Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VII SMPK SWADAYA TUAKEPA Makin, Angelina Horek; Leu, Yoakim Yolanda Mario; Lemba, Vinsensius Crispinus
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VII SMPK Swadaya Tuakepa melalui penggunaan media gambar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data diperoleh melalui observasi dan tes berbicara secara individu, dinilai berdasarkan delapan asek keterampilan berbicara, yaitu pengucapan atau lafal, intonasi, diksi, sikap tenang dan wajar, gerak-gerik dan mimik, volume suara, kelancaran, dan penguasaan topik. Hasil penelitian menunjukan peningkatan nilai rata-rata dari 36,13 (prasiklus) menjadi 60,00 ( siklus I), dan meningkat lagi menjadi 79,69 pada siklus II. Dengan demikian, penggunaan media gambar efektif meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
NILAI EDUKATIF DALAM NOVEL “LIKURAI UNTUK SANG MEMPELAI” KARYA ROBERT FAHIK Derosari, Susana A. Oa BL; Leu, Yoakim Yolanda Mario; Keban, Sirilus Karolus Keroponama
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7463

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai edukatif dalam novel “Likurasi untuk Sang Mempelai”, karya Robert Fahik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan temuan dan pembahasan, maka hasil penelitian ini menunjukkan terdapat nilai edukatif dalam novel “Likurai Untuk Sang Mempelai” karya Robert Fahik, yakni, (1) nilai religius dengan aspek edukait, seperti rasa syukur, keyakinan, kesucian dan kerendahan hati dalam menjalankan kewajiban sebagai umat beragama serta berperilaku sabar dan ikhlas ketika menghadapi coban atau tantangan serta yakin akan kuatnya fondasi kehidupan dengan Tuhan, (2) nilai moral dengan aspek edukatif, seperti perbuatan baik, menghargai orang yang lebih tua, saling memfaakan, cinta kasih, tanggung jawab, kejujuran, kebaikan, dan kesabaran, (3) nilai sosial dengan aspek edukatif, seperti gotong royong, kesetiaan, solodaritas,kerja sama, dan peduli terhadap sesama, dan (4) nilai budaya dengan aspek edukatif, seperti penghargaan terhadap leluhur, adat istiadat, tradisi lisan, dan pakaian daerah.
MENINGKATKAN KETEPATAN PENGGUNAAN STRUKTUR KALIMAT DALAM PENULISAN CERPEN DENGAN METODE PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA SMP NEGERI 2 LARANTUKA TAHUN PELAJARAAN 2024/2025 Liwun, Yosefina Bare; Lawet, Pilipus Wai; Leu, Yoakim Yolanda Mario
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar siswa kelas VIII B pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Larantuka tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode Project based learning dengan desain penelitian model Kemmis dan Mc Tanggart. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam penulisan Cerpen pada siswa kelas VIII B SMPN 2 Larantuka, yang indikatornya berupa peningkatan skor rata-rata dari siklus I sebesar 75,78% ke siklus II sebesar 100%. (1) Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I hanya 2 siswa dengan persentase 6,45% memperoleh nilai 80 dengan kategori tuntas, sedangkan 29 siswa tidak tuntas dengan persentase 93,54% yang memperoleh nilai 60 ke bawah pada kategori tidak tuntas, (2) Kemudian meningkat pada siklus II 30 siswa kelas VIII-B SMP Negeri 2 Larantuka. Sudah tidak ada yang memperoleh nilai kurang dari 75 atau berada pada kategori sangat rendah, 30 siswa memperoleh nilai 80- 100 dalam kategori sangat tinggi dan melewati nilai KKM, dan (3) Terjadinya perubahan tingkah laku siswa dari siklus I ke siklus II dapat dilihat pada hasil observasi aktivitas siswa yang dicatat pada setiap siklus, dari hasil tersebut menunjukkan perubahan siswa yang lebih semangat dan lebih antusias dalam belajar.
Pelatihan Pembuatan Canva Sebagai Media Pembelajaran Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Semester IV Leu, Yoakim Yolanda Mario
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.953

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam proses belajar mengajar. Media hadir untuk mempermuda pendidik untuk menyampaikan materi. Oleh karena pelatihan pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi merupakan salah cara berinovasi dalam pembelajaran. Hadirnya canva sebagai media pembelajaran dapat membantu guru dalam menyiapkan bahan ajar dan membantu pendidik dalam memberi pemahaman, dan mahasiswa memiliki kesiapan dalam menyusun pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Hal ini dilakukan untuk mendukung pembelajaran di kurikulum yang sekarang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud dapat memberikan ruang kreativitas kepada mahasiswa dalam menghasilkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, agar siswa tidak jenuh mengikuti proses belajar mengajar yang dilakukan. Dengan demikian diharapkan kegiatan ini dapat memberi kontribusi bagi mahasiwa yang akan menjadi pendidik-pendidik di masa yang akan datang.
Tindak Tutur Direktif dalam Perkawinan Likat Telo di Waibalun, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur Koten, Sesilia Sika; Lawet, Pilipus Wai; Leu, Yoakim Yolanda Mario
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tindak tutur direktif dalam perkawinan Likat Telo di Waibalun, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Penelitan ini menggunakan teori pragmatik dan metode kualitatif deskriptif. Perkawinan likat telo di Waibalun, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur di pandang sebagai tradisi yang memiliki nilai moralitas, dijunjung dan dipertahankan dan sebagai panduan bagi masyarakat untuk menghargai perempuan dalam tatanan kehidupan mereka. Berdasarkan temuan dan hasil pembahasan tindak tutur dalam perkawinan likat telo di Waibalun, Flores Timur, Nusa Tenggara, maka dapat disimpulkan bahwa tindak tutur direktif digunakan adalah (1) tindak tutur direktif meminta, (2) tindak tutur direktif nasehat dan larangan, (3) tindak tutur direktif memerintah, (4) tindak tutur direktif menanyakan, dan (5) tindak tutur direktif mengajak.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAGI GURU TAMAN KANAK-KANAK Maran, Margiana Dewi Maria Madonna; Leu, Yoakim Yolanda Mario
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10234

Abstract

The pedagogical competence of kindergarten teachers is crucial in forming the foundation of child development, yet educators in East Nusa Tenggara still face challenges in developing systematic learning tools. The focus of this activity was to provide intensive mentoring for 15 teachers to improve their skills in developing creative and innovative Lesson Implementation Plans (RPP) in accordance with the Independent Curriculum. The activity was conducted online through interactive lectures, Q&A sessions, demonstrations of the development process, simulations, and independent work practice, culminating in an in-depth evaluation. The results of the activity demonstrated a significant increase in teachers' professional capacity as reflective learning designers. Based on technical evaluation data, 95% of participants understood and were able to implement the RPP development very well, while the remaining 5% required additional guidance related to the integration of learning outcomes with child development assessment instruments. These findings demonstrate that the play-while-learning strategy incorporated into the learning design is highly effective in optimizing students' cognitive, physical-motor, and social-emotional aspects. The main conclusion emphasized that ongoing mentoring through non-formal workshops is a strategic necessity to ensure a structured and detailed learning process. With a thorough mastery of learning design, teachers can carry out their roles professionally to realize a more meaningful and measurable quality of early childhood education in the midst of a global era that continues to experience rapid development. ABSTRAK Kompetensi pedagogik guru Taman Kanak-Kanak sangat krusial dalam membentuk fondasi perkembangan anak, namun pendidik di Nusa Tenggara Timur masih mengalami hambatan dalam menyusun perangkat pembelajaran sistematis. Fokus kegiatan ini adalah memberikan pendampingan intensif bagi 15 guru guna meningkatkan kecakapan mereka dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kreatif dan inovatif sesuai Kurikulum Merdeka. Tahapan kegiatan dilaksanakan secara daring melalui metode ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi alur penyusunan, simulasi, hingga praktik kerja mandiri yang diakhiri dengan evaluasi mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas profesionalisme guru sebagai perancang pembelajaran reflektif. Berdasarkan data evaluasi teknis, tercatat bahwa 95% peserta telah memahami serta mampu mengimplementasikan penyusunan RPP dengan sangat baik, sementara 5% sisanya memerlukan bimbingan tambahan terkait integrasi capaian pembelajaran dengan instrumen asesmen perkembangan anak. Temuan ini membuktikan bahwa strategi bermain sambil belajar yang tertuang dalam desain pembelajaran sangat efektif dalam mengoptimalkan aspek kognitif, fisik motorik, serta sosial-emosional peserta didik. Simpulan utama menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan melalui lokakarya non-formal menjadi keharusan strategis untuk memastikan proses pembelajaran yang terstruktur dan terperinci. Dengan penguasaan desain pembelajaran yang matang, guru dapat menjalankan perannya secara profesional demi mewujudkan kualitas pendidikan anak usia dini yang lebih bermakna dan terukur di tengah era global yang terus mengalami perkembangan pesat.    
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN CANVA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI Leu, Yoakim Yolanda Mario
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10783

Abstract

Era digital mewajibkan mahasiswa Pendidikan Ekonomi menguasai teknologi, namun pemanfaatan media interaktif di Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka masih tergolong rendah karena mahasiswa kurang membuka diri terhadap metode inovatif. Fokus pengabdian ini adalah melatih mahasiswa memanfaatkan aplikasi Canva guna menciptakan perangkat pembelajaran yang menarik serta efektif. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan perangkat laptop, pengenalan fitur jendela kerja, praktik pembuatan proyek terbimbing, hingga evaluasi akhir hasil karya mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dua puluh mahasiswa peserta pelatihan berhasil menguasai dasar-dasar desain digital dan mampu menghasilkan modul ajar serta kuis interaktif secara mandiri. Melalui simulasi dan praktik langsung, mahasiswa menunjukkan peningkatan daya nalar dan kreativitas dalam mengolah materi ekonomi yang sebelumnya kaku menjadi visual yang menyenangkan bagi peserta didik. Temuan ini membuktikan bahwa Canva mempermudah pendidik menyiapkan bahan ajar yang fleksibel baik melalui laptop maupun ponsel cerdas secara gratis. Kesimpulannya, implementasi media Canva memberikan ruang eksplorasi bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif yang mendukung kurikulum terkini sekaligus mengatasi kejenuhan belajar di kelas. Pelatihan tersebut membekali mereka keterampilan teknis krusial sebelum melaksanakan praktek pengenalan lapangan di sekolah mitra guna menciptakan suasana akademik yang lebih hidup. Dengan demikian, penguasaan aplikasi desain ini menjadi solusi cerdas dalam mewujudkan tujuan pembelajaran modern yang dinamis, menyenangkan, serta interaktif. ABSTRACT The digital era requires Economics students to master technology, but the use of interactive media at the Larantuka Teacher Training and Technology Institute remains low due to a lack of openness to innovative methods. The focus of this community service program was to train students to utilize the Canva application to create engaging and effective learning tools. The implementation stages included laptop preparation, an introduction to the work window feature, guided project creation practice, and a final evaluation of student work. The results showed that twenty student participants successfully mastered the basics of digital design and were able to independently produce teaching modules and interactive quizzes. Through simulations and hands-on practice, students demonstrated increased reasoning and creativity in transforming previously rigid economics material into engaging visuals for students. These findings demonstrate that Canva makes it easy for educators to prepare flexible teaching materials, both on laptops and smartphones, for free. In conclusion, the implementation of Canva provides students with an exploratory space to produce innovative work that supports the current curriculum while addressing classroom boredom. The training provided them with crucial technical skills before undertaking fieldwork at partner schools to create a more lively academic atmosphere. Therefore, mastery of this design application is a smart solution for realizing the goal of modern learning that is dynamic, enjoyable, and interactive.