Anggreni, Yulia Dwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Occupational Well-Being of School Staff in Full Day and Half Day School Teachers Rahma, Ulifa; Anggreni, Yulia Dwi; Faizah, Faizah; Dara, Yuliezar Perwira
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v10i1.2748

Abstract

This research is a phenomenology study in qualitative about the portrayal of occupational well-being of school staff at Full Day School and Half Day School in Senior High School teachers, which is based on Saaranen's theory (2012). The interviews were used as data. Purposive sampling, eight primary teachers were selected, including four teachers from Universitas Negeri Malang Laboratory Senior High School as the full-day school and four teachers from Panjura Senior High School as a half-day school. Milles and Huberman were used as the data analysis following by triangulation techniques. The results showed that full-day and half-day schools needed to maintain the positive aspects that were fulfilled and improve improvement. A full-day school, the elements that have fulfilled are the workers' health and resources, professional competence, working conditions, and working communities. Meanwhile, the factors that have fulfilled are the aspects of the working community, the workers’ health and resources, and professional competence at half day school. In contrast, the element that needs to improve in this school is working conditions. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis fenomenologi mengenai gambaran occupational well-being of school staff pada guru Sekolah Menengah Atas Full Day School dan Half Day School, yang berdasar pada teori Saaranen (2012). Data yang digunakan oleh peneliti melalui wawancara, dengan menggunakan purposive sampling sebanyak delapan guru primer diantaranya empat guru di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang sebagai sekolah full day dan empat guru di SMA Panjura sebagai sekolah half day. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data Milles dan Huberman serta menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah fullday dan halfday perlu mempertahankan aspek positif yang terpenuhi dan meningkatkan hal yang masih perlu diperbaiki. Pada sekolah full day, aspek yang telah terpenuhi yaitu aspek workers health and resources, professional competence, working conditions dan working community. Pada sekolah half day, yang telah terpenuhi yaitu aspek working community, workers health and resources, dan professional competence, sedangkan untuk aspek yang perlu ditingkatkan pada sekolah ini yaitu aspek working conditions. 
Dukungan Sosial Keluarga dan Task Commitment pada Siswa SMK Saat Pembelajaran Daring Anggreni, Yulia Dwi; Santi, Dyan Evita
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i2.6701

Abstract

This study aims to determine the relationship between family social support and task commitment in vocational students in a private school during online learning. When learning online, a student needs support from the surrounding environment, especially from the family environment in the hope that his school can run well. Students who have support from their families by getting the necessary assistance, hope to complete their assignments well even though they have many obstacles. In online learning, families and students are inseparable, because they must support each other. Therefore, the researcher wants to know whether there is a relationship between the two variables. The researcher proposes a hypothesis that there is a relationship between family social support and task commitment. The population in this study were students of class X SMK, using quantitative research methods. The technique used in this research is the product moment correlation technique using IBM SPSS Statistics 25 For Windows. While the sampling technique was carried out by purposive sampling, using a google form containing the family social support scale and task commitment scale. Based on the calculation of Pearson's Product Moment correlation, the correlation coefficient (r) is 0.337, p = 0.003 (p 0.05). This means that there is a significant positive relationship between family social support and task commitment.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dan komitmen terhadap tugas (task commitment) pada siswa SMK di salah satu sekolah swasta selama pembelajaran daring. Saat pembelajaran daring, seorang siswa memerlukan dukungan dari lingkungan sekitar khususnya dari lingkungan keluarga dengan harapan sekolahnya dapat berjalan dengan baik. Siswa yang memiliki dukungan dari keluarga dengan mendapatkan bantuan-bantuan yang diperlukan, berharap dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik walaupun mempunyai banyak rintangan yang dihadapi. Dalam pembelajaran daring, keluarga dan siswa merupakan suatu hal yang tidak dapat terpisahkan, karena mereka harus saling mendukung satu dengan lainnya. Maka dari itu peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan antara kedua variabel tersebut. Peneliti mengajukan hipotesis yaitu ada hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan task commitment. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK kelas X, dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik korelasi product moment dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 25 For Windows. Sedangkan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, dengan menggunakan google formulir yang berisikan skala dukungan sosial keluarga serta skala task commitment. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi Product Moment dari Pearson diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,337, p = 0,003 (p 0,05). Artinya ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan task commitment.