Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Mekanisme Pertahanan Diri Penyangkalan Tokoh Ryohei dalam Film Okaasan Ore Wa Daijoubu Utami, Bilqis Fauziya; Haryanti, Pitri
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 5 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/je0q2595

Abstract

This study aims to analyze the self-defense mechanisms of the main character in the film "Okaasan, Ore wa Daijoubu." The method used is descriptive qualitative, with observation and note-taking from scenes and dialog. The results show that self-defense mechanisms naturally emerge to protect oneself from anxiety when experiencing conflict. Through the internal conflict experienced by the main character, the self-defense mechanism of denial emerges to combat this conflict. Keywords: Self-defense mechanisms, Internal conflict, Literary psychology, Sigmund Freud
Mekanisme Pertahanan Diri Sublimasi dan Konsep Ikigai Tokoh Sawada dalam Drama Boku No Ita Jikan Risma Wati, Ayu; Haryanti, Pitri
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 5 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/38shpz49

Abstract

This study aims to describe the attitude changes experienced by Sawada's character in the ego defense mechanism in the form of sublimation in the drama Boku No Ita Jikan in terms of Sigmund Freud's theory of literary psychology. theory of Sigmund Freud's literary psychology. The research method used is descriptive qualitative, namely by examining data in the form of text and images. Based on the research results from the discussion of all data findings in the drama Boku No Ita Jikan is an ego defense mechanism in the form of sublimation, namely doing socially useful activities to replace uncomfortable feelings. Sawada does activities that are socially useful to replace his uncomfortable feelings. The anxiety that occurs is a push that occurs between the id and superego to the ego, thus forcing the ego to defend itself by making diversions. Keywords: Boku No Ita Jikan, Sublimation, Defense Mechanism
ANALISIS PERBEDAAN ‘TAKUSAN’ DAN ‘OOI’ Haryanti, Pitri
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Ilmiah Jurusan Sastra Jepang Unikom
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata ooi dan takusan merupakan salah satu contoh kata sinonim dalam bahasa Jepang yang sering membingungkan pembelajar bahasa Jepang sehingga pembelajar sering melakukan kesalahan dalam menggunakan kedua kata tersebut. Untuk mengetahu perbedaan antara kat ooi dan takusan dalam bahasaJepang, dalam makalah ini dilihat dari makna kedua kata tersebut dan fungsinya di dalam kalimat. Dari hasil analisis dapat disimpulkan apabila dilihat dari fungsi sebagai predikat kata takusan memiliki arti sudahcukup dan tidak membutuhkannya lagi sedangkan kata ooi sendiri bermakna banyak dengan konteks perbandingan. Adapun ketika kedua kata tersebut berfungsi sebagai adverbial dalam menerangkan verbatakusan memiliki arti banyak dalam arti jumlah atau kuantitas sedangkan ooi bermakna banyak dalam arti intensitas. Sedangkan ketika menerangkan nomina, takusan bisa diartikan “banyak” sedangkan ooi“kebanyakan(nomina)” dan apabila ooi mengikuti kata bilangan memiliki arti lebih.Kata kunci: ruigigo, ooi, takusan, hinshi
RESPON PENGGUNA TERHADAP APLIKASI KANJI HUNTER Fauzi, Lutfhi; Haryanti, Pitri; Setiana, Soni Mulyawan
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 6 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v6i2.580

Abstract

Language has important function, beside using it as communication media, but also can be used as media to aspire idea, mind and aspiration. There’s also dificulity when learning foreign language, especially learning Japanese language. Tenses, kanji words etc can be obstacle to learning Japanese language. Emprical experience prove that foreign students has problem learning kanji when studying Japanese language. Based of this problem, writer create “Kanji Hunter” education game as kanji media learning to make learning kanji easier. This study aimed to obtain an overview of feedback from  respondents about “Kanji Hunter”. This research design was descriptive qualitative research. The data were taken through questionarre to the 30 students of Japanese Department of Unikom.  The result is about 1389 criterium value, that means it’s in good interval. With this “Kanji Hunter” application based Adobe Flash as basic kanji media learning is expected to make enthusiastic foreign student to learn kanji words dan make it easier.
Keigo analisis kesalahan mahasiswa dalam penggunaan (studi kasus terhadap mahasiswa program studi/jurusan sastra/bahasa jepang di kota bandung) Febrianty, Fenny; Haryanti, Pitri; Setiana, Soni Mulyawan
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 13 No. 01 (2015): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.517 KB)

Abstract

Keigo adalah ragam hormat bahasa Jepang yang dari segi ketatabahasaan maupun konsep penggunaannya cukup rumit sehingga menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk dapat menguasainya dengan baik. Namun peran keigo dalam masyarakat Jepang sangatlah besar, terutama di dunia kerja dimana didalamnya terdapat hubungan atasan dan bawahan. Oleh karena itu sebagai pembelajar bahasa Jepang penguasaan keigo adalah suatu hal yang penting. Melalui penelitian ini diketahui bahwa tingkat kemampuan mahasiswa dalam penggunaan keigo adalah 'cukup'. Hal ini dipengaruhi oleh pemahaman dan penguasaan keigo yang tidak optimal baik dari segi ketatabahasaan maupun aplikasi dalam percakapan. Tidak optimalnya kemampuan kemampuan mahasiswa ditunjukkan oleh tingkat kesalahan 'cukup' dalam penggunaan keigo. Pemahaman dan penguasaan keigo tersebut ditambah dengan intensitas penggunaan keigo yang rendah baik di dalam maupun di luar perkuliahan membuat siswa cenderung lupa sehingga menimbulkan kesalahan dalam penggunaannya.
ETOS KERJA BANGSA JEPANG DALAM UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR Haryanti, Pitri
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 14 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.774 KB)

Abstract

The issue of flood management policies serves polemics in public discourse with no consistency of risk management policies; the arguments continue. As a result, this phenomenon leads to the fact that a technology alone cannot answer the challenges of management risk, and public work projects are promoted to address those challenges. As behavourist’s saying, “mind determines attitude”, one of essential public work projects is related to a change of people’s mind by learning from others’ experienisces. The manipulation of Indonesian’s mind through learning Japanese’s mind is considered as a focus of this research. The research itself aims to examine Japanese indiginious culture to assist Indonesian in identifying and applying its own indigenous culture. Conducting the research, analytic descriptive qualitative approach is applied comprehendly. Analyzing the cases, the research shows that Japanese moral etique, bushido, and its indiginious culture are implemented to formulate flood management policies. Government, private companies, and citizens work together to manage the risk.Keywords : Japanese’s ethos, flood, management policies