Hastuti, Ruwi
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Mengulik Peran Istri Gembala dalam Menyokong Pelayanan Suami di Gereja Beraliran Pentakostal Wibowo, Yolanda Arista; Hastuti, Ruwi; Hadi, Sukarno
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i2.174

Abstract

Pastoral ministry in Pentecostal churches is often viewed as the primary responsibility of a congregational pastor. However, the wife's contribution in supporting her husband's pastoral ministry also plays an important role that has not been widely studied. The problem that is attempted to be studied in this research is related to the tendency that the pastor's wife is not considered to have a role in pastoral ministry. This article aims to examine the role of wives in supporting their husbands' ministry in the Pentecostal church both theologically and in ministry practice. This research uses a qualitative-descriptive method with a literature review approach.. In conclusion, wives have a central role in supporting their husband's ministry through spiritual support, emotional support, practical support, and being a role model. Apart from that, through various things, the pastor's wife is able to have a significant impact in terms of maintaining the balance of her husband's ministry in the pastoral realm and family responsibilities.  AbstrakPelayanan pastoral di gereja Pentakostal sering kali dipandang sebagai tanggung jawab utama seorang gembala jemaat. Namun, kontribusi istri dalam mendukung pelayanan pastoral suami juga memainkan peran penting yang belum banyak diteliti. Masalah yang coba dikaji dalam penelitian ini terkait adanya kecenderungan istri gembala yang tidak dianggap peranannya dalam pelayanan pastoral. Artikel ini bermaksud untuk mengkaji peran istri dalam mendukung pelayanan suami di gereja Pentakostal baik secara teologis maupun praktik pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kajian literatur. Disimpulkan, istri memiliki peran sentral dalam menyokong pelayanan suami melalui dukungan spritual, dukungan emosional, dukungan praktis, serta menjadi role model. Selain itu, melalui berbagai perannya, istri gembala mampu memberi dampak yang signifikan juga dalam hal menjaga keseimbangan pelayanan suami di ranah pastoral dan tanggung jawab keluarga.   Kata Kunci: Gereja Pentakostal; Istri Gembala; Pelayanan Pastoral.
Peran Penting Keteladanan Dosen Teologi Berdasarkan Interpretasi atas Teks 1 Timotius 4:12 Hastuti, Ruwi; Emiyati, Ayang; Lande, Ayub Eduard
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 9, No 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v9i1.1385

Abstract

Abstract. This research highlights the important exemplary role that theology lecturers must have. In this case, theology lecturers are not only required to have academic competence, but must also be able to provide role models for the students they supervise. The method used in this research was the literature study method to examine the text of 1 Timothy 4:12. The results of this research show that exemplary in speech, behavior, love and academic integrity are the main competencies that must be possessed by theology lecturers to be able to form students' spirituality and character.Abstrak. Penelitian ini menyoroti peran penting keteladan yang harus dimiliki oleh dosen teologi. Dalam hal ini, dosen teologi tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi akademik, namun juga harus dapat memberikan keteladanan bagi mahasiswa yang dibimbingnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur untuk mengkaji teks 1 Timotius 4:12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keteladanan dalam perkataan, perilaku, kasih, dan dalam integritas akademik menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki oleh dosen teologi untuk dapat membentuk spiritualitas dan karakter mahasiswa.
Menelisik Dampak Estetika dalam Pemberitaan Firman terhadap Spiritualitas Jemaat di Era Post Truth Elvrita, Natalia; Hastuti, Ruwi
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i1.23

Abstract

Abstract: Preaching the Word should accommodate three main areas, namely truth, goodness, and beauty. This study aims to explain empirically the influence of the aesthetic dimension in preaching the word to the congregation of the Central Kalimantan I Assemblies of God Church in the post truth era. The method used in this study is a quantitative method with a questionnaire approach and literature review. This article discusses Christian spirituality, preaching the word in the post truth era and the impact of the aesthetic dimension in preaching the word on Christian spirituality, specifically in relation to God, oneself, others and nature. Based on the results of the research in this article, it was found that the high aesthetic dimension in preaching the word in the post truth era resulted in low congregational spirituality. The congregation does not experience spiritual growth when the word delivered is based on the subjectivity of the preacher of the word. Abstrak: Pemberitaan Firman seharusnya mengakomodir tiga area utama yaitu kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara empiris mengenai pengaruh dimensi estetika dalam pemberitaan firman terhadap jemaat Gereja Sidang Jemaat Allah Kalimantan Tengah I di era post truth. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan kuesioner dan kajian literatur. Artikel ini membahas tentang spiritualitas Kristiani, pemberitaan Firman di era post truth dan dampak yang ditimbulkan dari dimensi estetik dalam pemberitaan firman terhadap spiritualitas Kristiani, secara khusus dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, orang lain dan alam. Berdasarkan hasil penelitian dalam artikel ini ditemukan bahwa tingginya dimensi estetik dalam pemberitaan firman di era post truth menghasilkan spiritualitas jemaat yang rendah. Jemaat tidak mengalami pertumbuhan secara spiritual ketika firman yang disampaikan bersumber pada subyektivitas dari pemberita firman tersebut
Mengulik Kiat Gereja Dalam Menyiapkan Generasi Muda Matang Secara Finansial: Sebuah Pembelajaran Penting Dari Kisah Hidup Yusuf Hutapea, Sophia Maranatha; Hastuti, Ruwi
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v5i1.163

Abstract

The church has an important role in preparing its young generation to be financially mature because this will have an impact on preventing the young generation from becoming a burden on their families, increasing their opportunities to contribute more to society, and socio-economically, the church's next generation will of course be of higher quality. This article aims to explore the church in preparing its young generation to be financially mature, referring to important lessons from Joseph's life story. The method used in this research is descriptive qualitative and literature review. This article highlights the importance of the younger generation being financially prepared, important lessons for managing finances from Joseph's life story, and the church strategies in preparing young people to be financially mature. It was concluded that the church will be optimal in preparing its young generation to be financially mature when teaching modeling of financial use, increasing financial training seminars, developing a culture of saving, and educating its young generation to invest.AbstrakGereja memiliki peran penting untuk mempersiapkan generasi mudanya matang secara finansial, tentunya hal ini akan berdampak pada menghindarkan generasi muda tersebut menjadi beban bagi keluarganya, memperbesar peluang mereka untuk lebih berkontribusi di masyarakat, dan secara sosial ekonomi pun generasi penerus gereja akan lebih berkualitas. Artikel ini bermaksud mengulik kiat gereja dalam menyiapkan generasi mudanya matang secara finansial merujuk pada pembelajaran penting dari kisah hidup Yusuf. Metode yang digunakan dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kajian literatur. Artikel ini menyoroti pentingnya generasi muda dipersiapkan secara finansial, berbagai pembelajaran penting mengelola keuangan dari kisah hidup Yusuf, serta kiat gereja dalam mempersiapkan anak mudanya yang matang secara finansial. Disimpulkan bahwa gereja akan maksimal dalam menyiapkan  generasi mudanya matang secara finansial ketika mengajarkan modeling penggunaan keuangan, memperbanyak seminar pelatihan finansial, mengembangkan budaya menabung, dan mendidik gererasi mudanya untuk berinvestasi.
Konstruksi Patriotisme Anak Berdasarkan Yeremia 29:7: Studi Kasus pada Siswa Kristen Kelas 3–6 di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga Kurniawan, Gersom; Hastuti, Ruwi; Sutrisno, Ribut Agung
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.407

Abstract

This study aims to construct the understanding and practice of patriotism among Christian children based on Jeremiah 29:7, which emphasizes the importance of seeking and praying for the welfare of the city. Using a qualitative case study approach, the research involved Christian students in grades 3–6 and Christian Religious Education teachers in Tingkir District, Salatiga City, selected purposively. The results show that students’ understanding of patriotism is beginning to develop, marked by love for the homeland, respect for national symbols, and pride in being Indonesian citizens. The implementation of these values is reflected in concrete activities such as flag ceremonies, maintaining cleanliness, living in harmony, and praying for the nation. Teachers play an active role in integrating these values into Christian Religious Education using a contextual faith-based approach. The novelty of this study lies in the integration of patriotism with the theological foundation of Jeremiah 29:7, which highlights the spirituality of prayer and children’s involvement in the nation’s welfare, as well as its application in Christian religious education at the elementary school level through a contextual faith-based approach. In conclusion, children’s patriotism can be meaningfully nurtured through the integration of spiritual and national values in Christian education.AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkonstruksi pemahaman dan praktik patriotisme anak Kristen berdasarkan Yeremia 29:7, yang menekankan pentingnya mengusahakan dan mendoakan kesejahteraan kota. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian melibatkan siswa Kristen kelas 3–6 dan guru PAK di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, yang dipilih secara purposive. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang patriotisme mulai terbentuk, ditandai dengan rasa cinta tanah air, menghormati simbol negara, dan bangga menjadi warga Indonesia. Implementasi nilai ini tampak melalui kegiatan nyata seperti upacara bendera, menjaga kebersihan, hidup rukun, dan doa untuk bangsa. Guru berperan aktif mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam pembelajaran PAK dengan pendekatan kontekstual berbasis iman. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi nilai patriotisme dengan dasar teologis Yeremia 29:7, yang menekankan spiritualitas doa dan keterlibatan anak dalam kesejahteraan bangsa, serta penerapannya pada pendidikan agama Kristen di tingkat sekolah dasar dengan pendekatan kontekstual berbasis iman. Kesimpulannya, patriotisme anak dapat ditumbuhkan secara bermakna melalui integrasi nilai spiritual dan kebangsaan dalam pendidikan agama Kristen.
Cyber-pneumatology: Diskursus pekerjaan Roh Kudus di ruang siber Hastuti, Ruwi; Soesilo, Yushak
KURIOS Vol. 11 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i2.1436

Abstract

Today's modern humans engage in both physical and digital connections through cyberphysical activities. Activities in cyberspace are no longer a supplement to physical activity but have often become the dominant activity. Cyberspace has become a second world inhabited by homo digitalis. Therefore, this paper aims to contribute to theological discourse in cyberspace through a Pentecostal theological perspective. To achieve this goal, we conduct a hermeneutic study of Psalm 104 and then compare it with Steven M. Studebaker's thoughts on the calling of Pentecostals as citizens of the city. The result of this study suggests that cyberspace must be treated as an arena for the creative work of the Holy Spirit, because cyberspace is the earth for homo digitalis who are called to work creatively within it.   Abstrak Manusia modern saat ini tidak hanya terhubung secara fisik, tetapi juga secara digital di ruang siber (cyberspace). Aktivitas-aktivitas di ruang siber ini bukan lagi sebagai suplemen bagi aktivitas fisik, namun sering telah menjadi aktivitas yang dominan. Ruang siber telah menjadi bumi kedua yang dihuni oleh homo digitalis. Oleh sebab itu, tulisan ini bermaksud untuk menyumbang diskursus teologi di ruang siber melalui perspektif teologi Pentakostal. Untuk mencapai maksud tersebut, kami melakukan kajian hermeneutik atas Mazmur 104 dan kemudian memperjumpakannya dengan pemikiran Steven M. Studebaker tentang panggilan kaum Pentakostal sebagai warga kota. Hasil kajian ini menyatakan bahwa ruang siber haruslah diperlakukan sebagai arena karya kreatif Roh Kudus, karena ruang siber adalah bumi bagi homo digitalis yang dipanggil untuk berkarya secara kreatif di dalamnya.