Maulida, Fathia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SOSIAL EKONOMI KELUARGA DAN PERAN IBU TERHADAP KEBIASAAN SARAPAN PADA SISWA FULLDAY SCHOOL DI SDIT KOTA PEKANBARU Natalina, Sucita Lestari; Maulida, Fathia
Jurnal Media Informatika Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Media Informatika Edisi Mei - Agustus
Publisher : Jurnal Media Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Full-day students start activities from morning to afternoon, or around 8 hours at school. By getting used to eating breakfast, you can meet your daily nutritional needs by 15-30%. However, almost 60% of children do not have the habit of eating breakfast for various reasons, and for 66.8%, the nutritional quality of breakfast is still low. This research aims to determine the influence of family socio-economics and the role of the mother on students' breakfast habits. This type of research is observational analytic with a cross-sectional study design. Sampling used the accidental sampling technique to obtain a sample of 81 people. The data collected includes data on children's characteristics, the mother's role in providing food, socio-economic factors, and breakfast habits. Data was collected using a Google form, which was shared via the parents' WhatsApp group. The results showed that the mother's education level and family income level did not influence the mother's role in providing breakfast, with p = 0.292 and p = 0.377. Meanwhile, the mother's employment factor influences the mother's role in providing breakfast with p = 0.018. The mother's role has an influence on students' breakfast habits with p = 0.003. It is recommended for mothers who work outside the home to prepare breakfast early so that the breakfast menu is more varied and complete with vegetables and fruit.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PELAKSANAAN PEMBERIAN SUPLEMENTASI KAPSUL VITAMIN A DI KOTA PEKANBARU Maulida, Fathia; Setiarini, Asih
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i1.425

Abstract

Latar Belakang Masalah: Covid-19 merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan disebabkan oleh virus bernama Coronavirus. Karena penyebarannya yang cepat dan penambahan kasus yang banyak, WHO kemudian mengumumkan penyakit ini sebagai pandemi di seluruh dunia. Untuk menanggapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia menerapkan berbagai peraturan mengenai kedaruratan dan pembatasan sosial yang salah satunya adalah penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan covid-19.Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran pelaksanaan suplementasi kapsul vitamin A di pelayanan kesehatan saat sebelum dan sesudah adanya pandemi covid-19 di Kota Pekanbaru.Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif kemudian disajikan dengan naratif deskriptif. Wawancara dilakukan dengan 4 orang petugas gizi dari 4 puskesmas yang berbeda di Kota Pekanbaru secara langsung dengan protokol kesehatan ketat. Data yang di hasilkan di buat transkrip kemudian di analisis konten berdasarkan analisis persepsi informan dalam memberikan pendapat dan pengalaman mengenai pelaksanaan suplementasi vitamin A.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan suplementasi kapsul vitamin A di puskesmas Kota Pekanbaru sebelum pandemi sudah berjalan dengan baik namun terjadi perubahan drastis dalam pelayanan kesehatan dan pelaksanaan suplementasi vitamin A saat pandemi covid-19 sehingga menyebabkan penurunan cakupan pencapaian keberhasilan yang signifikan jauh dibawah target nasional sebesar 82%. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya kebijakan pembatasan kegiatan (PSBB) sehingga berdampak pada pelaksanaannya dan juga rasa takut dari kader dan masyarakat untuk melaksanakan pelayanan kesehatan saat pandemi covid-19 ini.Simpulan: Dibutuhkan penguatan kinerja tenaga kesehatan dan dukungan dari tokoh masyarakat dalam optimalisasi pelaksanaan suplementasi vitamin A saat pandemi covid-19 ini.