Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sistem Pengangkutan Semi Basah Dengan Media Yang Berbeda Terhadap Kelangsungan Hidup Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Sumahira Dewi, Luh Gede; Puji Astuti, Ni Kadek; Wardani, Suci Wahyu
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9018

Abstract

Sistem pengangkutan semi basah adalah metode transportasi ikan (terutama ikan hidup) yang menggunakan media air dalam jumlah terbatas, tidak sepenuhnya merendam ikan, tetapi cukup untuk menjaga kelembapan tubuh dan respirasi insang selama proses distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pengangkutan basah yang berbeda terhadap kelangsungan hidup lobster air tawar selama proses transportasi. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan serta kepadatan 25 ekor lobster per perlakuan. Perlakuan dalam penelitian menggunakan beberapa media, yaitu P1 Media Air (Kontrol), P2 Daun Pisang, P3 Serutan Kayu, P4 Spons dan P5 Serabut Kelapa. Lobster dikemas dalam wadah styrofoam dan diangkut selama 12 jam. Parameter yang diamati adalah tingkah laku lobster air tawar, kelangsungan hidup lobster air tawar pascatransporasi dan setelah pemeliharaan, serta tingkat stres lobster air tawar pascatransporasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media transportasi memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat stres lobster, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelangsungan hidup, baik pascatransportasi maupun setelah pemeliharaan. Media spons (P4) merupakan media pengangkutan semi basah terbaik karena secara signifikan menghasilkan respons tingkat stres terendah pada lobster pascatransportasi.  Kata kunci: lobster air tawar, pengangkutan semi basah, media transportasi, kelangsungan hidup
Optimasi Salinitas Untuk Meningkatkan Efisiensi Penetasan Kista Artemia Salina Skala Laboratorium Puji Astuti, Ni Kadek; Apriyanto, Ketut
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9410

Abstract

Artemia salina merupakan pakan alami krusial dalam pembenihan ikan dan udang. Namun, efisiensi penetasannya sangat bergantung pada tekanan osmotik media, sementara informasi mengenai titik batas toleransi fisiologis dan waktu penetasan puncak secara rinci masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan salinitas optimal terhadap daya tetas (hatching rate), dinamika fase perkembangan, dan waktu penetasan kista A. salina. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan salinitas (20, 25, 30, 35, dan 40 ppt) dan tiga kali ulangan. Kista A. salina merek Supreme Plus diinkubasi pada botol konikal 1,5 L (volume efektif 1,0 L, kepadatan kista 1 g/L) dengan aerasi kontinu dan pencahayaan 2.000 lux. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan salinitas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap daya tetas dan waktu penetasan. Daya tetas tertinggi dicapai pada perlakuan 30 ppt sebesar 93,33 ± 1,53%, yang secara signifikan berbeda nyata dengan perlakuan 20 ppt (71,33 ± 2,52%) dan 40 ppt (59,83 ± 2,25%). Salinitas 30 ppt juga menghasilkan waktu penetasan tercepat, dimulai pada jam ke-15 dan mencapai puncak penetasan pada jam ke-20. Parameter kualitas air terukur stabil pada suhu 28,0–28,9 °C, pH 7,3–7,8, dan DO 4,1–4,3 mg/L. Secara praktis, penggunaan salinitas 30 ppt terbukti paling efisien dalam menghemat energi osmoregulasi embrio, sehingga direkomendasikan sebagai standar operasional penetasan kista A. salina di unit pembenihan. Kata Kunci: Artemia, Daya Tetas, Pakan Alami, Salinitas, Waktu Penetasan.