Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Kalium Hidroksida Terhadap Emisi Gas Buang Motor Bensin Berbahan Bakar Biogas Firdaus, Ahmad Hanif; Monasari, Ratna; Qosim, Nanang; Astuti, Fina Andika Frida
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v9i1.31545

Abstract

Kebutuhan alat transportasi menjadi sesuatu hal yang sangat penting untuk mendukung peningkatan mobilitas orang, barang, dan jasa di era globalisasi seperti saat ini. Penggunaan alat transportasi berbasis motor bakar dengan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama memberi dampak yang sangat serius jika dibiarkan. Bahan bakar fosil adalah energi tak terbarukan yang jumlahnya di alam pun semakin menipis yang suatu saat akan habis dan jika digunakan dapat menghasilkan emisi gas buang yang dapat merugikan kesehatan dan lingkungan. Saat ini terdapat perkembangan yang cukup signifikan dalam usaha menciptakan dan menemukan bahan bakar alternatif, biogas menjadi salah satunya. Namun, biogas murni yang dihasilkan masih banyak mengandung zat pengotor yang menganggu dalam proses pembakaran sehingga perlu dilakukan pemurnian. Salah satu teknik pemurnian biogas adalah dengan menggunakan larutan Kalium Hidroksida (KOH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kalium hidroksida terhadap emisi gas buang mesin bensin berbahan bakar biogas. Metode yang digunakan dengan eksperimen secara langsung. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi konsentrasi Kalium Hidroksida (KOH) sebesar 5 M, 10 M, dan 15 M pada putaran mesin 5500, 5700, 5900, 6100, 6300 dan 6500 rpm. Variabel terkontrolnya bukaan throttle 100%, waktu pengapian 39° sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan laju alir KOH 1 ml/s, variable terikatnya adalah emisi gas buang CO dan HC. Dari hasil penelitian diketahui bahwa semakin besar konsentrasi KOH yang ditambahkan akan menghasilkan emisi gas buang yang minimal, yaitu pada penambahan KOH dengan konsentrasi 15 M yang menghasilkan emisi gas buang CO sebesar 0,237 (% vol) dan HC 84 (ppm vol).Kata kunci: Biogas; Emisi; Kalium Hidroksida; Mesin Bensin.The use of engine-fuel-based transportation with fossil fuels as the main energy source has a very serious impact. Fossil fuels are non-renewable energy whose numbers in nature are depleting which one day it will run out and if used can produce exhaust gas emissions that can harm health and the environment. Currently there are significant developments in the effort to create and find alternative fuels, biogas being one of them. However, the pure biogas produced still contains many impurities that interfere with the combustion process so that it needs to be purified. One of the biogas purification techniques is by using a solution of potassium hydroxide (KOH). This study aims to determine the effect of KOH on the exhaust gas emissions of biogas fueled otto engines. The method using direct experimentation, independent variable were the variation in the concentration KOH of 5 M, 10 M, and 15 M at engine speed of 5500, 5700, 5900, 6100, 6300 and 6500 rpm. The controlled variables were 100% throttle opening, the ignition time was 39 ° before TDC (Top Dead Centre) and the KOH flow rate was 1 ml / s, the dependent variables were the exhaust emissions of CO and HC. From the results, it is known that the greater the KOH concentration added will produce minimal exhaust gas emissions, namely the addition of KOH with a concentration of 15 M which results in CO exhaust emissions of 0.237 (vol%) and HC 84 (ppm vol). Keywords : Biogas; Emission; Potassium Hydroxide, Otto Engine. DAFTAR RUJUKANAbdussalam., Fernandez, D., & Lapisa, R. (2018). Penggunaan biogas sebagai bahan bakar alternatif pada mesin generator set multi equipment (Me) 1800. Automotive Engineering Education Journals, 2(2), 1-7.Ardhiany, S. (2018). Proses absorbsi gas CO2 dalam biogas menggunakan alat absorber tipe packing dengan analisa pengaruh laju alir absorben NaOH. Jurnal Teknik Patra Akademika, 9(2), 55-65.Fahmayanti, Y., & Abtokhi, A. (2018). The addition effect of NaOH and KOH toward biogas purification. Jurnal Neutrino: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, 10(2), 40-44.Hardianto, A., & Hermawan, D. (2019). Pengaruh filterisasi bertingkat larutan KOH, NaOH dan TEA terhadap penurunan prosentase CO2 pada biogas. Jurnal Flywheel, 10(1), 43-54.Hermawan, D., Hamidi, N., & Sasongko, M. N. (2016). Performansi purifikasi biogas dengan KOH based absorbent. Jurnal Rekayasa Mesin, 7(2), 65-73.Hery, A. F., Septiropa, Z., Riansyah, S., & Romadhi, F. (2011). Pemanfaatan biogas/landfillgas sebagai bahan bakar mesin bensin 1 silinder 4 langkah. Jurnal Teknik Industri, 12(2) 162-168.Nurdin, A., & Aries, D. (2018). Review aplikasi bahan bakar biogas pada motor bakar SI (spark ignition). Jurnal SIMETRIS, 9(2), 797-802.Prastya, R., Susilo, B., & Lutfi, M. (2013). Pengaruh penggunaan bahan bakar biogas terhadap emisi gas buang mesin generator set. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 1(2), 77-84.Prihutama, F. A., Firmansyah, D. N., Siahaan, K. S. H., & Fahmi, B. (2017). Pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif ramah lingkungan daerah Desa Monggol, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. SNITT-Politeknik Negeri Balikpapan, 87-95.Rao, A. B. & Rubin, E. S. (2002). A technical, economic and environmental assessment of amine based carbon capture technology for power plant greenhouse gas control. Environmental Science & Technology, 36(20), 4467-4475Ritonga, A. M., & Masrukhi. (2017). Optimasi kandungan metana (CH4) biogas kotoran sapi menggunakan berbagai jenis adsorben. Jurnal Rona Teknik Pertanian, 10(2), 8-17.Ritonga, A. M., Masrukhi., & Kusmayadi, R. P. (2020). Pemurnian biogas metode adsorpsi menggunakan down-up purifier dengan arang aktif dan silika gel sebagai adsorben. Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research, 1(1), 72-80.Sunaryo. (2014). Uji eksperimen pemurnian biogas sebagai pengganti bahan bakar motor bensin. Jurnal PPKM II, 123-130.Suputra, I. M. T., Nindhia, T. T., & Surata, W. (2017). Pemurnian biogas dari gas pengotor CO2 menggunakan campuran kalium hidroksida padat dengan sekam padi. Jurnal Ilmiah Teknik Desain Mekanika, 6(3), 272-275.Sutanto, R., Alit, I. B., & Rezeki, G. (2016). Pengaruh absorsi gas CO2 dan H2S dalam biogas menggunakan pasta batu apung terhadap peningkatan unjuk kerja motor bakar. Jurnal Dinamika Teknik Mesin, 6(1), 31-37.Suyatno A., & Hermawan, D. (2016). Analisis campuran KOH dan H2O terhadap proses penyerapan CO2 pada biogas hasil ternak dan biogas hasil tempat pembuangan sampah (TPS). Jurnal Widya Teknika, 24(1), 1-5.Van Bhat, R. D., Kuipers, J.A M. & Versteeg, G. F. (2000). Mass transfer with complex chemical reactions in gas-liquid system: two step reversible reactions with unit stoichiometric and kinetic order. Chemical Engineering Journal, 76(2), 127-152.
Analisis Performa Turbin Angin Darrieus-H Naca 3412 Dengan Variasi Kecepatan Angin Dan Panjang Chord Fachrudin, Arif Rochman; Astuti, Fina Andika Frida
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i2.1157

Abstract

Energi listrik di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, namun kapasitas terpasangnya masih kecil karena belum tergarap dengan baik. Salah satu sumber energi terbarukan adalah energi angin yang dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin dan pembangkit listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh panjang chord dan kecepatan angin terhadap daya turbin yang dibangkitkan oleh turbin Angin Sumbu Vertikal Darrieus-H Naca 3412. Variasi kecepatan angin yang digunakan adalah 3.4 m / s; 3,6 m / dtk; 4,0 m / dtk; 4,4 m / s dan 4,6 m / s dan variasi panjang chord 100 mm, 130 mm, 150 mm, 170 mm dan 200 mm. Hasil dari penelitian ini adalah semakin panjang chord maka daya turbin semakin besar dan semakin besar kecepatan angin maka daya turbin yang dihasilkan akan semakin besar. Daya turbin terbesar terjadi pada panjang chord terbesar yaitu 200 mm dan pada kecepatan angin terbesar 4,5 m/s yaitu 37,559 Watt.
Pengaruh Kecepatan Fluida dan Temperatur Tube in Terhadap Kinerja Heat Exchanger Tipe Shell and Helical Tube Astuti, Fina Andika Frida; Fachrudin, Arif Rochman Fachrudin
POROS TEKNIK Vol 15 No 1 (2023)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v15i1.2598

Abstract

Shell and Helical Tube Exchanger merupakan salah satu alat penukar kalor dengan memanfaatkan 2 pipa yaitu pipa bagian luar dan pipa bagian dalam (Helical tube). Fluida panas mengalir pada bagian dalam, dan fluida pendingin mengalir berlawanan arah pada pipa bagian luar (Shell), sehingga terjadi proses pendingin fluida panas yang mengalir di pipa bagian dalam, yaitu panas dari fluida panas dipindahkan ke fluida dingin yang mengalir. Proses ini berjalan terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja shell and helical tube heat exchanger dengan variasi kecepatan fluida dan temperatur tube in. Temperatur fluida yang masuk (tube in) divariasi sebesar: 80 0 C,100 0C, 120 0 C dengan kecepatan fluida: 5 m/s, 10 m/s dan 15 m/s. Hasil dari penelitian ini adalah semakin kecil kecepatan fluida yang mengalir pada tube, dan semakin tinggi temperatur fluida pada tube in maka heat exchanger mempunyai nilai kinerja yang semakin baik, yaitu didapatkan LMTD dan nilai efektivitas yang semakin tinggi.
Pelatihan Pengecatan dan Pemberian Alat Spray Gun pada Pemuda Oro-Oro Ombo Kota Batu Astuti, Fina Andika Frida; Fachrudin, Arif Rochman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1171

Abstract

Kegiatan pelatihan pengecatan menggunakan metode spray gun sebagai upaya pengembangan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pengecatan. Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang teknik dasar pengecatan menggunakan alat spray gun serta mendorong penerapan praktik berkelanjutan dalam proses pengecatan. Metode pelatihan melibatkan serangkaian sesi teori, demonstrasi praktis, latihan langsung oleh peserta, serta diskusi interaktif. Peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang, termasuk masyarakat umum, pelaku usaha mikro, dan individu yang tertarik mempelajari teknik pengecatan yang lebih efisien dan hasil yang baik. Hasil pelatihan ini mencakup peningkatan pengetahuan peserta tentang prinsip dasar pengecatan, jenis cat dan alat yang digunakan, serta keterampilan praktis dalam mengoperasikan spray gun dengan benar. Peserta juga diberikan informasi tentang pentingnya ventilasi yang baik dan keselamatan dalam menggunakan alat ini. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan lapisan pengecatan yang merata dan lebih halus dengan waktu yang lebih efisien. Dampak sosial dari kegiatan ini terlihat dalam peningkatan kepercayaan diri peserta dalam melaksanakan proyek pengecatan dan dalam memberikan kontribusi pada aktivitas peningkatan lingkungan.
Pelatihan Penggunaan dan Perawatan Mesin Pemotong Rumput pada Remaja Jalan Cendana Srengat Blitar Fachrudin, Arif Rochman; Martawati, Mira Esculenta; Astuti, Fina Andika Frida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1183

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berupa pelatihan penggunaan dan perawatan mesin pemotong rumput telah menjadi bagian integral dalam upaya mendukung kemampuan dan efisiensi kerja di berbagai lingkungan. Mesin pemotong rumput adalah peralatan penting dalam perawatan taman, halaman, dan area hijau lainnya. Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memberikan peserta pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan mesin pemotong rumput dengan aman, efisien, dan efektif. Metodologi pelatihan melibatkan pendekatan kombinasi teori dan praktik. Peserta diperkenalkan dengan komponen mesin, teknik pengoperasian, serta prosedur perawatan yang diperlukan untuk memastikan kinerja optimal. Hasil dari pelatihan ini adalah peningkatan pemahaman peserta tentang cara menggunakan mesin pemotong rumput dengan benar dan aman. Peserta juga memperoleh keterampilan praktis dalam merawat dan memelihara mesin, termasuk pembersihan, penggantian komponen yang aus, dan penyesuaian yang diperlukan.Dampak positif pelatihan ini terlihat pada peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam pemotongan rumput di berbagai lingkungan. Peserta dapat melakukan tugas-tugas perawatan taman dengan lebih efektif, menghasilkan area yang lebih rapi dan terawat. Selain itu, pelatihan ini juga membawa dampak positif terhadap lingkungan, dengan mesin yang dioperasikan dengan lebih efisien dan menghasilkan emisi yang lebih rendah.
PELATIHAN PENGGUNAAN DAN PERAWATAN GENSET PADA REMAJA MUSHOLA JALAN NGADISIMO KELURAHAN NGADIREJO KECAMATAN KOTA KOTA KEDIRI Fachrudin, Arif Rochman; Astuti, Fina Andika Frida; Martawati, Mira Esculenta
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 06 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang pengoperasian dan pemeliharaan genset yang dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi tantangan pemeliharaan peralatan listrik di lingkungan sehari-hari. Pelatihan ini dilakukan dengan fokus pada genset sebagai sumber cadangan listrik yang penting dalam mengatasi pemadaman listrik yang tak terduga. Metode yang digunakan meliputi serangkaian sesi pelatihan, diskusi interaktif, demonstrasi praktis, dan penyediaan materi panduan. Partisipan pelatihan berasal dari para remaja musholla Jl. Ngadisimo kota Kediri yang tertarik untuk memahami pengoperasian dasar serta tindakan pemeliharaan yang diperlukan untuk menjaga kinerja optimal genset. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta tentang prinsip dasar genset, langkah-langkah operasional yang benar, tanda-tanda awal kerusakan, dan tindakan pencegahan untuk meminimalkan risiko gangguan. Selain itu, partisipan juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya penggunaan bahan bakar yang tepat dan perawatan berkala untuk memperpanjang umur genset serta mengurangi dampak lingkungan. Pengabdian ini juga berhasil membangun hubungan positif antara penyelenggara pelatihan dan masyarakat setempat. Para peserta merasa lebih percaya diri dalam mengoperasikan dan merawat genset mereka sendiri, yang pada gilirannya berkontribusi pada kemandirian energi dan ketahanan dalam menghadapi situasi darurat.
PELATIHAN TEKNIK PENGEMASAN PRODUK YOGHURT DI PONPES RAUDHATUL MADINAH - JUNREJO - BATU Prayitno, Prayitno; Rachmawati, Diana; Mufid, Mufid; Ekasari, Silvia Rahmi; Astuti, Fina Andika Frida
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v11i2.6615

Abstract

Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Madinah merupakan salah satu Ponpes di Kota Batu yang menerapkan pembelajaran berbasis wirausaha. Para santri Ponpes umumnya merupakan yatim piatu yang berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur. Para santri selain mengikuti pendidikan umum di SMP/MTs, SMU/MA juga mendapatkan pembelajaran kewirausahaan di Ponpes. Beberapa kegiatan kewirausahaan, antara lain: usaha produksi yoghurt, usaha beternak domba, usaha bercocok tanam sayuran, dan usaha catering. Namun demikian, dalam kegiatan kewiraushaan tersebut masih banyak hal yang perlu ditingkat dan dikembangkan baik dalam aspek kualitas maupun kuantitas produksi. Tujuan pelatihan adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan pada para santi dan pengelolah Ponpes tentang teknik pengemasan produk yoghurt. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan kuantitas pengemasan produk yoghurt. Materi pelatihan meliputi, antara lain: pemilihan jenis kemasan, teknik pengemasan, teknik penyimpanan dan penanganan kemasan. Sedangkan metode pelatihan adalah ceramah/diskusi, praktek pengemasan, dan pendampingan/konsultasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa para peserta pelatihan (santri dan pengelolah Ponpes) mengalami peningkatan pengetahuan dan ketrampilannya dalam mengemas produk yoghurt, yang ditandai dengan pemilihan dan cara penanganan kemasan serta cara mengemasi produk yoghurt yang baik dan benar pada saat praktek. Disamping itu terdapat peningjkatan semangat, antusias, dan keinginan tahuan serta harapan – harapan dari peserta.
Pengaruh Layer Height Dan Printing Speed Terhadap Tingkat Kekasaran Permukaan Hasil Additive Manufacturing Fachrudin, Arif Rochman; Astuti, Fina Andika Frida
Majamecha Vol. 6 No. 1 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i1.2971

Abstract

Kekasaran permukaan merupakan salah satu aspek kritis dalam hasil produksi dari teknologi pencetakan 3D Printing. Teknologi ini telah menjadi pusat perhatian dalam berbagai sektor manufaktur karena kemampuannya dalam menciptakan objek tiga dimensi dengan cepat dan akurat. Namun, kekasaran permukaan yang muncul pada produk 3D Printing dapat memengaruhi kualitas, fungsionalitas, dan estetika produk. Penelitian ini dilakukan melalui metode eksperimental untuk menguji dan mengamati fenomena yang relevan dengan lebih mendalam dan terperinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekasaran permukaan hasil produk 3D Printing tipe FDM dengan bahan filamen PLA. Variasi yang digunakan adalah printing speed 50; 75 ; 100 mm/s dan layer height: 0,1 ; 0,15  dan 0,20 mm. Hasil penilitian ini adalah, semakin besar nilai printing speed pada semua layer height maka semakin besar nilai kekasaran permukaan dan semakin besar nilai layer heigh  pada semua printing speed maka semakin besar nilai kekasaran permukaan. Kekasaran permukaan terkecil dengan nilai 8,364 ?m didapatkan pada printing speed dengan kecepatan 50 m/s dan pada layer height yang paling kecil yaitu 0,1 mm.
Pengaruh Temperatur Nozel Dan Arah Orientasi Posisi Obyek Hasil Additive Manufacturing Terhadap Kekuatan Impak Astuti, Fina Andika Frida; Fachrudin, Arif Rochman
Majamecha Vol. 6 No. 1 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i1.3189

Abstract

Teknologi 3D printing dikenal dengan sebutan additive layer manufacturing. Salah satu teknologi 3D printing yang terkenal adalah Fused Deposition Modelling (FDM). Prinsip kerja FDM dengan cara ekstrusi termoplastik melalui nosel yang panas pada melting temperature selanjutnya produk dibuat lapis perlapis. Penelitian pengaruh parameter 3D printing  telah banyak dilakukan dengan menggunakan filamen PLA. Perkembangan filamen sangat pesat seiring dengan berkembangnya manufaktur 3D printing. Filamen PLA berkembang menjadi filamen PLA+. Filamen PLA+ memiliki tingkat ketahanan lebih baik dibandingkan PLA biasa. Penelitian pengaruh parameter 3D printing untuk filamen PLA+ perlu dikembangkan untuk mendapatkan parameter yang terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh temperatur nozle dan arah orientasi obyek terhadap kekuatan impak hasil additive manufacturing dengan menggunakan filamen PLA+. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara experimental. Variasi temperatur nozel yang digunakan adalah 195?C, 210?C, 215?C, dan 220?C. Orientasi obyek digunakan adalah vertikal dan horisontal. Hasil penelitian menunjukkan temperatur nozel dan orientasi posisi obyek mempengaruhi kekuatan impak material PLA+. Kekuatan impak terbesar pada arah orientasi horisontal pada temperatur nozel  220?C. Semakin meningkat temperatur nozel dalam proses 3D printing maka semakin meningkat kekuatan impak nya.
Pengaruh Hardening dan Tempering Terhadap Kekerasan dan Kekuatan Impak Pisau Pencacah Rumput Wicaksana, Galih; Astuti, Fina Andika Frida
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3401

Abstract

Peternakan sapi perah Banyu Langit Farm menggunakan mesin chopper untuk mencacah pakan dari bahan organik seperti rumput dan batang jagung. Bilah pisau mesin chopper adalah salah satu komponen yang paling sering mengalami masalah, dimana masalah yang sering terjadi adalah aus ketajaman bilah pisau yang menghambat proses produksi pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat pisau pencacah rumput dengan kekuatan impak dan kekerasan yang lebih baik dari yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan baja karbon menengah JIS SUP 9 yang diberikan perlakuan panas hardening dan tempering. Suhu hardening yang digunakan adalah 830?C, 860?C, dan 890?C yang kemudian didinginkan dengan media pendingin oli. Suhu tempering yang digunakan adalah 360?C, 460?C, 560?C dengan media pendingin udara. Hasil penelitian menunjukkan nilai kekerasan tertinggi sebesar 47 HRC pada variasi suhu hardening 890?C dan tempering 360?C. Nilai kekerasan terendah pada variasi suhu hardening 830?C dan tempering 560?C yaitu sebesar 27 HRC. Nilai kekuatan impak tertinggi didapatkan dari variasi suhu hardening 830?C dan tempering 560?C senilai 0,285 Joule/mm2, sedangkan nilai kekuatan impak terendah terdapat pada variasi suhu hardening 890?C dan tempering 360?C senilai 0,096 Joule/mm2.