Background: The prevalence of scabies in Indonesia has increased by 5.6-12.95%, ranking third among the 12 most common skin diseases. Scabies can cause local tissue infections and spread through the bloodstream into the lymph nodes, causing lymphadenitis and sepsis. Purpose: To determine the effect of health education using animated videos about personal hygiene on increasing knowledge in preventing scabies. Method: The pre-experimental research design used a one-group pre-posttest design. The study was conducted from December 2024 to June 2025 at the Sabbihisma Islamic Boarding School. The study population consisted of 107 junior high school students and the sample was selected using a stratified random sampling technique, resulting in a sample of84 participants. Data processing was carried out through editing, coding, entry, cleaning, transferring, and analyzed univariately and bivariately using the wilcoxon test. Results: Participants knowledge during the pre-test obtained an average value of 21.52 with a standard deviation (SD) of 4.674 in the range of 8-29 with a median value of 22.00 (sig. 0.019). Meanwhile, during the post-test, the average value became 29.05 with a standard deviation (SD) of 0.981 in the range of 27-30 and a median value of 29.00 (sig. 0.000), meaning there was a difference between the pre-test and post-test of 7.53. This shows that there is an effect of health education using animated videos on knowledge of scabies prevention. Conclusion: There was an increase in knowledge before and after being given an animated video about personal hygiene in preventing scabies (p=0.000 <0.05). Suggestion: Personal hygiene can be used as a school health program that is carried out periodically and continuously, so that students are able to improve their personal hygiene to prevent scabies in the Islamic boarding school environment. Keywords: Animated Video; Knowledge; Personal Hygiene; Scabies Disease. Pendahuluan: Terjadinya peningkatan prevelensi penyakit skabies di Indonesia sebesar 5.6-12.95% dan menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit terbanyak. Skabies dapat menyebabkan infeksi lokal pada jaringan dan bisa menyebar melalui aliran darah masuk ke dalam limfa terjadi limfadenitis dan sepsis. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video animasi tentang personal hygiene terhadap peningkatan pengetahuan dalam pencegahan penyakit skabies. Metode: Desain penelitian pre eksperiment menggunakan one group pre-post test design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024-Juni 2025 di Pondok Pesantren Sabbihisma. Populasi penelitian merupakan murid SMP berjumlah 107 partisipan dan sampel dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 84 partisipan. Pengolahan data melalui editing, coding, entri, cleaning, transfering, dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Pengetahuan partisipan ketika pre-test, didapatkan nilai rata-rata sebesar 21.52 dengan standar deviasi (SD) sebesar 4.674 pada rentang 8-29 dengan nilai median sebesar 22.00 (sig. 0.019). Sementara ketika post-test, nilai rata-rata menjadi 29.05 dengan standar deviasi (SD) sebesar 0.981 pada rentang 27-30 dan nilai median sebesar 29.00 (sig. 0.000), artinya terdapat selisih antara pre-test dan post-test sebesar 7.53. Hal ini menunjukkan, bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video animasi terhadap pengetahuan pencegahan penyakit skabies. Simpulan: Terdapat peningkatan antara pengetahuan sebelum dan setelah diberikan video animasi tentang personal hygiene dalam pencegahan penyakit skabies (p=0.000 <0.05). Saran: Personal hygiene dapat dijadikan salah satu program kesehatan sekolah yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, agar para murid mampu meningkatkan personal hygiene guna mencegah penyakit skabies di lingkungan pondok pesantren. Kata Kunci: Pengetahuan; Penyakit Skabies; Personal Hygiene; Video Animasi.