Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Difference of Landslide-Prone Areas Between Heuristic and Statistical Methods in Lima Puluh Kota Regency Ahyuni, Ahyuni -; Susetyo, Bigharta Bekti; Oktari, Fadhilla; Nur, Hamdi; Aziz, Azwirda
Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Vol 5 No 2 (2021): Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education (December Edition)
Publisher : Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.6 KB) | DOI: 10.24036/sjdgge.v5i2.392

Abstract

Measurement of landslide area can be done by heuristic, statistical or deterministic methods. This article will discuss the differences between the results of the two approaches, heuristic method and the statistical method at a scale of 1: 50,000 in Lima Puluh Kota Regency as one of the regencies in West Sumatera Province that often experiences landslides. The heuristic method is measured based on the rules outlined in the Indonesian disaster risk book (RBI) issued by the National Disaster Management Agency, while the statistical method uses the bivariate WoE (weight of Evidence) method with the variables used as determinants of landslide occurrence. The results of this study indicate that the use of heuristic methods and statistical methods shows different results in several areas regarding the high and low probability of landslide events.
Disharmoni Hukum Pengendalian Ruang dan Lingkungan: Evaluasi Komparatif Penertiban KKPR dan Sanksi Lingkungan Pasca Undang-Undang Cipta Kerja Oktari, Fadhilla; Frinaldi, Aldri; Lanin, Dasman; Rembrandt, Rembrandt; Ridha, Mhd.
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6359

Abstract

Transformasi regulasi perizinan melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) melahirkan dua instrumen pengendalian utama, yaitu Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan Persetujuan Lingkungan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas sanksi Pembatalan KKPR (Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2021) dengan sanksi administrasi lingkungan (Peraturan Gubernur Sumatera Barat No. 26 Tahun 2018) dalam menertibkan pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan oleh korporasi. Studi kasus difokuskan pada PT Agrowiratama di Kabupaten Pasaman Barat yang diduga beroperasi tanpa izin lingkungan serta memanfaatkan lahan berstatus kawasan hutan.1 Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif-komparatif, hasil penelitian menunjukkan adanya cacat legalitas ganda (dual legality defect) yang melibatkan pelanggaran tata ruang dan lingkungan. Pembatalan KKPR terbukti lebih definitif dan cepat dalam mengakhiri operasional ilegal karena mencabut dasar penguasaan ruang, sedangkan sanksi lingkungan berperan dalam penegakan pertanggungjawaban dan pemulihan. Sinergi antara kedua instrumen menjadi kunci efektivitas penegakan hukum lingkungan di tingkat daerah.