Al Putra, Ferdian Ahya
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Indonesian Perspective

Diplomasi Digital dan Kebijakan Luar Negeri Indonesia: Resensi Buku Al Putra, Ferdian Ahya
Indonesian Perspective Vol 8, No 1: (Januari-Juni 2023): 1-210
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ip.v8i1.56385

Abstract

Buku ini membicarakan mengenai konsep diplomasi yang diterapkan di era digital. Pembahasan pada buku ini mengaitkan dengan kebijakan luar negeri Indonesia serta memfokuskan pada penerapannya di Indonesia yang mengarah pada konteks diplomasi ekonomi. Diplomasi digital atau diplomasi di era digital seringkali dikaitkan dengan situasi saat ini dimana diplomasi dilakukan dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan model diplomasi tradisional. Buku ini menekankan bahwa kehadiran diplomasi digital di sini bukan untuk menggantikan diplomasi tradisional, melainkan untuk melengkapi atau memperkuat kinerja negara dalam hubungan internasional atau dalam konteks diplomasi tradisional. Ini berarti bahwa diplomasi dapat dilakukan untuk mempengaruhi berbagai pihak, yang bahkan tidak pernah mengunjungi kedutaan sekalipun. 
Indonesia's Imperative Steps in the Progress of Accessing into the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Cahyaningtyas, Ivana Putri; Barus, Constantin Brilliant; Tito, Steven Dennis; Al Putra, Ferdian Ahya
Indonesian Perspective Vol 10, No 1 (2025): (Januari-Juni 2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ip.v10i1.72880

Abstract

The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) serves as an intergovernmental organization (IGO) that promotes economic and social welfare through policy coordination, norm-setting, and rule implementation. With member countries averaging a per capita income exceeding US$10,000, the OECD represents a group of high-income economies. Indonesia, currently a key OECD partner, has demonstrated strong interest in joining the organization and has undertaken various reforms to meet membership standards. However, the country faces significant challenges in aligning its sustainable development framework with OECD requirements. This study employs a qualitative-descriptive approach grounded in Institutional Liberalism theory to examine Indonesia's accession efforts. Findings indicate that while Indonesia has implemented economic improvements as part of its OECD membership plan, its middle-income status remains a major hurdle. Key obstacles include the need to boost national income, enhance international trade regulations, and strengthen infrastructure and human capital development. The research highlights that overcoming these barriers is essential for Indonesia to transition from a middle-income to a high-income economy and meet OECD membership criteria.