Wenno, Noviar F
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN MODAL SOSIAL DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN KELOMPOK TANI DI NEGERI HUTUMURI KECAMATAN LEITIMUR SELATAN KOTA AMBON Batkormbawa, Cinthya; Adam, Felecia P; Wenno, Noviar F
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 12, No 1 (2024): AGRILAN : JURNAL AGRIBISNIS KEPULAUAN
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrilan.v12i1.1980

Abstract

Modal sosial sangat erat kaitannya dengan pencapaian tujuan bersama dalam suatu jaringan hubungan sosial. Jaringan hubungan sosial terdiri dari individu – individu yang memiliki tujuan yang sama untuk bergabung ke dalam jaringan tersebut. Modal sosial terbentuk dari hubungan sosial dimana seorang individu terhubung dengan individu lainnya dan melakukan hubungan timbal balik, pemberi informasi juga mendapatkan informasi. Hubungan timbal balik yang dimaksud ialah kegiatan berbagi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan kelompok tani, tingkat modal sosial dan hubungan antara modal sosial dengan tingkat perkembangan kelompok tani di Negeri Hutumuri. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer yang didapatkan melalui wawancara dengan responden dan data sekunder data yang diperoleh dari instansi dan literatur terkait masalah penelitian. Data yang telah dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan 2 metode yaitu skala likert dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perkembangan kelompok tani di negeri Hutumuri tergolong kelas lanjut dan madya. Tingkat modal sosial tergolong kategori tinggi. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan ada hubungan yang cukup kuat antara tingkat modal sosial dengan tingkat perkembangan kelompok tani di lokasi penelitian.
KEADAAN SOSIAL EKONOMI DAN SISTEM PENGELOLAAN TANAMAN PALA DI NEGERI LILIBOOI, KECAMATAN LEIHITU BARAT KABUPATEN MALUKU TENGAH Unitly, Moilena; Adam, Felecia P; Wenno, Noviar F
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 12, No 1 (2024): AGRILAN : JURNAL AGRIBISNIS KEPULAUAN
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrilan.v12i1.1974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi dan sistem pengelolaan tanaman pala di desa Lilibooi, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan adalah diskriptif kualitatif yakni mendeskripsikan kondisi sosial dan ekonomi tanaman pala usahatani rakyat yang dikelola secara tradisional. Responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 petani yang ditentukan secara acak dari semua populasi petani pala di Neberi Lilibooi. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan petani setempat dan data sekunder diperoleh melalui referensi yang tersedia dari lembaga resmi yang relevan dengan penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi skor dan kategori skala penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi Negeri Lilibooi telah memadai. Sistem pengelolaan pala di Negeri Lilibooi masih menerapkan sistem budidaya tradisional (bersifat turun-temurun). Kepemilikan lahan yang pada mulanya dikelola secara bersama oleh keluarga secara perlahan mulai beralih kepada kepemilikan individual berdasarkan garis keturunan. Dengan berubahnya struktur agraria seperti ini maka berdampak juga terhadap produksi tanaman pala yang dihasilkan, pemanfaatan untuk wilayah permukiman dan terjadi diversifikasi ragam usatani.  Hasil produksi ini berhubungan langsung dengan pendapatan yang akan diterima oleh petani pala. 
PENGARUH STATUS KEPEMILIKAN LAHAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI HORTIKULTURA DI DUSUN TELAGA KODOK, KECAMATAN LEIHITU Madja, Mohammad Z. A; Pattiselano, August E; Wenno, Noviar F
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 11, No 1 (2023): AGRILAN : JURNAL AGRIBISNIS KEPULAUAN
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrilan.v11i1.1684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status kepemilikan lahan terhadap pendapatan petani hortikultura di Dusun Telaga Kodok, Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Dalam penelitian ini data dianalisis secara kuantitatif. Variabel pendapatan bersama variabel status kepemilikan lahan, diolah secara regresi sederhana. Tujuannya untuk melihat pengaruh status kepemilikan lahan, terhadap tingkat pendapatan petani, khususnya berdasarkan status kepemilikan lahan sewa, milik sendiri, system garap dan lahan meminjam negeri. setelah itu akan diuji menggunakan uji f. Berdasarkan hasil pengujian diketahui nilai f-hitung status kepemilikan lahan sebesar 18,320 lebih besar dari nilai f-tabel 3,232 dengan signifikansi sebesar 0,000 karena signifikan lebih kecil dari 0,05 (5%). dapat disimpulkan bahwa status kepemilikan lahan berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani
Saluran Pemasaran Bawang Merah (Allium ascalonicum) di Desa Ohoitel Kecamatan Pulau Dullah Utara Kota Tual Far Far, Inda E F; Thenu, Stephen F W; Wenno, Noviar F
Jurnal Agrosilvopasture-Tech Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Agrosilvopasture-Tech
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/j.agrosilvopasture-tech.2025.4.1.89

Abstract

This study uses a purposive sampling method. Certain considerations. The location was determined intentionally because in Ohoitel Village, North Dullah Island District, Tual City, the samples were 42.6% of the total number of 24 farmers used, only 10 populations. These results conclude: 1) Marketing Channels for shallot (Allium ascalonicum) in Ohoitel Village, North Dullah Island District, Tual City, have two marketing channels. Marketing pattern I: farmers - consumers, and marketing pattern II: farmers - retailers - consumers. The total margin of marketing channel I is zero because there is no price difference between farmers and consumers, and the total marketing cost is 2,026; the profit obtained is 22,974; and 2) The results of the efficiency of shallots can be seen that the value of the efficient marketing channel has an efficiency value of 100 percent. It can be seen that marketing channel 1 is efficient for channel II; there is an efficiency value of 0.16%, which means that marketing in Ohoitel Village itself can be said to be inefficient because the low quality of production by farmers results in lower selling prices or profits received by farmers.