Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

ANALISIS KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL TANAH AIR BETA KARYA SEFRYANA KHAIRIL Kewa Sili, Febriana; Lawet, Pilipus Wai; Keban, Sirilus Karolus Keroponama
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7482

Abstract

Novel Tanah Air Beta karya Sefryana Khairil menjadi fokus pembahasan dalam tulisan ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kritik sosial dalam novel Tanah Air Beta karya Sefryana Khairil. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini bersumber dari frasa, dalam novel Tanah Air Beta karya Sefryana Khairil. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa novel ini memuat empat bentuk kritik sosial, yaitu: (1) kritik terhadap sistem pendidikan, (2) kritik terhadap lingkungan, (3) kritik terhadap moralitas masyarakat, dan (4) kritik terhadap budaya.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN METODE JIGSAW DI KELAS X SMA NEGERI 1 ADONARA TENGAH Weran, Elisabet Diniana Danu; Lawet, Pilipus Wai; Wissang, Imelda Oliva
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas X SMA Negeri 1 Adonara Tengah, melalui penerapan metode pembelajaran tipe jigsaw. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes unjuk kerja keteramilan berbicara, yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitati. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode jigsaw mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 56,73 pada siklus I menjadi 85,94 pada siklus II. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh aspek penilaian keterampilan berbicara, termasuk pelafalan, intonasi, diksi, sikap tenang dan wajar, gerak dan mimik, volume suara, kelancaran, serta penguasaan topik. Dengan demikian, penerapan metode jigsaw efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
MENINGKATKAN KETEPATAN PENGGUNAAN STRUKTUR KALIMAT DALAM PENULISAN CERPEN DENGAN METODE PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA SMP NEGERI 2 LARANTUKA TAHUN PELAJARAAN 2024/2025 Liwun, Yosefina Bare; Lawet, Pilipus Wai; Leu, Yoakim Yolanda Mario
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar siswa kelas VIII B pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Larantuka tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode Project based learning dengan desain penelitian model Kemmis dan Mc Tanggart. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam penulisan Cerpen pada siswa kelas VIII B SMPN 2 Larantuka, yang indikatornya berupa peningkatan skor rata-rata dari siklus I sebesar 75,78% ke siklus II sebesar 100%. (1) Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I hanya 2 siswa dengan persentase 6,45% memperoleh nilai 80 dengan kategori tuntas, sedangkan 29 siswa tidak tuntas dengan persentase 93,54% yang memperoleh nilai 60 ke bawah pada kategori tidak tuntas, (2) Kemudian meningkat pada siklus II 30 siswa kelas VIII-B SMP Negeri 2 Larantuka. Sudah tidak ada yang memperoleh nilai kurang dari 75 atau berada pada kategori sangat rendah, 30 siswa memperoleh nilai 80- 100 dalam kategori sangat tinggi dan melewati nilai KKM, dan (3) Terjadinya perubahan tingkah laku siswa dari siklus I ke siklus II dapat dilihat pada hasil observasi aktivitas siswa yang dicatat pada setiap siklus, dari hasil tersebut menunjukkan perubahan siswa yang lebih semangat dan lebih antusias dalam belajar.