Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KEPEMIMPINAN IDEAL PADA ERA GENERASI MILENIAL UNTUK MENUJU FISIP YANG BERSINERGI Hasanah, Usrotul
Jurnal Abdi Publik (JAP) Vol 4 No 01 (2025): JURNAL ABDI PUBLIK
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/jap.v4i01.6038

Abstract

Abstrak Keberhasilan manajemen tergantung pada gaya manajemen yang digunakan dan kepuasan bawahan. Menjadi pemimpin yang baik bagi generasi sekarang dan mendatang merupakan sebuah tantangan besar. Seiring berjalannya waktu, banyak pemimpin bermunculan tergantung pada tuntutan lingkungan. Pengelolaan yang efektif di era generasi milenial akan dimungkinkan dengan mengkualifikasikan pemimpin sebagai pemimpin yang handal, berintelektual, dan bertalenta secara intelektual dengan visi jangka panjang. Kepemimpinan milenial harus mendukung kemandirian dan semangat kewirausahaan generasi milenial. Penguatan bangsa memerlukan semangat kemandirian dan kewirausahaan yang menjadi landasan terpenting. Pemimpin milenial harus mendorong dan mendukung semangat inovasi, kreativitas dan keberanian dalam menciptakan peluang baru dan mengatasi tantangan dengan pendekatan mandiri dan kewirausahaan. Tujuan dari pengabdian memberikan motivasi kepada calon pemimpin muda bagaimana menyeleraskan memimpin organisasi dengan kebutuhan masyarakat di era melenial. Sedangkan metode yang digunakan sosialisasi dan diskusi serta kualitatif adapun hasilnya Generasi Milenial telah membawa perubahan signifikan dalam dunia kepemimpinan. Mereka menghargai pemimpin yang tidak hanya mahir dalam teknologi digital tetapi juga yang dapat membangun 64 Jurnal Abdi Publik , Vol 04, N0 01, 2024 hubungan yang kuat, memberikan tantangan yang memotivasi, dan mendorong kolaborasi yang efektif. Pemimpin di era ini harus lincah, responsif, dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan untuk memastikan kesuksesan organisasi. Kepemimpinan yang fleksibel dan adaptif menjadi kunci dalam menghadapi dinamika yang dibawa oleh Generasi Milenial. Kata Kunci : kepemimpinan, generasi, pemimpin yang baik
PENGUATAN KARAKTER MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI CRITICAL THINKING DESA WONOKOYO, KECAMATAN KAPONGAN Hasanah, Usrotul
Jurnal Abdi Publik (JAP) Vol 2 No 01 (2024): JURNAL ABDI PUBLIK
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/jap.v2i01.3961

Abstract

Permasalahan sosial yang terjadi pada kalangan muda era modern terlebih di tengah-tengah perkembangan glob-alisasi yang semakin pesat tentunya berdampak besar pada tingkat moralitas dan pembentukan karakter generasi muda bangsa. Hal ini dibuktikan dengan bagaimana permasalahan sosial yang banyak ditemukan di tengah-tengah masyarakat dari desa hingga kota, dari yang terpencil hingga yang serba ada. Penyebabnya pun banyak dikarenakan oleh pola pikir dan pendidikan karakter yang masih minim di masyarakar. Fenomena tersebut ditemukan salah satunya di Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo. Cara menanggulangi permasalahan yang terjadi yaitu dengan cara pendampingan melalui sosialisasi kepada generasi muda melalui lembaga dan kegiatan masyarakat. Data diperoleh dari observasi dan wawancara kepada pihak-pihak yang berkompeten, sosialisasi melibatkan siswa dari beberapa lembaga dan pemuda desa yang tergabung dalam kelompok masyarakat yang ada. Kata Kunci : Penguatan Karakter, Critical Thinking, Wonokoyo
PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PEMBANGUNAN DILIHAT DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI DI KABUPATEN SITUBONDO Hasanah, Usrotul
Jurnal Abdi Publik (JAP) Vol 1 No 01 (2023): JURNAL ABDI PUBLIK
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/jap.v1i01.3147

Abstract

Justify Text Persepsi gender yang diasosiasikan sebagai perempuan merupakan sebuah tindakan diskriminatif. Ini karena dalam pengertiannya, gender berkaitan dengan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). Pemerintah telah mulai menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, yang ditandai dengan dikeluarkannya berbagai kebijakan tentang Strategi Nasional Percepatan Pengarusutamaan Gender. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah menginginkan untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan tersebut pada semua lini pemerintahan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kebijakan pembangunan yang responsif gender dimaksudkan untuk meningkatkan keadilan dan kesetaraan gender dalam pembangunan. Tujuan dari sosialisasi PUG ditujukan untuk pembangunan yang lebih adil dan merata bagi seluruh masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, serta mengurangi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam mengakses dan mengontrol sumber daya, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan proses pembangunan, serta mendapatkan manfaat dari kebijakan dan program pembangunan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu: pertama, melakukan sosialisasi tentang pengarusutamaan gender, kedua, wawancara, dan ketiga, dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah antusiasme perempuan dalam mengikuti kegiatan. Sehingga dari kegiatan pengabdian ini diharapkan perempuan dan laki-laki memiliki akses yang sama kepada sumber daya pembangunan, berpartisipasi yang sama dalam proses pembangunan, mempunyai kontrol yang sama atas sumber daya pembangunan, dan memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan.
SOSIALISASI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI MAHASISWA PENERIMA KIP-KULIAH UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO Hasanah, Usrotul
Jurnal Abdi Publik (JAP) Vol 1 No 01 (2023): JURNAL ABDI PUBLIK
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/jap.v1i01.3148

Abstract

Proses globalisasi secara terus-menerus akan berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia. Kurangnya pendidikan karakter akan menimbulkan krisis moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat, misalnya pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obat terlarang, pencurian, kekerasan terhadap anak, dan lain sebagainya. Pendidikan ini dapat membantu meningkatkan prestasi akademik mahasiswa. Sebagian mahasiswa tidak bisa membentuk karakter yang kuat untuk dirinya di tempat lain. Dapat membentuk individu yang menghargai dan menghormati orang lain dan dapat hidup di dalam masyarakat yang majemuk. Sebagai upaya mengatasi akar masalah moral-sosial, seperti ketidakjujuran, ketidaksopanan, kekerasan, etos kerja rendah, dan lain-lain. Merupakan cara terbaik untuk membentuk perilaku individu sebelum masuk ke dunia kerja/ usaha. Sebagai cara untuk mengajarkan nilai-nilai budaya yang merupakan bagian dari kerja suatu peradaban. Tujuan utama pendidikan karakter adalah untuk membangun bangsa yang tangguh, di mana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong. Metode pelaksanaan Pendidikan Karakter dengan cara sosialisasi kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah serta melakukan personal agar kita dapat mengetahui dan memantau bagaimana mahasiswa mengelola keuangan beasiswanya selain itu pendekatan kepada wali mahasiswa, melakukan kunjungan kepada keluarga mahasiswa penerima, memberi contoh keteladanan perilaku sebagai bentuk penguatan karakter terhadap mahasiswa, melakukan evaluasi akademik mahasiswa. Hasil dan pengabdian ini Pendidikan Karakter sebagai salah satu jalan untuk mengembalikan manusia pada kesadaran moralnya harus selalu dikawal oleh semua pihak. Keluarga, lembaga pendidikan, media massa, masyarakat, dan pemerintah harus bahu membahu bekerjasama dalam tanggung jawab ini. Tanpa keterlibatan semua pihak, ideal-ideal dari dilakasanakannya pendidikan karakter hanya akan berakhir di tataran wacana dan gagasan. Oleh karena itu perlu program aksi secara menyeluruh dari semua komponen bangsa ini.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT DAN PERANGKAT DESA DALAM PENYUSUNAN PERATURAN DESA DI DESA WONOKOYO, KECAMATAN KAPONGAN KABUPATEN SITUBONDO Hasanah, Usrotul
Jurnal Abdi Publik (JAP) Vol 3 No 01 (2024): JURNAL ABDI PUBLIK
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/jap.v3i01.5957

Abstract

Masyarakat desa dan perangkat desa sebagai pelaksana program yang ada dalam peraturan desa, seringkali terkendala karena keterbatasan mereka dalam memahami sehingga banyak kegiatan desa tdak terlaksana dengan sesuai tujuan yang diinginkan. Pengabidian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan perangkat desa dalam penyusunan peraturan desa di Desa Wonokoyo. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode pendekatan langsung, yaitu peneliti terjun langsung ke masyarakat dengan melakukan sosialisasi atau penyuluhan mengenai penyusunan peraturan desa sehingga meningkatkan pemahaman masyarakat dan perangkat desa dalam penyusunannya. peraturan desa. Hasil yang dicapai pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Wonokoyo Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan perangkat desa dalam penyusunan peraturan desa di Desa Wonokoyo antara lain: Sosialisasi Kewenangan Desa dan peran serta masyarakat dalam Pembentukan Peraturan Desa, Teknik Penyusunan Peraturan Desa, Pelatihan Penyusunan Peraturan Desa, Pendampingan Penyusunan Peraturan Desa tentang Pengelolaan Aset Desa, Pembahasan Materi Isi RUU dengan Pemerintah Desa Wonokoyo tentang Pengelolaan Aset Desa, dan Penyusunan dan sosialisasi Buku Pedoman Pembentukan Peraturan Desa. Kata kunci: Pemahaman Masyarakat; Perangkat Desa; Peraturan Desa