Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS PERSIAPAN PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL (KAT) MELALUI BIMBINGAN TEKNIS PENGURUS YAYASAN PAPUA PENUH DAMAI (PAPEDA) Wahyudin, Urip; Lefaan, Avelinus; Manggaprouw, Jecqueline F.
Aktivasi: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STISIPOL Candradimuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37858/aktivasi.v7i1.584

Abstract

The Papua Penuh Damai Foundation (PAPEDA) is a social service institution that focuses on community empowerment activities and plays a vital role in the strategy of reaching indigenous communities. The community service activities aim to improve the competence of PAPEDA Foundation administrators in providing services to the Yaur Tribe through empowerment activities for Remote Indigenous Communities (KAT) in Nabire Regency, Central Papua Province. The methods used in this activity include interactive lectures, group discussions, and hands-on practice. This activity is carried out systematically through a flow of activities including preparation, implementation, and closing. The results of the activity show an increase in knowledge and skills in understanding the flow of empowerment planning activities through the preparation stages, namely social mapping, initial assessment, feasibility studies, workshops, planning programs, and community empowerment. Thus, the technical guidance activity is a tactical step in strengthening the institutional role of the foundation and addressing the challenges of KAT empowerment.
A RIGHTS-BASED APPROACH TO EMPOWERING THE REMOTE INDIGENOUS COMMUNITY OF THE YAUR TRIBE Nurwahyuliningsih, Eka; Wahyudin, Urip; Siringoringo, Rotua
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 7 No 2 (2025): Lindayasos (In-Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/lindayasos.v7i2.1647

Abstract

This study aims to examine the relevance of the Rights-Based Approach (RBA) in empowering Remote Indigenous Communities (KAT), with a focus on the Yaur Tribe in Central Papua, through an analysis of its relationship with the fulfillment of the ten basic rights of indigenous peoples. The research method used is a literature study with a systematic literature review approach to 15 national and international articles discussing KAT empowerment, rights-based approaches, and indigenous peoples' issues. Data were analyzed thematically to identify patterns of empowerment approaches, RBA principles, and their level of relevance in the social, cultural, and geographical context of the Yaur Tribe. The results of the study indicate that KAT empowerment practices in Indonesia still predominantly position indigenous peoples as objects of development. In contrast, global literature emphasizes the urgency of implementing RBA which positions indigenous peoples as rights holders and the state as duty bearers. The integration of the 5P empowerment approach with RBA principles through the PANE, PANEL, and PANTHER frameworks is considered relevant and strategic to encourage the fulfillment of the ten basic rights of the Yaur Tribe in a more just, participatory, and sustainable manner. Based on these findings, this study recommends that the formulation and implementation of KAT empowerment programs be carried out in a participatory, contextual manner, and based on the recognition of the collective rights of indigenous communities, as a prerequisite for the realization of inclusive, equitable, and sustainable development.
Pelaksanaan Pemantauan dan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Putra, Eka; Mataputun, Yulius; Kurniawan, Diki; Hutabarat, Ida M.; Wahyudin, Urip; Sampebua, Mingsep Rante
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8222

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kondisi geografis dan sosiologis Kabupaten Lanny Jaya sebagai daerah tertinggal, di mana tantangan kedisiplinan guru, keterbatasan kompetensi pedagogik, dan minimnya kelengkapan administrasi pembelajaran menjadi hambatan utama dalam mencapai standar nasional pendidikan. Penguatan peran supervisi kepala sekolah menjadi sangat mendesak untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berkualitas di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pemantauan serta supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai upaya strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah SD Negeri Yokobak sebagai informan kunci, serta guru-guru di SD Negeri Yokobak sebagai informan utama untuk memvalidasi dampak supervisi terhadap kinerja mereka. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Supervisi akademik dilaksanakan dengan pendekatan bantuan profesional yang adaptif terhadap kendala geografis; (2) Manajemen tugas pendidik mengandalkan kekuatan komitmen sosial dan budaya gotong royong; (3) Pengelolaan sarana prasarana menggunakan skala prioritas keselamatan dan kebutuhan dasar belajar; (4) Pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip manajemen berbasis realitas yang mengutamakan efisiensi logistik daerah pegunungan; (5) Pelaksanaan supervisi memberikan dampak sistemik pada peningkatan kedisiplinan, kreativitas dalam memanfaatkan alam sebagai media belajar, serta transformasi strategi pembelajaran dari konvensional menjadi kontekstual. Kesimpulannya, supervisi yang konsisten dan adaptif mampu meningkatkan profesionalisme guru di daerah terpencil meskipun di tengah keterbatasan fasilitas.
Implementasi Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Budaya Sekolah Suparman, Suparman; Mataputun, Yulius; Tanta, C.; Albaiti, Albaiti; Hutabarat, Ida M.; Wahyudin, Urip
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8255

Abstract

Kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya sekolah yang kondusif, disiplin, dan berkarakter, terutama pada sekolah di wilayah dengan keterbatasan sarana, prasarana, serta kondisi geografis yang menantang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menciptakan budaya sekolah di SMP Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode partisipatif. Subjek penelitian terdiri dari 12 informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. Instrumen utama adalah peneliti (human instrument) yang didukung pedoman wawancara terstruktur, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, waktu, serta peningkatan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengimplementasikan kompetensi manajerial melalui enam aspek utama. Pertama, perencanaan sekolah dilakukan secara sistematis dan partisipatif dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan. Kedua, penciptaan budaya dan iklim sekolah yang kondusif melalui pembiasaan disiplin, keteladanan, serta penanaman nilai kebersamaan dan tanggung jawab. Ketiga, pengelolaan guru dan staf dilakukan secara optimal melalui pembagian tugas, pembinaan, dan motivasi kerja. Keempat, pengelolaan kurikulum dan pembelajaran diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan. Kelima, pengelolaan sistem informasi dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keenam, pemanfaatan teknologi informasi digunakan untuk mendukung pembelajaran dan manajemen sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan dukungan teknologi, implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah secara umum memberikan kontribusi positif dalam membentuk budaya sekolah yang tertib, harmonis, berkarakter, serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Economic empowerment of remote traditional communities through access to women's services, youth, business and work Wahyudin, Urip; Suryono, Joko
AMCA Journal of Community Development Vol. 4 No. 2 (2024): AMCA Journal of Community Development
Publisher : AMCA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51773/ajcd.v4i2.396

Abstract

The National Program for the Empowerment of Remote Indigenous Communities, led by the Ministry of Social Affairs in Indonesia, focuses on improving the condition of life and well-being of residents native to the area isolated. This research aims to analyze potential problems and needs for the empowerment of public custom remote that focus on empowering women, access service youth, and access to services, businesses, and work. This type of research is qualitative descriptive research using approach studies case. Data collection techniques use studies documentation, observation, interviews, and discussion group focused. Data analysis techniques use analysis models such as the inductive interactive Miles and Huberman model. Access research results in service empowerment women require access development involving the integration of a gender perspective that requires a framework of solid institutions and laws.​ Access services to youth require a development program. Villages that involve youth in the field of social economics show​ positive things in various areas. Access services work requires the development of an excellent local environment through cultivating plant hard, plant food, livestock, and fisheries.