Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL SANTRI DAN KIAI PETANI KARYA ALI ANTONI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DI SMA DAN MODEL PEMBELAJARANNYA Tarsinih, Eny; Mastinih
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v6i1.93

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur intrinsik dalam novel Santri dan Kiai Petani karya Ali Antoni, mendeskripsian nilai pendidikan karakter yang diajarkan tokoh, mendeskripsikan apakah novel Santri dan Kiai Petani karya Ali Antoni layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar di SMA dan membuat model pembelajarannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Data penelitian meliputi unsur intrinsik novel Santri dan Kiai Petani karya Ali Antoni dan dilanjut dengan nilai pendidikan karakter dalam novel Santri dan Kiai Petani karya Ali Antoni. Teknik penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka, dokumentasi, dan teknik analisis. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Tema novel ini adalah perjuangan seorang santri dalam menuntut ilmu, alur yang digunakan alur maju, latar yang digunakan adalah pondok di kota dan rumah di ujung desa, tokoh utama dalam novel ini adalah santri dan Kiai petani. Santri memiliki karakter religius, pekerja keras, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan cerewet. Kiai petani memiliki karakter religius, sabar dan bersyukur, sederhana, tegas dan bijaksana, sudut pandang yang digunakan sudut pandang orang pertama “Aku”. (2) Nilai pendidikan karakter novel Santri dan Kiai Petani karya Ali Antoni yaitu religuis, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. (3) Novel Santri dan Kiai Petani karya Ali Antoni dapat dijadikan alternatif bahan ajar sastra ditinjau dari kesesuaiannya dengan kriteria bahan ajar. Dari segi bahasa novel menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Dari segi psikologi permasalahan pendidikan sesuai dengan psikologi siswa SMA, dari latar belakang budaya menggambarkan kehidupan masyarakat pedesaan yang selalu bekerja keras (4) Model pembelajaran discovery learning dapat diaplikasikan dalam pembelajaran novel Santri dan Kiai Petani karya Ali Antoni karena dalam novel terdapat persoalan yang harus ditemukan dan dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa yaitu nilai pendidikan karakter. Kata kunci: Novel, Pendidikan Karakter, Bahan Ajar, dan Discovery Learning
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI DENGAN TEORI SIGMUND FREUD DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA Tarsinih, Eny; Gina Putri Vidiandini
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v7i1.129

Abstract

Pembelajaran novel (prosa) di sekolah biasanya hanya terfokus pada unsur instrinsik saja, sedangkan unsur ekstrinsik jarang ditonjolkan. Pembelajaran sastra di SMA juga masih kurang diminati peserta didik, oleh karena itu pendidik harus lebih selektif lagi dalam pemilihan bahan ajar agar kegiatan belajar mengajar lebih efektif. Berdasarkan permasalahan yang ada peneliti tertarik untuk mengkaji novel berdasarkan teori Sigmund Freud. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Tema dari novel Perahu Kertas adalah persahabatan, cinta dan mimpi. Alur yang digunakan dalam novel Perahu Kertas mengggunakan alur maju. Latar/Setting yang digunakan latar tempat Amsterdam, Jakarta, Bandung dan Bali. Tokoh utama dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari bernama Kugy yang memiliki mimpi menjadi seorang penulis dongeng yang handal dan terkenal, sedangkan tokoh Keenan memiliki mimpi menjadi seorang pelukis yang handal dan terkenal. Sudut pandang yang digunakan yaitu sudut pandang orang ketiga. Amanat yang dapat diambil dari dari cerita tersebut adalah perjuangan pasti akan membuahkan hasil yang baik. Tidak semua yang kita impikan akan menjadi kenyataan. (2) Konflik batin yang terjadi pada Keenan ketika memilih berhenti kuliah dan ingin melanjutkan mimpinya menjadi seorang pelukis di Bali bersama Pak Wayan. (3) Konflik batin yang terjadi pada Kugy ketika ia mengetahui Noni ingin mencomblangkan Keenan dengan Wanda, padahal ia tahu sudah mempunyai pacar yaitu Ojos. (4) Novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari dari implementasnya bisa digunakan menjadi bahan ajar sastra dilihat dari kesesuaiannya dengan kriteria bahan ajar sastra di SMA.
Language Politeness of Canteen Traders at Wiralodra University, Indramayu Regency, Reviewed from Leech's Theory Tarsinih, Eny
Gema Wiralodra Vol. 16 No. 2 (2025): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v16i2.807

Abstract

This research aims to describe language politeness of trader in Wiralodra University Indramayu canteen based on Leech maxim 1983. The method used in this research is qualitative research. The type of research used is field research. The data source is the traders in Wiralodra University canteen. The data research is conversation traders with Indonesian language when interact with the partner. This research used fishing technique, speaking technique, and record technique. The steps of data analysis research includes: data reduction, data presentation, and conclusion. Amount of data researched in language politeness is 11 speech. Based on research, there found six maxim of politeness speech. There are three data of tact maxim, three data of generosity maxim, one data of approbation maxim, one data of modesty maxim, two data of agreement maxim, and one data of sympathi maxim. The result of this research indicate that the traders in Wiralodra University canteen used language politeness when communicating.