada konsentrasi 1,5% belum menunjukkan aktivitas penghambatan. Simpulan: Ekstrak etanol 96% cacing laut (Perinereis albuhitensis) memiliki potensi sebagai agen antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan berpeluang untuk dikembangkan sebagai bahan antibakteri alami.