Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Narasi Gender dan Pemberdayaan Perempuan dalam Laman Digital Let’s Read: Kajian pada Cerita-cerita dari Indonesia Maylani, Isna
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19147

Abstract

The limitations of learning media that are gender-responsive and not gender biased are one of the obstacles to achieving gender equality in the world of education. Meanwhile, the presence of the Lets' Read digital page is a digital-based learning media that is often used to improve literacy and reading skills, but has not been optimally utilized in promoting gender equality issues. This research tries to explore how Let's Read digital media captures gender narratives and women's empowerment through stories set in Indonesia. The method used is qualitative descriptive. The method used in data collection is observation through strict reading, either literary texts that are used as research objects as primary data or other texts that come from journals and supporting books in accordance with the formal object of research as secondary data sources. Data analysis uses descriptive and explanatory approaches. The results of the study showed that the 12 story titles contained diverse gender narratives with multicultural story contexts. In addition, the stories set in postcolonial culture also show the tendency of women to support each other so that a strong empowerment discourse is realized through the diversity of professions.
ANALISIS NOVEL NEGERI 5 MENARA (N5M) KARYA AHMAD FUADI BERDASARKAN PUTUSAN ESTETIS PIERRE BOURDIEU Maylani, Isna; Hapsari, Retno Tyas; Putri, Lintang Nurlissya
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 12, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v12i1.21070

Abstract

Penelitian ini menganalisis novel Negeri 5 Menara (N5M) karya Ahmad Fuadi dengan pendekatan teori putusan estetis Pierre Bourdieu, guna memahami interaksi antara habitus religius dan kapital simbolik dalam membentuk selera pembaca terhadap karya sastra populer tersebut. Novel ini mengisahkan perjalanan tokoh utama, Alif, yang berjuang meraih cita-cita melalui pendidikan agama di Pondok Madani, sebuah lembaga pendidikan Islam modern yang merepresentasikan penggabungan nilai-nilai tradisional dan semangat kemodernan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitiatif deskriptif untuk menggali makna simbolik dalam unsur naratif novel N5M. Data dikumpulkan melalui pembacaan mendalam terhadap teks, identifikasi elemen-elemen simbolik seperti tokoh, setting, dan diksi, serta analisis menggunakan teori Bourdieu mengenai kapital simbolik dan habitus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Madani, sebagai setting utama, berfungsi sebagai simbol pendidikan Islam yang memiliki kapital simbolik tinggi, memberikan legitimasi moral dan keagamaan kepada para tokoh, serta mempengaruhi selera pembaca. Penggunaan diksi Arab seperti man jadda wajada memperkuat nilai simbolik yang dekat dengan ajaran Islam, resonan dengan pembaca yang memiliki latar belakang agama yang serupa. Dengan demikian, interaksi antara habitus religius dan kapital simbolik menjadikan novel ini diterima dengan baik oleh pembaca, serta memenuhi ekspektasi sosial dan moral mereka.