Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MEMINIMUMKAN JUMLAH KALORI DI DALAM TUBUH DENGAN MEMPERHITUNGKAN ASUPAN MAKANAN DAN AKTIVITAS MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMING Lestari Dwi Asih; Maya Widyastiti
Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 16, No 1 (2016): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/ekol.v16i1.61

Abstract

Calorie is defined as a unit used to measure power or energy value. The calories in a food depends on the content of carbohydrates, protein, and fat in the food itself. Excess calories can lead to obesity disease and another diseases. So, it is important to know the amount of the calories in the body. In this study, to determine the number of calories needed by the body based on age, gender, height, weight and type of daily activity. The amount of calories that will be consumed as much as needed by the body and perform the activity as much as possible at certain time intervals to minimize the amount of calories in the body by considering the constraints that exist with using linear programming.Key words : Integer Linear Programming, Optimization, diet, foods and activities
PENENTUAN LOKASI BASIS DAN NON BASIS PENYEBARAN VIRUS CORONA (COVID-19) MENGGUNAKAN METODE LOCATION QUOTIENT (LQ) Toto Iswanto; Maya Widyastiti
Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 22, No 1 (2022): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/ekologia.v22i1.4892

Abstract

The corona virus pandemic that has hit the entire world is a threat to the order of peoples lives in all field so it must be solved quickly. This study aims to determine the location of the Basic and non-Basic of the spread of corona virus in Lubuk Besar district, Province of Bangka Belitung Island. Data used is this study are the number of population and the number of COVID-19 cases in Lubuk Besar district, Bangka Belitung Province. This research is a descriptive type of research with a quantitative approach using the Location Quotient Method. The results showed that in January 2021 there are 4 villages that became the basis location for the spread of the corona virus, i.e. Kulur Village with LQ value is 1.634581, Kulur Ilir Village with LQ value  is 1.618289, Lubuk Besar Village with LQ value is 1.914148, and Perlang Village with LQ value is 1.412130, and the other villages are non-basic. In February 2021 the villages that became the basis are Kulur Ilir Village with LQ value is 1.182939, Perlang Village with LQ value is 1.376094, and Trubus Village with LQ value is 2.996931, and the other villages are non-basic location. In March 2021, Perlang Village with LQ value is 1.184505 and Trubus Village with LQ value is 5.600585 became the basis for the spread of the corona virus, and the other villages are non-basic location.
Peramalan Harga Cabai Rawit di Kota Bandung, Kota Bogor dan Kota Cirebon dengan Pendekatan GSTAR Putri Dwi Fadila; Ani Andriyati; Maya Widyastiti
SAINTIFIK Vol 9 No 2 (2023): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v9i2.426

Abstract

Pergerakan harga cabai di suatu daerah sangat mungkin dipengaruhi oleh pergerakan harga cabai di daerah sekitarnya. Ketika gangguan musiman terjadi di pusat produksi yang mempengaruhi hasil panen, maka secara otomatis terjadi kelangkaan stok yang mempengaruhi fluktuasi harga. Peramalan harga cabai rawit diperlukan untuk menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran. Peramalan harga cabai rawit dalam penelitian ini menggunakan model Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR) dengan pertimbangan bahwa model GSTAR merupakan salah satu model pemetaan yang berbasis space time untuk memodelkan, meramalkan data yang memiliki keterkaitan antar waktu sebelumnya dan keterkaitan antar lokasi yang berdekatan. Model ini sering digunakan dalam kasus kesehatan namun belum pernah digunakan dalam meramalkan harga cabai rawit. Data yang digunakan berupa laporan harga cabai rawit di Kota Bandung, Kota Bogor, dan Kota Cirebon, berupa data mingguan dari tahun 2018 sampai tahun 2021 dan terbagi menjadi dua bagian yaitu data in sample dan out sample. Pemodelan GSTAR yang digunakan menggunakan dua pembobotan yaitu pembobot normalisasi korelasi silang dan pembobot invers jarak. Hasil analisis menunjukkan bahwa model GSTAR (2;1) I (1) dengan pembobotan normalisasi korelasi silang merupakan model terbaik dengan nilai RMSE dan MAPE terkecil sehingga lebih tepat digunakan meramalkan harga cabai rawit di Kota Bandung, Kota Bogor dan Kota Cirebon.
Implementasi Simultaneous Pick Up and Delivery Vehicle Routing Problem with Time Windows Menggunakan Integer Non-Linier Programming Maya Widyastiti; Amar Sumarsa
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 4 No 2 (2023): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.v4i2.2257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan variasi dari model Vehicle Routing Problem (VRP) untuk melakukan pendistribusian suatu barang, Rute yang dirancang untuk menentukan banyaknya kendaraan yang digunakan dan rute terpendek pendistribusian. Model Pickup and Delivery Vehicle Routing Problem with Time Windows (PDVRPTW) dimodelkan dalam bentuk Integer Non-Linear Programming, dan diselesaikan menggunakan metode Branch and Bound. Model ini digunakan karena dapat menghasilkan solusi dalam menyelesaikan masalah optimisasi rute dengan batasan tertentu. PDVRPTW merupakan permasalahan rute kendaraan dimana setiap konsumen terjadi pengiriman dan pengambilan barang sekaligus dan terdapat batasan waktu. Hasil yang diperoleh sebanyak 4 kendaraan yang digunakan. Jarak tempuh terpendek sebesar 26816 meter. Jarak tempuh kendaraan 1 sebesar 5299 meter, kendaraan 2 sebesar 6546 meter, kendaraan 3 sebesar 6684 meter dan kendaraan 4 sebesar 8287 meter. Hasil penentuan rute menggunakan metode Branch and Bound memberikan rute yang lebih baik, dimana jarak pengiriman dapat dihemat sebesar 2575 meter atau 9,6%.
PELATIHAN PENGOLAHAN DATA KEPENDUDUKAN BAGI PERANGKAT DESA BANTARSARI, RANCABUNGUR, KABUPATEN BOGOR Ani Andriyati; Isti Kamila; Fitria Virgantari; Maya Widyastiti; Embay Rohaeti; Amar Sumarsa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4510

Abstract

Data kependudukan sangat diperlukan dalam perumusan kebijakan. Data kependudukan terus bertambah seiring dengan bertambahnya waktu sehingga perlu disajikan, diolah dan dianalisis yang benar sehingga dapat memberikan informasi yang berguna. Perangkat desa di Desa Bantarsari masih menggunakan cara manual dalam pengolahan data kependudukan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan penggunaan softtware merupakan salah satu kendala utama. Salah satu solusi untuk mengatasi kendala tersebut yaitu perlu diberikan pelatihan software pengolahan data bagi perangkat desa Bantarsari. Software SPSS dipilih dalam pelatihan ini dengan pertimbangan software tersebut memiliki bentuk pemaparan yang baik serta mudah dipelajari. Secara teknik kegiatan pelatihan dibagi menjadi dua kegiatan yaitu prapelatihan dan kegiatan inti pelatihan. Kegiatan inti pelatihan meliputi pemberian pre test, pemaparan materi oleh narasumber, praktek secara berkelompok, dan evaluasi kegaitan dengan post test. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 11 orang. Para peserta mempraktekkan materi yang disampaikan mulai dari input data, penyajian data dalam tabel frekuensi, tabel kontingensi, diagram pie, diagram batang dan piramida populasi dengan software SPSS. Hasil evaluasi menunjukkan 72 % perangkat desa dapat menggunakan SPSS untuk menyajikan data kependudukan dalam bentuk tabel dan grafik.
Implementasi Vehicle Routing Problem with Multiple Trips pada Masalah Pengangkutan Sampah Maya Widyastiti; Muhamad Awaludin
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 18 No. 1 (2021): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 18 Nomor 1 Edisi Me
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh setiap daerah, termasuk di Kota Bogor adalah masalah pengelolaan sampah. Dari tahun ke tahun, jumlah penduduk di Kota Bogor semakin bertambah. Hal ini menyebabkan volume sampah di Kota Bogor semakin meningkat. Volume sampah di Kota Bogor setiap harinya mencapai 2900 meter kubik. Akan tetapi, sampah yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga hanya 2100 meter kubik. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Setiap hari, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor telah melakukan pengangkutan sampah. Akan tetapi, DLH Kota Bogor memiliki keterbatasan, seperti banyaknya armada pengangkutan sampah, biaya operasional, dan sebagainya. Pada penelitian ini, model Vehicle Routing Problem with Multiple Trips diterapkan pada masalah pengangkutan sampah dengan tujuan meminimumkan biaya operasional pengangkutan sampah. Solusi diperoleh dengan bantuan perangkat lunak LINGO 11.0 menggunakan metode Branch and Bound . Hasil yang diperoleh sebesar Rp.9.469.072,22, dengan rincian Bogor Tengah sebesar Rp.941.650,205, Bogor Utara sebesar Rp.1.980.716,265, Bogor Timur sebesar Rp.1.032.562,5, Bogor Barat sebesar Rp.1.448.955,075, Bogor Selatan sebesar Rp.2.456.550, dan Tanah Sareal sebesar Rp.1.617.638,175.