Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Trichoderma harzianum dalam Meningkatkan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dan Mengendalikan Penyakit Bercak Daun Savitri, Aurin Aqilla; Oktasari, Wike; Novianto, Esna Dilli
Jurnal Agrotek Lestari Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v11i1.11390

Abstract

Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora arachidicola menurunkan produksi tanaman kacang tanah di Indonesia. Penggunaan fungisida kimia untuk memberantas masalah ini dalam jangka panjang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Trichoderma harzianum dapat menjadi solusi yang baik, karena dapat mengganggu pertumbuhan jamur patogen. Namun, penggunaan jamur tersebut pada tanaman kacang tanah belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh Trichoderma harzianum terhadap hasil tanaman kacang tanah dan kemampuannya dalam menekan penyakit bercak daun. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2024 di Desa Glagahombo, Kecamatan Tegalrejo, Magelang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAL), dengan dua faktor dan tiga kali ulangan sebagai blok. Faktor pertama adalah konsentrasi T. harzianum (0, 3, 5, dan 7 g/100 ml). Faktor kedua adalah interval waktu pemberian T. harzianum (5, 10, 15, dan 20 hari sekali). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Data yang signifikan diuji lanjut dengan orthogonal polynomial dan BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian T. harzianum dapat meningkatkan jumlah polong, berat polong segar, berat polong kering, berat biji kering/tanaman, berat biji kering/petak, dan menurunkan intensitas serangan penyakit bercak daun pada konsentrasi 4,36 g/100 ml – 5,80 g/100 ml. Pemberian Trichoderma harzianum setiap 5 hari dan interaksi pemberian T. harzianum 5,06 g/100 ml setiap 5 hari merupakan cara yang paling efektif dalam menurunkan intensitas penyakit bercak daun.
ANALISIS USAHA TANI DAN KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN GULA SEMUT (STUDI KASUS DUSUN SEMEN DESA TRENTEN KECAMATAN CANDIMULYO KABUPATEN MAGELANG) Oktasari, Wike; Anindyawati, Nurul
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3907

Abstract

This research aims to analyze the ant sugar farming business and analyze the income obtained from processing the ant sugar business and analyze the feasibility of the ant sugar processing business in Trenten Village, Semen Hill, Candimulyo District, Magelang Regency. The basic method used in this research is a case study. There were 17 respondents taken using purposive sampling with the consideration that these farmers processed ant sugar. The results show that IDR 8,631,488.76 and the average income obtained was IDR 10,047,093.59. The results of calculating the R/C ratio for farming ant sugar products are 9.5, where this number is more than one, so the business undertaken is worth pursuing. Meanwhile, the B/C ratio itself is found to be 8.5, which is more than one, so the business undertaken is worth pursuing. Keywords: Farming, feasibility, ant sugar, INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk menganalis usaha tani gula semut dan menganalisis pendapatan yang diperoleh dalam pengolahan usaha gula semut dan menganalisis kelayakan usaha pengolahan gula semut di Dusun Trenten Desa Semen Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Responden yang yang diambil sebanyak 17 orang dengan purposive sampling dengan pertimbangan bahwa petani tersebut melakukan pengolahan gula semut. Hasil menunjukkan bahwa Rp 8.631.488,76 dan pendapatan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp 10.047.093,59. Hasil perhitungan R/C ratio usaha tani produk gula semut yaitu sebesar 9,5 di sini angka tersebut lebih dari satu, maka usaha yang dilakukan adalah layak untuk diusahakan. Sedangkan B/C rationya sendiri didapatkan 8,5 angka tersebut lebih dari satu, maka usaha yang dilakukan adalah layak untuk diusahakan. Kata kunci : Usahatani, kelayakan, gula semut,