Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Dinamika Atmosfer Kejadian Banjir Di Bali (Studi Kasus: Kuta, Badung 3 April 2024) Cekarus, Joseph Damian; Jerremy Mezac Sopacua; Yosafat Donni Haryanto
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v10i1.10493

Abstract

Very heavy rain that causes flooding has an intensity of up to 129 mm/hour in Kuta District, Badung Regency on April 03, 2024 caused by cumulonimbus convective cloud activity. This cloud activity can be analyzed by utilizing Himawari-8 satellite remote sensing with NWP and RGB methods processed with the SATAID application. This study aims to identify very heavy rain in the Kuta District area of Badung Regency which resulted in flooding. This research is an analytical descriptive research that uses secondary data from Himawari-8 satellite remote sensing results, flight documentation analysis, and atmospheric lability index data. The methods used include Numerical Weather Prediction (NWP) and Red-Green-Blue (RGB) analysis to support the identification of extreme weather phenomena. The results of the flight documentation show that there is a lowpressure pattern in the southeast region of Bali and wind turns in the Bali region and convergence in the South Bali sea. Clouds began to form at 21:20 UTC and began to cover and reached its peak at 21:50 UTC. High rainfall conditions are caused by the formation of convective clouds and evenly distributed clouds. With the RGB method, high and thick cumulonimbus clouds were observed. Based on atmospheric lability index data, namely K Index (KI), Lifted Index (LI), Total-totals Index (TTI), Severe Weather Threat Index (SWEAT), and Convective Available Potential Energy Index (CAPE), the value is quite supportive when the very heavy rain occurs. This shows that the analysis using the NWP method, RGB method, and some flight documentation data have compatibility and support each other.
Analisis Kejadian Hujan Es di Kabupaten Tabanan Menggunakan Citra Satelit Himawari, Radar Cuaca, dan Model ECMWF Dewa, I Dewa Gede Loka Maheswara; Ahmad Hanif Al’Aziz; Rayhan Rafi; Yosafat Donni Haryanto
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i3.1166

Abstract

Hujan es merupakan fenomena cuaca ekstrem yang terjadi dalam waktu singkat dan dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Fenomena ini umumnya dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang kuat akibat kondisi atmosfer yang labil dan lembap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika atmosfer yang menyebabkan kejadian hujan es di Kabupaten Tabanan pada tanggal 1 November 2024. Analisis dilakukan dengan menggunakan data citra satelit Himawari-8, citra radar cuaca, dan data reanalisis dari ECMWF. Hasil analisis menunjukkan bahwa kejadian hujan es didahului oleh kondisi atmosfer yang sangat labil, adanya belokan angin dan konvergensi di lapisan bawah atmosfer, serta suplai kelembapan yang melimpah. Pertumbuhan awan secara vertikal teridentifikasi melalui penurunan suhu puncak awan dan kemunculan awan Cumulonimbus. Citra radar cuaca menunjukkan pola reflektivitas yang mengindikasikan adanya presipitasi intens yang mendukung terbentuknya butiran es di dalam awan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian hujan es di wilayah tropis merupakan hasil dari interaksi kompleks antara ketidakstabilan atmosfer, dinamika angin, dan kandungan uap air, serta menekankan pentingnya pemanfaatan data penginderaan jauh dan model numerik untuk mendukung sistem peringatan dini cuaca ekstrem.