Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi dan Metodologi Pembelajaran Kitab Hadist Sunan ad-dᾹrimῙ Bagi Peserta Didik Sudianto, Ahmad
Jurnal Sustainable Vol 6 No 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4109

Abstract

Artikel ini ditulis untuk mengetahui metodologi penulisan kitab hadis Sunan ad-Dārimī. Kitab ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perbendaharaan kitab-kitab induk hadis. Penulisnya termasuk bagian dari penulis kitab hadis senior, muḥaddiṡ utama dan guru para penulis al-kutub al-khamsah. Namun demikian, eksistensi kitab ini dinilai belum dikenal secara luas oleh umat Islam. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan metode deskriptif analitis dan pendekatan kewahyuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Sunan ad-Dārimī memiliki keistimewaan dari aspek sanad, yakni derajat para periwayat hadis. Perkembangan penulisan kitab-kitab hadis tidak terlepas dari ragam corak dan cara yang digunakan oleh para penulisnya. Adanya perbedaan sistematika penyusunan yang digunakan oleh para penulis melahirkan aneka kitab hadis yang dikenal dan sampai kepada para penggunanya saat ini. Di antara jenis-jenis kitab hadis itu adalah kitab jenis sunan.
Gulūl: Analisis Konsep Korupsi Dalam Alquran Sudianto, Ahmad; Hasani Z, Jufri
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2024): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol22.2024.311-332

Abstract

Konsep gulūl dalam Alquran sering dikaitkan dengan tindakan korupsi, namun pemahamannya masih perlu diperdalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna yang lebih luas dari gulūl dan menghubungkannya dengan fenomena korupsi kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka sebagai metode utama. Kriteria pemilihan sumber didasarkan pada relevansi temanya, kedalaman analisis, kredibilitas penulis, dan kesesuaian dengan periode historis yang diteliti. Data yang dianalisis meliputi ayat-ayat Alquran, hadis, serta literatur-literatur terkait. Analisis isi dilakukan secara sistematis terhadap berbagai tafsir Alquran yang membahas ayat-ayat terkait gulūl. Teks tafsir dibagi menjadi unit-unit analisis yang lebih kecil, seperti kalimat atau paragraf, lalu dikodekan berdasarkan tema-tema yang relevan meliputi pencurian, pengkhianatan, amanah, dan hukuman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulūl tidak hanya merujuk pada pencurian harta rampasan perang, tetapi juga mencakup tindakan korupsi dalam bentuk yang lebih luas, seperti pengkhianatan, penyalahgunaan kekuasaan, dan pencurian harta publik. Analisis konteks historis menunjukkan bahwa konsep gulūl muncul dalam konteks peperangan dan pembagian harta rampasan perang. Namun, seiring berjalannya waktu, makna gulūl meluas mencakup berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan dan harta benda publik. Pelaku gulūl digambarkan sebagai orang yang mengkhianati amanah, melanggar keadilan, dan tidak bertakwa kepada Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep gulūl menawarkan perspektif yang kaya dan relevan untuk memahami akar permasalahan korupsi. Pemahaman yang mendalam terhadap konsep ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan strategi pencegahan dan pemberantasan korupsi yang lebih efektif. Selain itu, penelitian ini juga menekankan pentingnya kajian Alquran yang komprehensif dan integratif untuk menemukan solusi atas permasalahan sosial yang kompleks.
Arthur John Arberry (1905-1969) (Studi Orientalisme Dan Orientalis) Sudianto, Ahmad; Prabowo, Yudhi
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 2 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol32.2025.194-210

Abstract

Orientalisme merupakan pendekatan Barat dalam mengkaji Timur, khususnya Islam, yang sejak abad ke-19 berkembang seiring dengan kepentingan kolonialisme. Studi-studi orientalis sering kali tidak hanya bertujuan memahami Islam, tetapi juga dipengaruhi oleh asumsi ideologis dan kepentingan politik tertentu. Artikel ini mengkaji konsep orientalisme dalam studi Islam dengan menyoroti pemikiran dan karya Arthur John Arberry, khususnya dalam kajian Al-Qur’an dan tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Arberry serta menempatkannya dalam konteks sejarah orientalisme guna mengungkap sisi positif dan keterbatasan pendekatan orientalis terhadap Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Arberry berupaya menghadirkan pandangan yang relatif lebih objektif dan apresiatif terhadap Islam, karyanya tetap dipengaruhi oleh kerangka dasar orientalisme yang cenderung menyederhanakan dan menggeneralisasi ajaran Islam. Akibatnya, pemahaman tentang Islam yang dibangun melalui karya-karya orientalis belum sepenuhnya merepresentasikan kompleksitas ajaran Islam. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih kritis dan kontekstual dalam studi Islam agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Kata Kunci: Orientalisme; Studi Islam; Arthur John Arberry; Al-Qur’an; Tafsir