Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kolerasi Indeks Obesitasa dengan Kadar Neutrophil Gelatinase Associated Lipocalin (NGAL) pada Subyek Dewasa Non-Diabetes Melitus Hardyansa; Liong Boy Kurniawan; Yuyun Widaningsih
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 4 (2022): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i4.827

Abstract

Korelasi Indeks Obesitas Dengan Kadar Neuthrophil Gelatinase Associated Lipocalin (NGAL) Pada Subjek Dewasa Non-Diabetes Melitus. (Dibimbing oleh Liong Boy Kurniawan dan Yuyun Widaningsih). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kolerasi indeks obesitas dengan kadar Neuthrophil Gelatinase Associated Lipocalin (NGAL) pada subjek dewasa Non-Diabetes Melitus. Sebanyak 70 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, terdiri dari 17 laki-laki obesitas, 18 laki-laki non-obesitas, 17 perempuan obesitas, dan 18 perempuan non obesitas. Metode penelitian ini adalah cross sectional study. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antara Neuthrophil Gelatinase Associated Lipocalin dengan IMT (p = 0,241, r = 0,142), LP (p = 0,204, r = -0,154), % Lemak Tubuh (p = 0,984, r = -0,02), LemakVisceral (p = 0,955 r = 0,007) pada subjek dewasa non diabetes melitus. Kesimpulan penelitian yaitu tidak ada kolerasi indeks obesitas dengan kadar Neuthrophil Gelatinase Associated Lipocalin pada subjek dewasa non diabetes melitus (DM)
PERBEDAAN NILAI LAJU ENDAP DARAH (LED) MENGGUNAKAN LARUTAN NA SITRAT 3,8% DAN DEXTROSA 5% Hardyansa Hardyansa; Tulus Ariyadi; Andri Sukeksi Sukeksi
Jurnal Labora Medika Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Labora Medika
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.615 KB) | DOI: 10.26714/jlabmed.4.1.2020.12-15

Abstract

Pemeriksaan LED sangat dibutuhkan dalam pemeriksaan untuk mengetahui adanya infeksi, peradangan, dan ketidaknormalan sel darah merah (makrositosis). LED (Laju Endap Darah) adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat kecepatan darah dalam membentuk endapan yang diukur selama 1 jam yang di dalam pemeriksaannya diperlukan larutan pengencer. Larutan pengencer yang biasanya digunakan adalah larutan Natrium sitrat 3,8%, namun di lapangan sering juga digunakan larutan Dextrosa 5% sebagai larutan alternatif pengganti Natrium Sitrat 3,8% karena kedua larutan bersifat isotonic. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan nilai LED menggunakan larutan Natrium sitrat 3,8% dengan Dextrosa 5%. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hematologi Universitas Muhammadiyah Semarang. Penelitian merupakan penelitian Observasional analitik. Sampel yang digunakan adalah darah responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Darah diambil sebanyak 5 ml kemudian dilakukan pemeriksaan nilai LED menggunakan Natrium sitrat 3,8% dan Dextrosa 5%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji statistic paired t test. Hasil uji statistik dengan paired t test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai LED menggunakan Natrium sitrat 3,8% dengan Dextrosa 5%, dimana didapatkan nilai P 0,843 > α 0,05. Larutan Dextrosa 5% dapat digunakan sebagai alternatif lain larutan pengencer dalam pemeriksaan nilai LED.
Comparison of electrolyte examination using ion selective electrode method on serum samples immediately and delayed 8 hours Hardyansa Hardyansa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i1.1182

Abstract

Electrolytes play an essential role in the human body that can affect metabolism. Electrolyte tests that clinicians often request to assess the balance of electrolyte levels in the body are Sodium (Na), Potassium (K), and Florida (Cl) examinations. Blood electrolyte examination using serum as a specimen. Serum specimens, if delayed 8 hours after sampling, will experience bacterial development, and red blood cell shrinkage occurs so that serum squeezed out in this process will change blood electrolyte levels. The study aimed to determine the difference in blood electrolyte levels (Na, K, Cl) in the sample immediately and delayed 8 hours. This type of research is analytical research with an experimental research design, namely by conducting treatment first as a control to test changes that occur after the 8-hour delay treatment. The study samples used serum, and the data directly examined electrolyte levels in this study using the ISE (ion selective electrode) method. The collected data will be tested for normality with the Kolmogorov-Smirnov test and then analyzed using the paired test sample t-test. The results showed that blood electrolyte levels Na using immediate samples had a mean value of 138.0 mmo/L, while samples delayed 8 hours had a mean value of 138 Mmo/L. Blood electrolyte levels K immediately had an average value of 4.33 Mmo/L, while samples delayed 8 hours at an average value of 4.50 Mmo/L. Blood electrolyte levels Cl immediately had an average value of 106 Mmo/L, while the sample was delayed 8 hours with an average value of 106 Mmo/L. The conclusion was that there was no difference in sodium, potassium, and chloride levels in the sample immediately and delayed 8 hours.
Comparison of electrolyte examination using ion selective electrode method on serum samples immediately and delayed 8 hours Hardyansa Hardyansa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i1.1182

Abstract

Electrolytes play an essential role in the human body that can affect metabolism. Electrolyte tests that clinicians often request to assess the balance of electrolyte levels in the body are Sodium (Na), Potassium (K), and Florida (Cl) examinations. Blood electrolyte examination using serum as a specimen. Serum specimens, if delayed 8 hours after sampling, will experience bacterial development, and red blood cell shrinkage occurs so that serum squeezed out in this process will change blood electrolyte levels. The study aimed to determine the difference in blood electrolyte levels (Na, K, Cl) in the sample immediately and delayed 8 hours. This type of research is analytical research with an experimental research design, namely by conducting treatment first as a control to test changes that occur after the 8-hour delay treatment. The study samples used serum, and the data directly examined electrolyte levels in this study using the ISE (ion selective electrode) method. The collected data will be tested for normality with the Kolmogorov-Smirnov test and then analyzed using the paired test sample t-test. The results showed that blood electrolyte levels Na using immediate samples had a mean value of 138.0 mmo/L, while samples delayed 8 hours had a mean value of 138 Mmo/L. Blood electrolyte levels K immediately had an average value of 4.33 Mmo/L, while samples delayed 8 hours at an average value of 4.50 Mmo/L. Blood electrolyte levels Cl immediately had an average value of 106 Mmo/L, while the sample was delayed 8 hours with an average value of 106 Mmo/L. The conclusion was that there was no difference in sodium, potassium, and chloride levels in the sample immediately and delayed 8 hours.
ANALISIS KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR-ALFA (TNF-ALFA) PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN LAMA PENGOBATAN 3 TAHUN DAN 5 TAHUN SUNARTO, SUNARTO; WAHYU, MUHAMMAD; HARDYANSA, HARDYANSA; RESTAMI, DEWI NITA; NUR, A. ARVIANI DESIANTI
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.35727

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan di dinding nadi koroner karena adanya endapan lemak dan kolesterol sehingga mengakibatkan suplai darah ke jantung menjadi terganggu, pengetahuan yang rendah mengenai kepatuhan meminum obat dapat menurunkan kesadaran terhadap pentingnya melaksanakan kepatuhan meminum obat dan dapat berdampak pada cara pelaksanaan pengendalian penyakit jantung, akibatnya dapat terjadi komplikasi berlanjut sedangkan TNF-Alfa dihasilkan oleh sel makrofag dan sel-sel jenis lainnya dengan berbagai aktivitas biologi pada sel-sel sasaran yang termasuk sistem imun maupun bukan. Sejumlah jenis sel baru dapat menghasilkan TNF setelah mendapatkan rangsangan yang sesuai misalnya dari limfosit dan sel NK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Tumor Necrosis Factor-Alfa (TNF-Alfa) pada penderita penyakit jantung koroner dengan lama pengobatan 3 Tahun dan 5 Tahun. Desain penelitian ini adalah cross sectional study, data pada penelitian ini menggunakan 24 subjek yang terdiri dari 13 laki-laki dan 11 perempuan, sampel yang digunakan yaitu sampel pasien penyakit jantung koroner yang menandakan adanya pengaruh kadar Tumor Necrosis Factor-Alfa (TNF-Alfa) pada pasien penyakit jantung coroner, TNF-Alfa diperiksa dengan metode Elisa. Penelitian ini adalah terdapat hubungan kadar Tumor Necrosis Factor-Alfa (TNF-Alfa) Pada penyakit jantung koroner dengan masa pengobatan 3 tahun dan 5 tahun. Terdapat hubungan Kadar Tumor Necrosis Factor-Alfa (TNF-Alfa) Pada penyakit jantung koroner dengan masa pengobatan 3 tahun dan 5 tahun.
Analisis Glukosa Darah dan Gambaran Edukasi Kesehatan Glukosa Darah pada MahasiswaTingkat Akhir di politeknik Sandi Karsa Sofiantin, Nuril; Sanaky, Marisca Jenice; Hardyansa, Hardyansa; Tina, Asni Ramayana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30884

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering menghadapi berbagai tekanan, seperti kesulitan mengatur waktu, kelelahan, dan tuntutan penyelesaian skripsi, yang dapat memicu stres. Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan kadar gula darah seseorang. Jika stres terjadi terlalu sering, risiko terkena diabetes pun meningkat.. Penelitian ini ingin mengetahui berapa banyak gula dalam darah manusia. serta memberikan edukasi kesehatan terkait glukosa darah sewaktu pada mahasiswa tingkat akhir di Politeknik Sandi Karsa Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan sampel darah kapiler dari 15 responden, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar glukosa dilakukan menggunakan alat Point of Care Testing (POCT), dan disertai edukasi kesehatan serta pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar glukosa darah responden adalah 100 mg/dL, yang masih berada dalam kisaran normal, Hal ini menunjukkan bahwa stres akademik yang dialami belum berdampak signifikan terhadap gangguan metabolic. Edukasi yang diberikan diharapkan meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam menjaga kesehatan metabolik.
Pemeriksaan Gula Darah dan Sosialisasi Kesehatan pada Masyarakat Cokroaminoto Sungguminasa Kabupaten Gowa Sofiantin, Nuril; Sanaky, Marisca Jenice; Hardyansa, Hardyansa; Nurfianti, Wa Ode
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 10 (2025): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/y7d6g383

Abstract

Peningkatan kasus diabetes mellitus (DM) di masyarakat menjadi perhatian serius mengingat tingginya angka komplikasi yang ditimbulkan. Deteksi dini terhadap kadar gula darah menjadi upaya penting dalam mencegah perkembangan penyakit ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Jl. Cokroaminoto, Sungguminasa, Kabupaten Gowa dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah menggunakan alat POCT. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini terhadap kadar gula darah dan mengedukasi tentang upaya pencegahan diabetes mellitus. Kegiatan berlangsung lancar tanpa kendala yang berarti, dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin sebagai bentuk kontribusi institusi pendidikan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.
Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Beru Galesong Sofiantin, Nuril; Sanaky, Marisca Jenice; Hardyansa, Hardyansa; Damayanti, Evi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.668

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Beru Galesong, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Tahap pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, serta penentuan golongan darah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit tidak menular dan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kegiatan ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya menjaga kesehatan diri dan keluarga. Secara keseluruhan, pelaksanaan edukasi dan pemeriksaan kesehatan ini terbukti efektif dalam memperkuat perilaku hidup sehat serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.