Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nuansa Journal of Arts and Design

Penyajian Musik Tradisional Gandrang dalam Prosesi Akkorongtigi Muhtar, Sri Wahyuni
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v4i2.17291

Abstract

Berangkat dari penelitian terdahulu mengenai fungsi musik tradisional gandrang dalam prosesi akkorongtigi pada upacara pa’buntingang adat Makassar yaitu sebagai daya tarik yang khas. Maka penulis ingin mengetahui bagaimana penyajian menarik tersebut dengan  merumuskan masalah penelitian : (1) bagaimana bentuk tabuhan musik tradisional gandrang saat mengiringi prosesi akkorongtigi ?, (2) bagaimana penyajian kelompok musik tradisional gandrang saat mengiringi prosesi akkorongtigi ?. Konsep dan teori tentang bentuk dan penyajian dari beberapa sumber digunakan sebagai acuan dalam membahas masalah penelitian yang telah dirumuskan. Pendekatan penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data : studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yaitu kelompok musik tradisional, penyelenggara acara, dan tokoh masyarakat setempat menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian di Kelurahan Ballaparang Kecamatan Rappocini Kota Makassar.Teknik analisis data yaitu penyajian data, klasifikasi data, analisa data, reduksi data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bentuk tabuhan musik tradisional gandrang saat mengiringi prosesi akkorongtigi adalah bertekstur heteroponik karena melodi tunggal dibunyikan oleh pui’-pui’ dan dimainkan bersama ritmik gendang dan gong, terdapat dua jenis tabuhan yaitu tundrung bale’sumanga’ dan tundrung pakanjara’. Ditemukan juga pada kedua tabuhan menggunakan whole not, quarter not dan eight not. Selanjutnya, penyajian kelompok musik tradisional gandrang saat mengiringi prosesi akkorongtigi yaitu menggunakan tiga instrumen musik termasuk gendang, pui’pui’, dan gong. Kelompok musik tradisional juga berpakaian jas tutup warna merah, celana  dan sarung untuk bawahan, serta mengenakan patonro’ berwarna merah di kepala.  Dalam pertunjukannya mereka juga dalam posisi duduk assulengka memainkan dua instrumen gendang, satu pui’-pui, dan satu gong. Dimana kelompok musik tradisi tersebut berjumlah empat orang, dua pagandrang, satu  pappui’-pui’dan satu lagi patunrung dengkang. Susunan penyajian diawali dengan tundrung bale’sumanga’ saat mengiringi pemberian daun pacar ke calon pengantin dan ditutup dengan tundrung pakanjara’ menghibur penonton.
Pendampingan Sitasi Karya Ilmiah Mahasiswa Seni Tari FSD UNM Menggunakan Mendeley Sri Wahyuni Muhtar; Syakhruni Syakhruni; Jamilah Jamilah
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v6i2.37273

Abstract

Pendampingan mahasiswa Seni Tari Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar dihadiri sebanyak 34 orang, kegiatan ini berbentuk PKM dimana mitra pengabdian adalah mahasiswa semester akhir yang membutuhkan refreshment penggunaan Mendeley untuk kepentingan penyusunan skripsi. Metode yang digunakan adalah demonstrasi dan praktik terbimbing. Enam langkah pendampingan sitasi karya ilmiah telah dilaksanakan mulai dari pengenalan Mendeley, penyiapan artikel ilmiah, unduh Mendeley dan sinkronisasi Word, input artikel ilmiah ke Mendeley, sitasi karya ilmiah menggunakan Mendeley terakhir yaitu pembuatan daftar pustaka menggunakan Mendeley. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menggunakan Mendeley dengan baik sejalan dengan tujuan PKM menjaga kualitas tulisan karya ilmiah mahasiswa Seni Tari FSD UNM.