Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Efektivitas Pupuk Anorganik (N dan Ca) terhadap Daya Hasil dan Nilai Ekonomi pada Tanaman Cabai Hafith Furqoni, SP., M.Si. Ph.D.; Furqoni, Hafith; Sugiyanta, Sugiyanta
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.63853

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam budidaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pupuk anorganik (N dan Ca) terhadap hasil dan kelayakan ekonomi pada tanaman cabai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan. Perlakuan disusun dalam 7 taraf pemupukan: tanpa aplikasi pupuk anorganik cair (P0), pemupukan anorganik cair pembanding (P1), pemupukan 0.50 dosis rekomendasi anorganik (N dan Ca) (P2), pemupukan 0.75 dosis pupuk anorganik (N dan Ca) (P3), pemupukan 1.00 dosis rekomendasi anorganik (N dan Ca) (P4), pemupukan 1.25 dosis rekomendasi anorganik (N dan Ca) (P5) dan pemupukan 1.50 dosis anorganik (N dan Ca) (P6). Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan 1.00 dosis pupuk anorganik (N dan Ca) dapat meningkatkan pertumbuhan terhadap peubah jumlah cabang dan jumlah buah dibandingkan dengan kontrol. Selain itu, perlakuan tersebut meningkatkan komponen hasil dan hasil cabai dibandingkan dengan kontrol. Pemberian 1.00 dosis pupuk anorganik (N dan Ca) efektif secara agronomi karena dapat meningkatkan hasil sebesar 1.58 kali lipat. Perlakuan 1.00 dosis pupuk anorganik (N dan Ca) juga efektif secara ekonomi dengan menghasilkan R/C rasio tertinggi dan memberikan keuntungan terbesar. Dosis rekomendasi yang disarankan untuk tanaman cabai adalah 2.0 kg ha-1 per aplikasi pupuk anorganik (N dan Ca). Kata kunci: dosis rekomendasi, pupuk cair, pupuk majemuk, tanaman hortikultura
Growth and Production of Sweet Corn (Zea mays var. Saccharata Sturt.) at Various Doses of Micro Inorganic Fertilizers (3.14% Zn – 2.54% Cu) Mulyana, Erik; Rosyad, Astryani; Furqoni, Hafith; Khairullah, Adrian; Annas, Sofian; Suwarto, Suwarto
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.64456

Abstract

Sweet corn is a horticultural commodity that is widely cultivated in Indonesia. This study aimed to determine the development and growth response of sweet corn plants to the application of different doses of micro inorganic fertilizer (3.14% Zn – 2.54% Cu). The research was conducted at Sindangbarang Experimental Field, Bogor, West Java. This experiment used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with a single factor, namely the dose of fertilizer application. Treatments were arranged in 4 levels of application, namely: (1) control, (2) standard NPK, (3) NPK + 1 micro dose, (4) ¾ NPK + 1 micro dose. The results of this test indicate that the application level of micro inorganic fertilizers at the application level of NPK fertilizer + 1 micro dose and ¾ NPK + 1 micro dose fertilizer treatment can generally provide plant height, stem diameter, number of leaves, cob length, cob diameter, stover weight, cob weight with husk, cob weight without husk, production per plot, and productivity which were statistically higher than the control treatment. The application of NPK + 1 micro dose and fertilizer treatment of ¾ NPK + 1 micro dose have Relative Agronomic Effectiveness (RAE) values that meet the requirements to pass the fertilizer effectiveness test, with the highest RAE value obtained in the application of ¾ NPK + 1 micro dose fertilizer at 118%. Keywords: copper, effectivity of fertilizer, horticulture plants, zinc
Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan Tanaman Kelengkeng Umur Satu Tahun Ariz, Nail Fadhillah; Sudradjat, Sudradjat; Hapsari, Dhika Prita; Furqoni, Hafith; Hafith Furqoni, SP., M.Si. Ph.D.
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan tanaman yang berasal dari daratan Cina sehingga tergolong tanaman sub-tropis. Pada tahun 2022, Indonesia mampu memproduksi kelengkeng mencapai 46.096 ton/tahun. Salah satu alternatif untuk produksi dalam budidaya tanaman adalah menggunakan pupuk hayati. Penggunaan pupuk hayati diharapkan mampu menekan penggunaan pupuk anorganik dan tanaman kelengkeng dapat tumbuh lebih sehat, ramah lingkungan dan berproduksi dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pupuk hayati terhadap pertumbuhan tanaman kelengkeng. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - September 2024 di Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit IPB-Cargill Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan percobaan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT). Perlakuan disusun dalam 4 taraf pemupukan pupuk hayati yaitu: (1) kontrol tanpa aplikasi pupuk (P0), (2) pupuk hayati 50 g per tanaman (P1), (3) pupuk hayati 100 g per tanaman (P2), (4) pupuk hayati 200 g per tanaman. Peubah yang diamati adalah diameter batang, tinggi tanaman, jumlah cabang dan tingkat kehijauan daun. Hasil dari penelitian ini adalah pupuk hayati tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan kelengkeng. Kata kunci: budidaya, hortikultura, respons pertumbuhan, tanaman buah