Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMERTAHANAN BUDAYA BANGSA MELALUI NASKAH “GUGUR” KARYA WS. RENDRA DAN “GANDRUNG KAPILAYU” KARYAAHMAD SYUBBANUDDIN ALWY Eny Tarsinih
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v2i2.40

Abstract

Masalah utama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan sebetulnya terletak pada identitas kebangsaan. Arus globalisasi yang semakin tajam, akan mengikis budaya bangsa kalau tidak dipertahankan, khususnya budaya lokal. Fenomena-fenomena yang terjadi, banyak generasi penerus yang menirukan adat budaya bangsa lain. Misalnya tari-tarian modern, musik modern, sastra modern, bahkan lebih bangga menggunakan bahasa yang kebarat-baratan. Hal ini perlu diwaspadai supaya budaya bangsa tidak semakin terkikis. Salah satunya dengan cara memperkenalkan budaya bangsa melalui sastra Indonesia dan sastra daerah di sekolah-sekolah. Beberapa hal yang termasuk sastra Indonesia dan sastra daerah adalah puisi, prosa, drama, dan cerita rakyat. Penulis mencoba mengemukakan pemertahanan budaya bangsa melalui sastra Indonesia dan sastra daerah. Hal ini dilakukan dalam usaha menanamkan nilai-nilai religius, moral, dan kebangsaan yang terkandung dalam sastra Indonesia dan sastra daerah. Penanaman nilai-nilai moral kepada peserta didik ini diharapkan mampu mengikis budaya asing yang kian mewabah di negara kita.
ANALISIS NASKAH ROBOHNYA SURAU KAMI DAN PENGGUNAANNYA UNTUK MENYUSUN MODEL MENULIS NASKAH DRAMA DI UNIVERSITAS WIRALODRA INDRAMAYU Eny Tarsinih
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v1i1.47

Abstract

This research is motivated by the importance of Indonesian drama script of transformation result and its use in developing a model to write a drama script. The problem in this study were (1) how the structure of Indonesian drama script of transformation results? and (2) Is the Indonesian drama script transformation results can be used to create a model for writing a drama script at the Wiralodra University? The background of theory in this research include (1) the elements of drama; (2) the transformation of a drama script; and (3) model of writing drama script. Another purpose of this research is to get empirical evidence about the Indonesian drama script of transformation result toward write a drama script modeling. This qualitative research study took place at the Wiralodra University Indramayu academic year 2013/2014, with a sampling technique was purposive sampling. Data collection technique using content analysis techniques and the study of literature. While the results are presented in descriptive form. The conclusions of this research were (1) the structure of the drama script is the result of a transformation consist of an overview, plot, actors, background, themes, values​​, attitudes author, and type of text, the text contains the main text and support text or side, consists of three parts, namely the opening of the story, part of the story, and the cover story. While the drama script of the text poetry, the presence of outer and inner structures are transformed into a drama script. (2) The results Indonesian drama script of this transformation result can be used to create a model for writing drama script among students at the Wiralodra University Indramayu Keywords: Elements of Drama, Transformation, and Drama Script Writing
KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UNIVERSITAS WIRALODRA DI MASA PANDEMI COVID-19 Eny Tarsinih; Imas Juidah
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2021): JURNAL LITERASI OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.634 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v5i2.6198

Abstract

Kualitas manusia dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti dilihat dari tingkah laku, cara berpikir, dan tentu saja dilihat dari apa yang dia ucapkan. Maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1) realitas kemampuan public speaking mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; 2) tingkat kesulitan mahasiswa dalam melakukan public speaking; 3) masalah yang dihadapi mahasiswa dalam melakukan public speaking; dan 4) solusi yang seharusnya dilakukan oleh seluruh civitas academica dalam masa Pandemi Covid 19 untuk meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. 1) Realitas kemampuan public speaking mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia masih sangat rendah. Rerata mahasiswa yang aktif 24,60% dan tidak aktif 75,40%. 2) Tingkat kesulitan mahasiswa PBSI dalam melakukan public speaking terletak pada sikap-sikap berikut. (a) Memiliki sikap cuek di kelas, tidak peduli terhadap apa yang sedang didiskusikan sebesar 66,25%. (b) Tidak mau mengungkap pendapat atau pertanyaan sebesar 62,50%. (c) Mempunyai pengalaman buruk dalam public speaking sebesar 67,50%. (d) Lingkungan yang tidak kondusif sebesar 62,50%. (e) Kurangnya minat membaca sebesar 67,50%. (f) Kurangnya rasa ingin tahu sebesar 68,75%. (g) Monopoli yang bertanya di kelas sebesar 66,25%. 3) Masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa PBSI dalam melakukan public speaking yaitu: (a) mental yang lemah sebesar 62,50%; (b) tidak percaya diri sebesar 72,50%; (c) kurang membaca sebesar 70%; kurang pengetahuan sebesar 65%; dan (d) takut salah sebesar 72,50%. 4) Solusi dalam meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa PBSI adalah sebagai berikut. (a) Tersedianya wadah yang spesifik bagi mahasiswa yang takut berbicara di depan umum. (b) Adanya training atau pelatihan tentang public speaking. (c) Perbanyak latihan berbicara di depan umum dengan menghafal teks. (d) Mempersiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan public speaking, terutama mental. (e) Perbanyak frekuensi latihan dalam melakukan kegiatan public speaking.
GAYA BAHASA DALAM NOVEL AROMA KARSA KARYA DEE LESTARI SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DAN MODEL PEMBELAJARANNYA DI SMA Eny Tarsinih; Putri Pebriatun
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2020): JURNAL LITERASI OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.002 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v4i2.3937

Abstract

Sastra merupakan suatu bentuk karya manusia yang menghasilkan sebuah karya seni yang kreatif, untuk mengungkapkan pikiran-pikiran pengarang, dan sebagai alat pengantarnya adalah bahasa. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan bahwa ada kaitannya antara karya sastra dengan gaya bahasa serta bahan pembelajaran tidak bervariatif dan cenderung membosankan.Rumusan masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. (1) Bagaimana unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari, (2) Bagaimana penggunaan gaya bahasa yang terdapat dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari, (3) Apakah novel Aroma Karsa karya Dee Lestari dapat dijadikan alternatif bahan ajar di SMA, (4) Model pembelajaran apa yang digunakan untuk pembelajaran gaya bahasa yang terdapat dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian meliputi kata, frasa, kalimat, dan kutipan novel Aroma Karsa. Sumber data primer diperoleh dari novel Aroma Karsa karya Dee Lestari.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut (1) unsur intrinsik dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari memuat tema yaitu tentang Kekuatan indra penciuman Jati Wesi yang membawanya menemukan Puspa Karsa dan asal usul dirinya. Tokoh utama Jati Wesi. Alur campuran (alur maju dan alur mundur). Latar dalam novel ini yaitu tempat, dan waktu. Sudut pandang penceritaan yang digunakan adalah sudut pandang orang ke tiga “dia” yaitu sebagai tokoh utama dan tokoh tambahan. Amanat sebagai manusia kita tidak boleh mengubah takdi dari Allah. (2) Gaya Bahasa novel Aroma Karsa karya Dee Lestari meliputi majas perbandingan, perulangan, sindiran, pertentangan, dan penegasan, terdapat gaya bahasa pada unsur intrinsik novel, gaya bahasa simile banyak digunakan pengarang dalam novel, banyak pembaruan gaya bahasa yang terdapat dalam novel Aroma Karsa. (3) novel Arma Karsa karya Dee Lestari memenuhi kriteria yang layak sebagai bahan ajar sastra baik dari segi bahasa, segi kematangan jiwa (psikologi), dan segi latar belakang budaya siswa, antara lain sebagai berikut: (a) aspek bahasa yang terdapat pada novel Aoma Karsa mudah dipahami oleh siswa, (b) aspek psikologi dalam novel Aroma Karsa sangat baik karena tokoh dalam cerita tersebut dapat dijadikan motivasi, (c) aspek latar budaya novel Aroma Karsa menceritakan tentang sejarah kerajaan Majapahit (4) Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian tersebut yaitu model pembelajaran Kooperatif Investigasi Kelompok.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PELAYANAN PUBLIK PERPUSTAKAAN DAERAH INDRAMAYU DITINJAU DARI TEORI LEECH Tarsinih, Eny
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.4660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa pada pelayanan publik Perpustakaan Daerah Indramayu berdasarkan maksim Leech 1983. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian adalah tuturan bahasa oleh pihak pelayanan Perpustakaan Daerah Indramayu dengan menggunakan metode simak dimana proses pengumpulan datanya yaitu; teknik simak bebas libat cakap, teknik catat dan teknik rekam. Langkah-langkah analisis data penelitian ini meliputi: tahap deskripsi atau tahap orientasi, tahap reduksi, dan tahap seleksi. Jumlah data yang diteliti dalam kesantunan berbahasa adalah 7 tuturan. Berdasarkan penelitian terdapat empat maksim kesantunan bertutur. Maksim kearifan sebanyak lima data, maksim kedermawanan sebanyak tujuh data, maksim Pujian sebanyak empat data, maksim kebijaksanaan sebanyak dua data, maksim kedermawanan sebanyak tiga data, maksim kerendahan hati sebanyak satu data, dan maksim kesepakatan sebanyak satu data. Hasil penelitian menunjukkan kesantunan bertutur yang digunakan pihak pelayanan perpustakaan saat berkomunikasi sesuai dengan maksim-maksim teori Leech, yang menunjukkan bahwa; memiliki sikap bijaksana (maksim kebijaksanaan), sikap pemurah hati (maksim kedermawanan), rasa ketidakmampuan diri atau sikap rendah hati (maksim kerendahan hati), dan sikap sependapat (maksim kesepakatan). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa hanya terdapat empat maksim  dan dikatakan cukup santun.Kata Kunci: kesantunan berbahasa; pelayanan publik; perpustakaan daerah Indramayu.
PKM Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu dalam mengelola Taman Desa menjadi Eduwisata dan Budidaya “Taman Wisata Bunga”: PKM Desa Pranggong Tarsinih, Eny; Anilia Ratnasari; Sukhriyatun Fitriyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3346

Abstract

The problems faced by partners related to Village Park are in the production sector, namely 1) there is no tourism and cultivation education regarding various types of flowers and their naming in Indonesian or Latin; in the field of management, 2) there has been no management training related to edutourism and flower tourism garden cultivation; 3) the manager does not yet have a website that can be used for promotional and marketing media; and 4) managers have never received marketing training via online media. The solutions offered to solve problems in the production sector are: 1) developing Village Parks into edutourism and cultivating Flower Tourism Parks. Solutions in the field of management are: 2) management training for tourist attraction management; and 3) provide training and assistance on how to plant, care procedures and plant cultivation. Solutions in the marketing sector are: 4) providing a website for managing Kahuripan Park, Pranggong Village; 5) provide training and assistance regarding website management as a marketing tool. The method used in this service uses lecture, discussion, practical and participatory methods. Lecture and discussion methods are used during educational outreach at the Flower Tourism Park, financial management training, tourist attraction management training, and plant cultivation training. Participatory and practical methods are carried out by the team and partners when planting and caring for plants. Apart from that, the team uses participatory methods when assisting with website management, marketing via the website, and collecting data related to the development of the number of visitors through observation.
PKM Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu dalam mengelola Taman Desa menjadi Eduwisata dan Budidaya “Taman Wisata Bunga”: PKM Desa Pranggong Tarsinih, Eny; Anilia Ratnasari; Sukhriyatun Fitriyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3346

Abstract

The problems faced by partners related to Village Park are in the production sector, namely 1) there is no tourism and cultivation education regarding various types of flowers and their naming in Indonesian or Latin; in the field of management, 2) there has been no management training related to edutourism and flower tourism garden cultivation; 3) the manager does not yet have a website that can be used for promotional and marketing media; and 4) managers have never received marketing training via online media. The solutions offered to solve problems in the production sector are: 1) developing Village Parks into edutourism and cultivating Flower Tourism Parks. Solutions in the field of management are: 2) management training for tourist attraction management; and 3) provide training and assistance on how to plant, care procedures and plant cultivation. Solutions in the marketing sector are: 4) providing a website for managing Kahuripan Park, Pranggong Village; 5) provide training and assistance regarding website management as a marketing tool. The method used in this service uses lecture, discussion, practical and participatory methods. Lecture and discussion methods are used during educational outreach at the Flower Tourism Park, financial management training, tourist attraction management training, and plant cultivation training. Participatory and practical methods are carried out by the team and partners when planting and caring for plants. Apart from that, the team uses participatory methods when assisting with website management, marketing via the website, and collecting data related to the development of the number of visitors through observation.
Citra Wanita Tokoh Utama dalam Novel Cerita Tentang Rani Karya Herry Santoso Siswanto, Asep; Juidah, Imas; Kohar, Dadun; Tarsinih, Eny
Salingka Vol 22, No 1 (2025): SALINGKA, Edisi Juli 2025
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v22i1.1115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji citra diri dan citra sosial tokoh perempuan utama, yaitu Rani dalam novel Cerita Tentang Rani karya Herry Santoso. Representasi perempuan dianalisis melalui pendekatan kritik sastra feminis dengan menyoroti aspek fisik, psikis, dan sosial. Pendekatan ini digunakan untuk menelusuri relasi kuasa, stereotip gender, serta posisi perempuan dalam sistem sosial patriarki. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi. Sumber data utama adalah novel Cerita Tentang Rani edisi pertama terbitan tahun 2017. Data diperoleh melalui pembacaan intensif dan pencatatan kutipan dalam novel yang mencerminkan representasi perempuan. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengungkap makna eksplisit dan implisit dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rani direpresentasikan sebagai sosok perempuan yang cantik, sabar, tangguh, dan bertanggung jawab dalam berbagai peran sosial. Meskipun mengalami ketidakadilan dalam rumah tangga dan tekanan sosial, Rani tetap menunjukkan keteguhan dan idealisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel tersebut merepresentasikan kompleksitas pengalaman perempuan dalam sistem sosial patriarki dan menggambarkan perjuangan perempuan untuk memperoleh ruang dan eksistensi dalam masyarakat.This research aims to examine the self-image and social image of the main female character, Rani, in the novel Cerita Tentang Rani by Herry Santoso. Women's representation is analyzed through a feminist literary criticism approach by highlighting physical, psychological, and social aspects. This approach is used to explore power relations, gender stereotypes, and the position of women in patriarchal social systems. The method used is qualitative descriptive with documentation techniques. The main source of data is the novel Cerita Tentang Rani, the first edition published in 2017. Data were obtained through intensive reading and recording of quotes in novels that reflected women's representations. Analysis is carried out using content analysis techniques to uncover explicit and implicit meanings in the text. The results of the study show that Rani is represented as a beautiful, patient, tough, and responsible woman in various social roles. Despite experiencing injustice in the household and social pressure, Rani still shows steadfastness and idealism. This study concludes that the novel represents the complexity of women's experiences in patriarchal social systems and depicts women's struggle to gain space and existence in society.
Pengentasan Kemiskinan melalui E-Katalog Produk Jualan Toga (Tanaman Obat Keluarga) bagi Kelompok PKK Tarsinih, Eny
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v7i2.355

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh mitra terkait budidaya TOGA (tanaman obat) yaitu bidang produksi, di antaranya: 1) belum ada teknik cara menanam yang baik; 2) bidang manajemen, belum ada pelatihan pengelolaan terkait dengan budidaya TOGA (tanaman obat); 3) pengelola belum memiliki website yang dapat digunakan untuk media promosi dan pemasaraan; dan 4) pengelola belum pernah mendapatkan pelatihan pemasaran melalui media online. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan di bidang produksi yaitu: 1) mengembangkan budidaya TOGA (tanaman obat). Solusi di bidang manajemen yaitu: 2) pelatihan manajemen pengelolaan tim pengelola TOGA (tanaman obat); dan 3) memberikan pelatihan dan pendampingan cara menanam, tata cara perawatan, dan budidaya tanaman. Solusi di bidang pemasaran yaitu: 4) pengadaan website/medsos pengelola TOGA (tanaman obat). Metode yang digunakan pada pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi, praktik, dan partisipatif. Metode ceramah dan diskusi digunakan pada saat sosialisasi pelatihan manajemen keuangan, pelatihan manajemen pengelolaan budidaya dan pelatihan cara bercocok tanam. Metode partisipatif dan praktik dilakukan oleh tim beserta mitra pada saat menanam dan merawat tanaman. Selain itu metode partisipatif dilakukan tim saat pendampingan pengelolaan website, pemasaran melalui website, serta pengumpulan data terkait dengan perkembangan jumlah pengunjung/pembeli melalui observasi.
PEMBELAJARAN BERBICARA TEKS NARASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PARTISIPATORI BERBASIS KECERDASAN KINESTETIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA Tarsinih, Eny
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v4i2.54

Abstract

Peserta didik diharapkan memiliki kemampuan untuk menangkap makna dari sebuah pesan atau informasi yang disampaikan, serta memiliki kemampuan untuk menalar dan mengemukakan kembali atau informasi yang diterimanya. Peserta didik pun diharapkan memiliki kemampuan untuk mengekspresikan berbagai pikiran, perasaan, dan pendapat serta gagasan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Kompetensi tersebut dapat dicapai melalui proses pemahiran yang dilatih dan dialami dalam kegiatan pembelajaran. Sesuai dengan permasalahan, tujuan penelitian ini untuk meningkatkan: (1) kemampuan berbicara teks narasi sebelum menggunakan metode partisipatori berbasis kecerdasan kinestetik di kelas VII SMPN 3 Sindang; (2) kemampuan berbicara teks narasi sesudah menggunakan metode partisipatori berbasis kecerdasan kinestetik di kelas VII SMPN 3 Sindang; dan (3) efektivitas pembelajaran berbicara teks narasi dengan menggunakan metode partisipatori berbasis kecerdasan kinestetik di kelas VII SMPN 3 Sindang. Peneliti mencoba menerapkan metode partisipatori berbasis kecerdasan kinestetik yang sesuai dengan karakteristik peserta didik kelas VII Sekolah Menegah Pertama Negeri 3 Sindang. Melalui metode ini diharapkan, peserta didik dapat terlibat penuh dan turut aktif dalam pembelajaran. Metode pembelajaran partisipatori pada umumnya menuntut peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan berpikir dan berbuat secara aktif, bebas, terbuka, dan bertanggung jawab dalam hal mempelajari hal-hal yang bermakna untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kepentingan bersama (Sudjana, 2010: 51). Oleh karena itu, peserta didik diharapkan terlibat aktif dalam mempraktikkan dan melatih lebih lagi keterampilan berbicara teks narasi dengan awalnya menggunakan teknik membaca sastra yaitu membaca legenda tokoh Arya Wiralodra yang disediakan oleh peneliti. Kemudian peserta didik dan peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan tahapan dalam metode partisipatori. Setelah itu peserta didik menceritakan kembali dengan melibatkan anggota tubuh sebagai alat untuk mengekspresikan sesuai dengan apa yang dibaca dari legenda tokoh tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat baik secara teoretis maupun praktis, yaitu: (1) memberikan acuan terhadap perkembangan kecerdasan kinestetik, khususnya kemampuan berbicara siswa; (2) mengetahui metode yang tepat dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa dan memperoleh pengalaman belajar yang menarik; (3) menambah wawasan dan pengalaman peneliti untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan; dan (4) bagi lembaga, dapat dijadikan masukan untuk membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan. Berdasarkan tujuan yang akan dicapai, target luaran yang diharapkan dapat diperoleh sebagai dampak dari penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. (1) Dapat memperkuat riset dosen dalam bidang pendidikan bahasa Indonesia khususnya mengenai pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kinestetik melalui metode partisipatori. (2) Bahan ajar yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru dalam membuat bahan ajar berbasis kinestetik melalui metode partisipatori.