Lucky Lukman, Lucky
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK PRODUKSI KELAPA SAWIT DAN HARGA MINYAK NABATI GLOBAL TERHADAP DEFORESTASI DI INDONESIA DENGAN PENDEKATAN VECTOR AUTOREGRESSION (VAR) TAHUN 2016 - 2025 Lukman, Lucky; Rosmegawati, Rosmegawati; Rozikin, Rozikin; Tasrif, Mohammad Jon; Kurniati, Arni
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/q082bq92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dinamis jangka pendek dan kontribusi relatif antara produksi kelapa sawit Indonesia, harga minyak kelapa sawit (CPO) global, dan deforestasi di Indonesia selama periode 2016–2025. Metode yang digunakan adalah Vector Autoregression (VAR) untuk mengestimasi interdependensi simultan antar variabel, dilengkapi dengan uji kausalitas Granger, Impulse Response Function (IRF), dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan kausal jangka pendek yang signifikan dari harga CPO dan produksi sawit terhadap deforestasi, tetapi tidak sebaliknya; (2) estimasi VAR mengungkap bahwa kenaikan harga CPO periode sebelumnya meningkatkan deforestasi saat ini sebesar 45,623 hektar, sementara peningkatan produksi sawit berkontribusi sebesar 5120,4 hektar; (3) deforestasi berpengaruh positif terhadap harga CPO dan produksi, namun efeknya bersifat temporer; (4) hasil FEVD menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, sekitar 39,4% variasi deforestasi dijelaskan oleh harga CPO dan produksi, sementara deforestasi sendiri menjelaskan 28,9% variasi harga CPO dan 39,4% variasi produksi. Implikasi kebijakan dari temuan ini menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi yang menggabungkan pengendalian harga komoditas, intensifikasi produksi berkelanjutan, dan penguatan tata kelola lahan untuk menekan deforestasi tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi sektor sawit.