Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dinamis jangka pendek dan kontribusi relatif antara produksi kelapa sawit Indonesia, harga minyak kelapa sawit (CPO) global, dan deforestasi di Indonesia selama periode 2016–2025. Metode yang digunakan adalah Vector Autoregression (VAR) untuk mengestimasi interdependensi simultan antar variabel, dilengkapi dengan uji kausalitas Granger, Impulse Response Function (IRF), dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan kausal jangka pendek yang signifikan dari harga CPO dan produksi sawit terhadap deforestasi, tetapi tidak sebaliknya; (2) estimasi VAR mengungkap bahwa kenaikan harga CPO periode sebelumnya meningkatkan deforestasi saat ini sebesar 45,623 hektar, sementara peningkatan produksi sawit berkontribusi sebesar 5120,4 hektar; (3) deforestasi berpengaruh positif terhadap harga CPO dan produksi, namun efeknya bersifat temporer; (4) hasil FEVD menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, sekitar 39,4% variasi deforestasi dijelaskan oleh harga CPO dan produksi, sementara deforestasi sendiri menjelaskan 28,9% variasi harga CPO dan 39,4% variasi produksi. Implikasi kebijakan dari temuan ini menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi yang menggabungkan pengendalian harga komoditas, intensifikasi produksi berkelanjutan, dan penguatan tata kelola lahan untuk menekan deforestasi tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi sektor sawit.