Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Relationship of Parenting and Social Support for Working Single Mothers on the Provision of Balanced Nutrition and Nutritional Status of Early Childhood in Coastal Areas Nur Endah Sary, Yessy
Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Islamic Early Childhood Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Education, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-athfal.2020.62-07

Abstract

This study aimed to analyze parenting and social support relationships by working single mothers on balanced nutritious feeding and early childhood nutritional status. This is quantitative research with a cross-sectional design. This research was conducted in the coastal area of the Probolinggo Regency, consisting of 16 sub-districts. The population in this study was 247 single mothers who worked and had 3-year-old children. The sampling technique of this research is simple random sampling. The final sample in this study was 219 people. A short questionnaire measured the sociodemographic data of research respondents (age, last education, and maternal work). Questionnaires measured data on parenting and social support variables. A food recall sheet measured data on balanced nutritious feeding variables to see the food the mother gave to her child within a month. Nutritional status variable data is recorded using the observation sheet. The data analysis technique in this study was logistic regression. The results showed a link between parenting and social support by single mothers who work with balanced nutritious feeding and early childhood nutritional status in coastal areas. From the results of this study, it can be concluded that health education is needed for mothers who have children in early childhood to help them solve the problems they experience when knowing their child is malnourished. Therefore, cross-sectoral cooperation is needed to provide sustainable health education.
Pubertas Dan Dukungan Sosial Terhadap Kejadian Depresi Pada Santriwati (11-13 Tahun) Di Pondok Putri Hafshawaty Probolinggo Nur Endah Sary, Yessy
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 2 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/al qodiri.v19i2.4333

Abstract

Pendidikan di pondok pesantren mengutamakan kemandirian. Santriwati yang sebelumnya bersekolah di sekolah keagamaan atau sudah pernah tinggal di pondok pesantren tidak mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan kemandirian yang ditekankan oleh pondok pesantren. Bagi mereka dengan latar belakang dari sekolah umum, maka akan mengalami masalah sehingga perlu mendapat bimbingan dan dukungan dari pengasuh pondok pesantren. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan pubertas dan dukungan sosial terhadap depresi pada santriwati (11-13 tahun) di Pondok Putri Hafshawaty Probolinggo. Merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah santriwati (11-13 tahun) Pondok Pesantren Hafshawaty Probolinggo sebanyak 149 orang. Menggunakan teknik sampling stratified proportionate random sampling. Sampel pada penelitian yaitu 109 orang. Variabel pubertas dan dukungan sosial diukur dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Variabel depresi diukur dengan Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Analisis data dengan regresi. Hasil uji analisis dengan regresi menunjukkan bahwa pubertas berkorelasi terhadap depresi dengan p value 0,000< α 0,005 dan dukungan sosial juga berkorelasi terhadap depresi dengan p value 0,001 < α 0,005. Nilai β untuk pubertas adalah 0,187 dengan p=0,001, sedangkan untuk dukungan sosial adalah 0,657 dengan p=0,000 dan nilai β konstan adalah 62,378 dengan p=0,001. Dengan demikian ditarik kesimpulan bahwa pubertas dan dukungan sosial memiliki peran dalam kecenderungan terjadinya depresi. Diperlukan dukungan sosial dari pengasuh pondok pesantren yang cukup agar santriwati terhindar dari depresi sewaktu menempuh pembelajaran di pondok pesantren.
HUBUNGAN ANTARA PERNIKAHAN DINI TERHADAP KUALITAS PERAWATAN BAYI DI PUSKESMAS PEMBANTU BRABE Sholihah, Almaraatus; Nur Endah Sary, Yessy; Hidayati, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.343

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang terjadi pada usia di bawah 19 tahun dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama faktor ekonomi dan rendahnya tingkat pendidikan. Orang tua dengan keterbatasan ekonomi cenderung menikahkan anaknya lebih awal karena tidak mampu melanjutkan pendidikan anak. Selain itu, kehamilan pada usia remaja akibat perilaku seksual berisiko juga menjadi salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini. Pernikahan dini dapat berdampak pada kesiapan ibu dalam menjalankan peran pengasuhan, khususnya dalam perawatan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan kualitas perawatan bayi di Puskesmas Pembantu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang memiliki riwayat pernikahan dini. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk menilai kualitas perawatan bayi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pernikahan dini dengan kualitas perawatan bayi, dengan nilai p < 0,002 (p < 0,05). Ibu yang menikah pada usia dini cenderung memiliki kematangan emosional dan finansial yang lebih rendah sehingga berpotensi memengaruhi kualitas perawatan bayi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dini berhubungan secara signifikan dengan kualitas perawatan bayi.