Orientalisme merupakan pendekatan Barat dalam mengkaji Timur, khususnya Islam, yang sejak abad ke-19 berkembang seiring dengan kepentingan kolonialisme. Studi-studi orientalis sering kali tidak hanya bertujuan memahami Islam, tetapi juga dipengaruhi oleh asumsi ideologis dan kepentingan politik tertentu. Artikel ini mengkaji konsep orientalisme dalam studi Islam dengan menyoroti pemikiran dan karya Arthur John Arberry, khususnya dalam kajian Al-Qur’an dan tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Arberry serta menempatkannya dalam konteks sejarah orientalisme guna mengungkap sisi positif dan keterbatasan pendekatan orientalis terhadap Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Arberry berupaya menghadirkan pandangan yang relatif lebih objektif dan apresiatif terhadap Islam, karyanya tetap dipengaruhi oleh kerangka dasar orientalisme yang cenderung menyederhanakan dan menggeneralisasi ajaran Islam. Akibatnya, pemahaman tentang Islam yang dibangun melalui karya-karya orientalis belum sepenuhnya merepresentasikan kompleksitas ajaran Islam. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih kritis dan kontekstual dalam studi Islam agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Kata Kunci: Orientalisme; Studi Islam; Arthur John Arberry; Al-Qur’an; Tafsir
Copyrights © 2025