Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Membangun Kemandirian Ekonomi Kreatif bagi Perempuan Disabilitas melalui Fesyen Berkelanjutan Gondoputranto, Olivia; Soelistyowati, Soelistyowati; Budidharmanto , Lexi Pranata
Journal Community Service Consortium Vol 6 No 1 (2026): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v6i1.6205

Abstract

Industri fashion dikenal sebagai salah satu sektor penyumbang limbah tekstil terbesar, terutama dalam bentuk potongan kain perca yang sering kali dianggap tidak bernilai. Fenomena ini justru membuka peluang untuk menciptakan model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga mengedepankan nilai sosial dan keberlanjutan lingkungan. Program ini melibatkan 10 perempuan penyandang disabilitas daksa dari komunitas Kinarya Digdaya yang memiliki keterampilan dasar menjahit dan menyulam, namun hanya memproduksi untuk kebutuhan pribadi atau pesanan skala kecil. Melalui program pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan teknis dalam mengolah limbah perca menjadi produk fashion bernilai jual tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang menelusuri proses pemberdayaan mulai dari peningkatan aspek teknis, pengembangan desain kreatif, hingga manajemen usaha kecil dan strategi pemasaran digital berbasis komunitas. Metode pelaksanaan meliputi demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif yang diakhiri dengan evaluasi kualitas, fungsi, dan estetika produk. Hasil program menunjukkan bahwa pengolahan limbah perca mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian kelompok perempuan disabilitas. Limbah tekstil yang semula dipandang sebelah mata dapat ditransformasikan menjadi sumber daya produktif yang membawa manfaat ekonomi bagi komunitas serta dampak positif bagi kelestarian lingkungan.
The Use of Technology in Capturing Various Traditional Motifs and Ornaments: A Case Study of Batik Fractal, Indonesia and TUDITA-Turkish Digital Textile Archive Gondoputranto, Olivia; Dibia , I Wayan
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 13 No. 1 (2022): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v13i1.7408

Abstract

Technological development and digitalization were often identified as the cause of traditional culture elimination. There was an antithesis when it came to technology and digitalization. Therefore, with these two representative cases, the research aimed to show that these developments did not eliminate existing traditions but could instead preserve the almost gone cultures. The material objects were traditional textile motifs, namely Indonesian batik and Turkish Sumerbank, while a descriptive qualitative method was applied via a collective case study. First, it involved batik fractal by Piksel Indonesia, where the community used an algorithm, and the Turkish Digital Textile Archive (TUDITA) by Izmir Economic University. These two case studies were selected based on the same material object and traditional motifs but using different technological application processes. The data sources were observation and reviews of literature and audiovisuals. At the same time, the analysis of the two cases was described, analyzed, and performed via Contemporary Cultural theory in the digital age perspective, explicitly using the three indicators for viewing cultural perspectives in the digital era by Piliang. Each indicator was applied to analyze the technology implementation for each case and afterward showed the impact of technology implementation for each indicator. Subsequently, the results show that the traditional Indonesian batik and Turkish Sumerbank motifs are successfully preserved by technology. Batik fractal shows that it has been a great help for the batik artisans to recreate the traditional motifs by using Jbatik software. The traditional batik motifs can be preserved and reproduced into other implementations. While TUDITA also shows how the process of digitalization can restore the lost traditional motifs to build a digital archive of traditional motifs and results in more explorative implementation. Furthermore, although both cases use different technological methods, their implementation produces a new form of traditional textile synthesis without eliminating the essence of the local values contained.
PENGUATAN STRATEGI DESAIN DAN PEMASARAN PRODUK FASHION MITRA IFC SURABAYA BERBASIS TREN DAN KEBUTUHAN KONSUMEN Githapradana, Dewa Made Weda; Rahayu Budhi Handayani; Olivia Gondoputranto; Stephanus Evert Indrawan
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 10 No 01 (2026): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v10.i01.a11358

Abstract

Industri fashion memiliki peran strategis dalam ekonomi kreatif, termasuk di Surabaya. Namun, pelaku usaha fashion masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses dan menerjemahkan panduan fashion trend forecast global ke dalam pengembangan produk yang sesuai dengan pasar lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC) Surabaya dalam memahami tren, mengembangkan konsep desain, dan merancang produk fashion berbasis trend forecasting. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan perancangan produk, serta evaluasi hasil. Luaran kegiatan berupa 2 prototipe produk busana dan 1 modul panduan tren fashion 2026/2027. Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar luaran memperoleh skor 4 atau kategori “baik/tercapai”, meliputi peningkatan kapasitas mitra, perubahan konsep desain, pengembangan produk, peningkatan kualitas produk, dan penyusunan modul. Adapun strategi pemasaran produk serta evaluasi tindak lanjut memperoleh skor 3 atau kategori “cukup tercapai” karena masih memerlukan uji pasar yang lebih luas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis tren dapat memperkuat kemampuan mitra dalam menerjemahkan tren global ke dalam produk fashion yang lebih kontekstual, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan pasar