Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Inovasi Pembuatan Sabun Cuci Piring(Sunlight) Dan Keripik Batang Pisang Untuk Mendukung Umkm Di Desa Lamkuta Kecamatan Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya Herliani, Herliani; Tabril, Muhibbul; Yuliana, Erna; Efnia, Lofi; Safitri, Melda; Risandi, Risandi; Marida, Rifa; Fadli, Jerian; Amri, Amri
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1940

Abstract

Abstrak Upaya penting untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kualitas hidup masyarakat pedesaan adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari solusi pemberdayaan ekonomi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Lamkuta, Kabupaten Aceh Barat Daya, melalui inovasi pembuatan sabun cuci piring (sunlight) dan keripik batang pisang.Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat dididik tentang cara membuat sabun cuci piring (sunlight) yang ramah lingkungan dan membuat keripik dari batang pisang yang dibuat dengan limbah pertanian. Dengan demikian, dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal. Peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan motivasi masyarakat untuk berwirausaha adalah semua hasil dari kegiatan ini. Kegiatan ini juga menciptakan lapangan kerja baru. Produk yang dibuat juga memiliki potensi pemasaran yang bagus di tingkat lokal dan regional. Oleh karena itu, inovasi ini tidak hanya membantu usaha kecil dan menengah (UMKM) bertahan hidup, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat desa Lamkuta secara berkelanjutan. Diharapkan bahwa penelitian ini akan berfungsi sebagai model untuk desa-desa lain dalam mengupayakan pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan produk lokal. Kata Kunci: umkm, Produk lokal, Peluang Usaha.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN TEMPAT PERSALINAN PADA PASIEN HAMIL TRIMESTER IIIDI POLI RUMAH SAKIT PREMIER SURABAYA Primihastuti, Dianita; Santiasari, Retty Nirmala; Yuliana, Erna
Bahasa Indonesia Vol 14 No 2 (2025): Jurnal kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/hqghg822

Abstract

Latar belakang: jumlah pasien yang melahirkan di RS. Premier Surabaya dari April sampaiĀ  Juni 2024 mengalami penurunan, hal ini berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan pasien hamil di poli kandungan yang jumlahnya sangat banyak. Perencanaan yang adekuat mencakup pemilihan tempat bersalin yang tepat, yang melibatkan pertimbangan seperti kualitas pelayanan, ketersediaan tenaga penolong, fasilitas yang dimiliki dan kemampuan pembiayaan, karena setiap klinik atau rumah sakit memiliki tarif yang berbeda. Sebab pemilihan tempat bersalin memberikan pengaruh terhadap keberhasilan proses persalinan serta perawatan yang diterima ibu baik selama pe$rsalinan hingga kelahiran bayi. Tujuan penelitian: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pe$milihan tempat persalinan pada pasien ibu hamil Trimester III di poli RS Premier Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, dengan sampel 65 orang dan diambil secara consecutive sampling. Data penelitian diperoleh dari hasil kuesioner dengan karakteristik responden (pekerjaan, pendidikan, penghasilan, jarak, pelayanan dokter, pelayanan perawat dan harga). Analisis bivariat dilakukan dengan uji Kruskal wallis. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil dari faktor pekerjaan ibu dengan nilai value p < 0.171, pendidikan ibu memiliki p > 0.028, status ekonomiĀ  memilikiĀ  p > 0.021, jarak memiliki p < 0.155, pe$layanan dokter memiliki p < 0.815, pelayanan perawat memiliki p < 0.660 dan harga memiliki p < 0.001, yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Diskusi: Pendidikan ibu, status ekonomi dan harga memiliki hubungan dengan pemilihan tempat persalinan. Sedangkan pekerjaan ibu, jarak, pelayanan dokter dan pelayanan perawat tidak memiliki hubungan dengan pemilihan tempat persalinan.