Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sikap Siswa Terhadap Pembelajaran Seni Tari Di Masa Pandemi Covid-19 Astuti , Yuli Tri; Lestari , Wahyu; Cahyono, Agus
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 21 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.309 KB) | DOI: 10.31599/jki.v21i1.445

Abstract

Attitude is something that is shown in humans. By showing a reaction from that person. Attitudes that can be seen directly indicate the existence of a response given. Indirectly, emotional traits or attitudes that can capture social stimuli. During the Covid-19 pandemic, learning dance can be done online by searching for sources on YouTube by viewing various kinds of dance videos. Learning to do various kinds of learning media, one of which is a program called happy at home broadcast on social media Youtube with my cultural account as a real form of government advancing culture. Also as an active role in helping arts and cultural workers affected by the Covid-19 pandemic. This study aims to determine students' attitudes in studying cultural arts during the Covid-19 pandemic. Learning is an important thing that is done in an educational process. Therefore we need the right learning strategy. Learning strategies that can be done are through online activities. Online activities can also help improve aspects of child development because one of the goals of learning dance strategies during a pandemic is to improve aspects of character development. The purpose of this article is to find out how to learn to dance during a pandemic. The method used in this article is to use the idea of ​​thinking or this writing is a non-research scientific work, so it is an organized and systematic thought. Keywords: Attitude, Learning, The Covid-19 pandemic Abstrak Sikap merupakan sesuatu yang ditunjukan yang ada didalam diri manusia. Dengan menunjukan suatu reaksi dari seseorang tersebut. Sikap yang bisa dilihat secara langsung menunjukkan keberadaan suatu respon yang diberikan. Secara tidak langsung sifat atau sikap emosional yang bisa menangkap stimulus sosial. Selama masa pandemi Covid-19pembelajaran seni tari dapat dilakukan secara daring dengan mencari sumber-sumber yang ada di youtube dengan melihat berbagai macam video tari. Pembelajaran melakukan berbagai macam media pembelajaran, salah satunya program yang diberi nama bahagia dirumah itu disiarkan di media sosial Youtube dengan akun budaya saya sebagai wujud nyata pemerintah memajukan kebudayaan. Juga sebagai bentuk peran aktif membantu pekerja seni dan budaya yang terdampak pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap siswa dalam mempelajari seni budaya pada saat pandemi Covid-19. Pembelajaran merupakan hal penting yang dilakukan dalam suatu proses pendidikan. Oleh karena itu diperlukan strategi pembelajaran yang tepat. Strategi pembelajaran yang dapat dilakukan adalah melalui aktivitas online. Kegiatan online juga dapat membantu meningkatkan aspek perkembangan anak karena salah satu tujuan pembelajaran strategi menari pada masa pandemi adalah untuk meningkatkan aspek perkembangan karakter. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui cara belajar menari selama pandemi. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah dengan menggunakan gagasan berfikir atau tulisan ini merupakan karya ilmiah yang non penelitian, sehingga merupakan pemikiran yang terorganisir dan sistematis. Kata kunci: Sikap, Pembelajaran, Pandemi Covid-19
Analisis Laporan Keuangan sebagai Alat untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Lestari , Wahyu
Sosaintek: Jurnal Ilmu Sosial Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2024): Sosaintek: Jurnal Ilmu Sosial Sains dan Teknologi, Desember, 2024
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/sosaintek.v1i4.7323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) pada tahun 2022 dan 2023. Sumber datanya adalah laporan keuangan AALI per tanggal 31 Desember 2022 sampai dengan tahun 2023 yang diolah dari Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun likuiditas utang mengalami peningkatan dan aset lancar mengalami penurunan. Terjadi penurunan likuiditas yang signifikan dan perlu diwaspadai. Rasio utang terhadap ekuitas mengalami peningkatan dari 7,01% menjadi 13,40% pada tahun 2023, menunjukkan bahwa AALI telah meningkatkan penggunaan utang dalam struktur pembiayaan asetnya. Rasio utang terhadap ekuitas menurun dari 7,55% menjadi 15,50% selama periode analisis. Selain itu, efisiensi operasional dan profitabilitas AALI menurun dari 5,90% menjadi 3,67% selama dua tahun tersebut. Perusahaan perlu mencari strategi untuk meningkatkan efisiensi dan mengembalikan tingkat profitabilitasnya di masa depan. Penelitian ini akan menunjukkan bagaimana kinerja keuangan dapat dijadikan dasar untuk membuat kebijakan yang lebih baik berdasarkan peristiwa yang sering terjadi dalam bisnis.
THE ROLE OF MULTICULTURAL LEARNING ENVIRONMENTS IN SHAPING STUDENTS’ MOTIVATION TO LEARN ENGLISH Aminah Hasanah, Nur Afifah; Lestari , Wahyu; Zainuddin
Language and Education Journal Vol. 10 No. 2 (2025): Language and Education Journal
Publisher : Universitas Islam Ogan Komering Ilir Kayuagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52237/lej.v10i2.352

Abstract

This study examines the impact of multicultural learning environments on students’ motivation to learn English within the context of Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) in Malaysia. As a cross-cultural educational setting, SIKL serves as a unique space where diverse linguistic backgrounds, cultural identities, and social values converge, shaping students’ language learning experiences. Adopting a sociocultural perspective, this research examines how students’ interactions, cultural exchanges, and community practices contribute to their intrinsic and extrinsic motivation in English learning. Utilizing a qualitative case study approach, data were collected through classroom observations, interviews with students and teachers, and document analysis. The findings reveal that exposure to multiple cultures within the school environment fosters greater openness, communicative confidence, and positive attitudes toward English as a global language. Moreover, the presence of culturally responsive teaching practices and peer support systems significantly enhances students’ engagement and motivation. This study underscores the importance of acknowledging and integrating multicultural dynamics into language education to create more inclusive, motivating, and practical English learning experiences in international and Indonesian schools abroad.
Landasan Psikologi dalam Pembelajaran Seni: Teori Perkembangan Kreativitas Anak Murwati, Sri; Hartono, Hartono; Lestari , Wahyu
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i1.2950

Abstract

Artikel ini menganalisis landasan psikologi yang fundamental dalam pembelajaran seni di sekolah dasar (SD) dengan focus dengan teori perkembangan kreatifitas anak. Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka untuk mensitesis dua kerangka teoretis utama: teori perkembangan artistic oleh Viktor Lowenfeld dan teori kecerdasan majemuk (multiple intelegences) oleh Howard Gardner. Tujuannya Adalah membangun argumen bawa integrasi kedua teori ini menyediakan landasan pedagogis yang komperhensif bagi kurikulum seni di Tingkat dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa Lowenfled memberikan kerangka diagnostik dengan memetakan tahapan perkembangan visual anak (pra-skematik, skematik, awal realisme), yang penting agar guru dapat mendukung ekspresi diri otentik tanpa menghambat proses kreatif alami. Sebaliknya, Gardner memberikan kerangka inklusif yang menegaskan seni (melalui kecerdasan special dan kinestetik) sebagai bentuk kecerdasan yang sah, menurut kurikulum yang kaya media untuk mengakomondasi beragam potensi anak. Sintesis kedua teori ini menyimpulkan bahwa pembelajarn seni yang efektif di SD harus bersifat sensistif perkembangan (Lowenfeld) dan majemuk (Gardner). Landasan psikologi ini mengarahkan guru untuk menjadi fasilitataor yang terinformasi yang tidak hanya menilai produk, tetapi juga memelihara proses kreatif sebagai manifestasi dari pertumbuhan kognitif dan perkembangan kecerdasan anak secara holistik.