Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PANJANG KONDENSOR TERHADAP KINERJA TERMAL HEAT PIPE Arif Rochman Fachrudin
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 20 No 01 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 1, Mei 2020: 01-52
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v20i01.815

Abstract

Heat pipe merupakan salah satu alat penukar kalor yang memungkinkan pemindahan sejumlah kalor melalui luas permukaan yang sangat kecil. Heat Pipe mempunyai peran penting dalam sistem pendinginan salah satunya dalam komponen elektronika. Dengan sistem pendinginan maka temperatur komponen akan terjaga sehingga terhindar dari kerusakan kerusakan yang diakibatkan dari panas yang berlebih (over heating). Heat pipe terdiri dari tiga bagian, yaitu evaporator, adiabatis dan kondensor. Kedalam pipa itu diberi fluida kerja yang berfungsi membawa panas dari evaporator dan melepaskannya di kondensor. Di bagian Evaporator, panas dari komponen yang didinginkan diserap dan dipindahkan ke ujung yang lain yaitu bagian Kondensor untuk dilepas panasnya dilingkungan. Heat pipe mempunyai prinsip yang hampir sama dengan thermosyphon, perbedaannya adalah di heat pipe menggunakan dinding wick. Kegiatan penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana kinerja termal dari heat pipe sebagai penukar kalor dengan variasi panjang kondensor. Heat Pipe didesain dengan variasi panjang kondensor sebesar 44 cm ,66 cm,88 cm,110 cm dan 132 cm.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Tahanan thermal tertinggi pada panjang kondensor terpendek pada tempeatur 400C (14 C/W) dan terendah pada panjang kondensor terpanjang pada temperatur 1200 C(1 C/W). Pada semua temperatur, semua variasi panjang kondensor maka daya output dan fluks kalor akan semakin besar. Pada panjang kondensor ukuran yang sama dengan evaporator, semakin tinggi temperatur, maka semakin besar fluks kalor dan daya output. Proses pada eksperimen ini paling efektif pada panjang kondensor 1,25 kali (132 cm) dari panjang panjang evaporator, karena setelahnya nilai tahanan termal dan daya output akan mengalami kecernderungan tetap.
PENERAPAN SISTEM PERAWATAN METODE ISMO PADA TURBIN TIPE VERTICAL FRANCIS KAPASITAS 35 MW Arif Rochman Fachrudin
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 7 No 2 (2021): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v7i2.1916

Abstract

The ISMO maintenance method is a maintenance method that is carried out when the machine performance has started to decline, the history of the machine is limited and there is a lack of information with the manual book. This method uses a reference degree of complexity to determine the scheduling. This maintenance method is applied to the Francis vertical type turbine with a capacity of 35 MW. The purpose of this study is to obtain maintenance information in the form of maintenance schedules and estimated maintenance costs of the francis vertical type turbine with a capacity of 35 MW. From this research, a comprehensive maintenance schedule and cost targets are produced, starting from inspection, small repair, medium repair and over-houle activities along with the amount of costs. In one cycle, inspection activities are carried out 9 times, medium repair 6 times and overhoule 1 time. The total cost required to maintain the turbine of vertical francis type for a period of 3 years is IDR 97.937.000,-