Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGROMIX

POTENSI DAN ANALISA KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN MINYAK NILAM SEBAGAI ALTERNATIF PELUANG BERWIRAUSAHA DI KABUPATEN PASURUAN Misbach Munir

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.613 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i2.714

Abstract

Berbicara tentang komoditas ekspor nonmigas, minyak atsiri dari nilam merupakan salah  satu andalan.  Bahkan negeri kita tercatat sebagai pengekspor minyak nilam terbesar di  dunia.  Me ski populer di pasar internasional, anehnya minyak atsiri nilam kurang akrab di  telinga kita. Apalagi masih sedikit yang mengenal sosok tanaman nilam dengan baik.  Padahal ini peluang bisnis di masa depan. Komoditas nilam ( Pogostemon cablin )  merupakan tanam an yang menghasilkan minyak atsiri dengan nilai ekonomi di pasaran luar  negeri sangat baik, mengingat negara penghasil komoditas ini hanya beberapa negara saja  dan salah satunya yang terbesar adalah Indonesia.  Dengan demikian pengembangan  komoditas ini mer upakan langkah strategis dalam menumbuh - kembangkan sektor  agroindustri di Indonesia. Oleh karena itu budidaya tanaman nilam ini perlu diupayakan  dengan dukungan teknologi pengolahan (destilasi) yang lebih efisien dan berkualitas agar  mempunyai daya saing d an lebih efisien serta lebih ekonomis dibandingkan dengan sistem  konvensional yang ada. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang  akan menjadi fokus penelitian ini, antara lain 1)Bagaimana teknik destilasi (penyulingan)  yang dilakukan o leh unit usaha tani nilam di Desa Sekarmojo Kecamatan Purwosari  Kabupaten Pasuruan.2)Apakah usaha pengolahan minyak di Desa Sekarmojo Kecamatan  Purwosari Kabupaten Pasuruan nilam benar - benar merupakan komoditas yang menjanjikan  secara financial. Dari table dan kurva peramalan permintaan produk dan penawaran harga  di atas dapat disimpulkan bahwa selama 5 tahun ke depan dari tahun 2009 sampai tahun  2013 akan terjadi peningkatan permintaan produk dan penawaran harga produk sebesar  13,66% setiap tahunnya. Seda ngkan penawaran harga juga menunjukkan adanya peningkata  rata - rata sebesar 9,63%. Untuk itu peluang usaha pengolahan minyak nilam ini memiliki  peluang yang cukup besar ditinjau dari permintaan pasar.  Berdasarkan evaluasi hasil  perhitungan, dapat di ketahui jangka waktu pengembalian investasi pada usaha pendirian  pngolahan minyak nilam ini adalah selama 1 tahun 5 bulan 18 hari , lebih kecil dari pada  masa pengembalian investasi yang di tetapkan yaitu selama 5 tahun, sehingga di lihat dari  analisa  Payback Peri od (PP) dan Break Event Point (BEP) ini  layak untuk di realisasikan  
POTENSI PUPUK HIJAU ORGANIK (Daun Trembesi, Daun Paitan, Daun Lantoro) SEBAGAI UNSUR KESTABILAN KESUBURAN TANAH Misbach Munir; Muh. Aniar Hari Swasono

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.803 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i2.750

Abstract

Upaya konservasi sumber daya alam hayati seringkali menjadi prioritas kesekian dalam pembangunan di negara Indonesia. Perhatian dan dukungan elemen masyarakat baik pemerintah, swasta maupun individu sangat minim sehingga pada masa ini terjadi degradasi status keanekaragaman hayati dari yang semula dikenal sebagai daerah dengan keanekaragaman tinggi (mega diversity country) menjadi negara dengan tingkat keterancaman paling tinggi (hot spot country). Salah satu indikasi paling sederhana adalah semakin berkurangnya jenis-jenis tanaman lokal seperti pohon Trembesi (Samanea Saman), daun paitan (Tithonia diversifolia)dan daun lantoro (Leucaena leucocephala) daun-daunan tersebut merupakan komoditas penting karena merupakan salah satu sumber pupuk organik yang paling baik bagi penghumusan tanah. Beberapa jenis tumbuan lain seperti pohon lantoro dan paitan juga dilaporkan mengandung banyak zat hijau serta unsur N,P,K yang mampu memulihkan kondisi tanah dengan subur tanpa mengurangi PH tanah yang selama ini telah tecampur dengan bahan kimia. Permasalahan yang sering terjadi adalah para petani masih sering memakai pupuk yang berbahan kimia Akibatnya racun bahan kimia yang terkandung dalam tanah semakin meningkat, beberapa jenis tanaman yang mampu mengembalikan kondisi tanah mengalami proses pelangkaan dan bahkan terancam kepunahan, sehingga tujuan penelitian ini adalah 1) Apa saja kandungan yang terdapat pada jenis daun-daunan sebagai bahan baku utama pupuk hijau organik.2). Bagaimana cara proses produksi pupuk hijau organik .3)Bagaimana hasil studi kelayakan pupuk hijau organik serta hasil perbandingan unsur haranya Berdasarkan Studi Uji lab kandungan unsur hara N,P,K banyak terdapat pada daun –daunan terutama Daun trembesi dengan kandungan unsur (N) = 6.52, unsur (P) = 0.47 dan unsure (K) = 2,25. Untuk daun paitan kandungan unsur (N) = 4,65, unsur (P) = 0,25 dan unsur (K) = 64,52. Sedangkan untuk daun lantoro unsur (N) = 3,37, unsur (P) = 0.31 dan unsur (K) = 0,37. Dari data uji lab tersebut dalam setiap unsur hara serta kandungan zat hijau yang terdapat pada daun trembesi menunjukkan bahwa nilai kandungan unsur (N) pada daun trembesi berada diatas nilai yang distandarkan, sedangkan untuk unsure (K) yang berada diatas nilai standar terdapat pada daun paitan dan unsure (P) yang berada diatas nilai standart terdapat pada daun lantoro. Dengan demikian kandungan unsure ketiga bahan tersebut dapat kita gabungkan untuk dijadikan sebagai alat ukur pada variabel proses produksi pupuk hijau organic yang akan diuji.Dari hasil Studi karakter, fenologi, habitat, etnobotani dan kearifan tradisional, menyatakan bahwa ada pengaruh terhadap kondisi tanah yang kritis yang semula tidak begitu subur dengan tingkat pencemaran zat kimia tinggi, telah berangsur pulih akibat penghumusan yang di aki batkan dari pupuk hijau organik tersebut