Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN KELOMPOK TANI "MATTIRO WALIE" DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DI DESA BENTENG LOMPOE DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH Yanti, Hardi; Nawang, Muhammad Agung
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 9 No. 6 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v9i6.6425

Abstract

Penelitian ini meneliti peran kelompok tani "Mattiro Walie" dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Benteng Lompoe. Dengan pendekatan kualitatif, studi ini menganalisis strategi kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui program distribusi pupuk bersubsidi, bantuan alat pertanian, sistem pembiayaan bayar panen, serta penyuluhan pertanian. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan kelompok tani ini memiliki dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup petani, selaras dengan prinsip-prinsip Hukum Ekonomi Syariah.
Evaluating Computer Service Store Governance and Service with COBIT 5: EDM01 and APO09 Sabrila, Trifebi Shina; Ilmiyanor, Akhmad Hafi; Yanti, Hardi; Maretmy, Angella; Latif, Abdul; Lindawati, Ratna
INSTALL: Information System and Technology Journal Vol 1 No 2 (2024): INSTALL : Information System and Technology Journal
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/install.v1i2.800

Abstract

This study aims to analyze the application of the EDM01 (Ensuring the Setup and Maintenance of the IT Governance Framework) and APO09 (Managing Service Agreements) domains of the COBIT 5 framework in the context of computer service stores. Through survey methods and direct interviews, data is collected to evaluate the maturity level of the governance process and IT services in the store. The results of the analysis show that both process domains are at maturity level 2 (Managed), indicating that the process is well managed but still has potential for improvement. An evaluation of the gap between current and expected conditions reveals potential improvements in process consistency and effectiveness. These findings provide insights into how to improve service quality and operational efficiency in computer service shops, as well as ensure better customer satisfaction through the implementation of COBIT 5 best practices. This research provides a solid foundation for computer service shops to improve their IT governance in accordance with industry standards and meet business needs more effectively and efficiently.
Educational Visualization of Waste Management Through 3D Animation as an Effort to Increase Environmental Awareness Hapsari, Erwenda Tri; Yanti, Hardi; Maretmy, Angella; Sabrila, Trifebi Shina
INSTALL: Information System and Technology Journal Vol 2 No 2 (2025): INSTALL : Information System and Technology Journal
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/install.v2i2.983

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan masalah lingkungan yang masih sulit ditangani diberbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Kota Banjarmasin, sebagai salah satu contoh, yang menghadapi tantangan besar dalam mengelola sampah yang tidak ditangani secara optimal. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dan kurangnya edukasi lingkungan yang memadai. Fenomena ini menyebabkan meningkatnya volume sampah yang mencemari lingkungan dan berisiko terhadap kesehatan masyarakat. Sebagai solusi, visualisasi edukatif, khususnya melalui animasi tiga dimensi (3D), dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Animasi 3D memungkinkan penyampaian informasi yang kompleks secara lebih jelas dan menarik, serta memberikan pengalaman belajar yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan visualisasi edukatif berbasis animasi 3D yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu lingkungan, terutama pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan animasi 3D efektif dalam menyampaikan pesan edukatif dan memperkuat pemahaman serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Internalisasi Nilai Ekoteologi Islam melalui Edukasi Pengelolaan Sampah dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Salomallori Yusriani, Yusriani; Yanti, Hardi; Mursidin, Mursidin; Hamdi, Hamdi; Hasriani, Vivi; Rajabil, Abdul; Ramadhani, Nur Azizah; Jusyana, A. Erwina; Fajri, Nur; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v6i1.5046

Abstract

Household waste is a significant challenge in environmental management at the community level. Low public awareness of waste management demonstrates the need for an approach that is not only technical but also based on spiritual values. This Community Service (PKM) activity aims to internalize Islamic ecotheological values through waste management education and community empowerment in Salomallori Village. The method used was an educational-participatory approach through door-to-door outreach to 20 households, including reflective religious dialogue, waste sorting demonstrations, and mentoring in the practice of the 3Rs (reduce, reuse, recycle). The results of the activity indicated an increase in community understanding of ecological responsibility as part of the mandate of the caliphate. Furthermore, approximately 12 of the 20 households (60%) began implementing simple practices of separating organic and inorganic waste. These findings demonstrate that an approach based on Islamic ecotheological values is effective in building community environmental awareness. This educational model has the potential to be replicated in communities with strong religious characteristics.